Kebijaksanaan Dalam Keheningan, Kehidupan Yang Sempurna (Bagian 1) — 静中常智 圆满人生(上)

Seminar Dharma Vancouver, 27 September 2014

Kebijaksanaan Dalam Keheningan, Kehidupan Yang Sempurna

Berkat jodoh istimewa ini, saya sekali lagi datang ke negeri daun maple di Vancouver, Kanada dan berkumpul bersama kalian semua, penuh sukacita Dharma! Terima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa Yang Maha Welas Asih dan Maha Penyayang, dan Naga Langit Pelindung Dharma. Terima kasih kepada para biksu,  relawan, dan teman-teman se-Dharma dari seluruh dunia. Semoga jodoh istimewa Guan Shi Yin Pu Sa menyinari dunia, semua makhluk terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan, serta membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi dunia.

 

Budaya Tiongkok memiliki sejarah yang panjang dan mendalam. Pemikiran Buddhis membimbing kehidupan, Pendidikan Konfusianisme dan ajaran Konfusius dan Mencius membuat orang lebih rasional, mencintai negara dan rakyat, serta membuat negara menjadi damai dan rakyat menjadi aman. Gunakan ajaran Buddha Dharma untuk membangun rumah yang sehat bagi jiwa. Gunakan welas asih untuk menguraikan kerisauan dan kesedihan dunia. Gunakan kekuatan tekad untuk mencapai tanah suci jiwa. Dari Taiwan hingga San Francisco dan New York di Amerika Serikat, sepanjang jalan, melihat begitu banyak teman se-Dharma yang berusaha keras dan tekun, meneladani para Bodhisattva untuk menyelamatkan semua makhluk. Ada teman se-Dharma telah pulih dari penyakit kronis yang dideritanya selama 25 tahun. Berapa banyak orang yang telah mendapatkan pekerjaan, dan berapa banyak orang yang pernikahannya mulai bahagia. Belajar Buddha Dharma, semuanya menjadi damai. Terima kasih kepada semua teman se-Dharma yang melindungi Dharma, jasa kebajikan yang tiada tara.

Bencana alam dan buatan manusia terus berlanjut, dan kecelakaan pesawat terus-menerus. Di Kanada, setiap tahun ada lebih dari 60 kali tornado. Wabah baru Ebola, dan perang di Suriah telah menewaskan 190.000 orang hanya dalam waktu empat bulan. Hal yang paling menakutkan adalah lebih dari 22.400 orang didiagnosis menderita kanker di dunia setiap hari. Kerisauan sehari-hari dan tekanan mental kita menyebabkan ketakutan, depresi, dan autisme, yang menempatkan orang-orang sekarang di ambang kehancuran. Belajar Buddha Dharma adalah belajar untuk membebaskan diri. Belajar Buddha Dharma adalah harus membina pikiran. Membina pikiran adalah menghilangkan mentalitas diri yang buruk, memperbaiki perilaku yang tidak baik, belajar mencintai semua makhluk, dan menjalin jodoh baik secara luas, barulah akan memiliki jodoh penolong. Belajar untuk memiliki cinta kasih, welas asih, sukacita, dan kemurahan hati adalah cara kita menghimpun bekal untuk menapaki jalan Bodhisattva. Kebijaksanaan ajaran Buddha Dharma adalah membebaskan kita dari penderitaan dunia, agar kita dapat menerapkan ajaran Buddha Dharma dalam kehidupan, menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Buddha Dharma. Jangan terlalu terikat pada apa pun di dunia, tiada kekhawatiran di hati. Setiap orang hidup dalam kekhawatiran.  Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain, hatinya selamanya tidak akan merasa damai. Meninggalkan kebijaksanaan palsu duniawi dan menampilkan kebijaksanaan sejati dari sifat Kebuddhaan, itu barulah kebijaksanaan yang melampaui duniawi yang seharusnya kita capai sebagai manusia.

 

Berapa banyak orang yang hidup dalam perasaan orang lain, sementara perasaannya sendiri sepenuhnya dikendalikan oleh orang lain. Seorang pemuda bertanya kepada Jobs, “Dari mana berasalnya kebijaksanaanmu?” Jobs berkata, “Dari kemampuan membuat penilaian yang tepat.” Pemuda itu bertanya, “Dari mana datangnya penilaian yang tepat itu?” Jobs berkata, “Dari akumulasi pengalaman.” Pemuda itu bertanya lagi: “Kalau begitu, pengalaman itu berasal dari mana?” Jobs berkata: “Dari penilaian salah yang tak terhitung jumlahnya.” Orang yang ingin berhasil dalam menekuni Dharma harus mampu mengamati jodoh nidana, bisa menyesuaikan jodoh, dan menerima bahwa terkadang dirinya bisa berbuat salah, tetapi harus bertobat dan belajar untuk meningkatkan jodoh pendukung dari pertobatan, ini adalah untuk meningkatkan jodoh kamu untuk membuat kemajuan, baru bisa meningkatkan kebijaksanaan.

 

Banyak orang zaman sekarang yang salah menempatkan diri, seperti kura-kura yang merangkak di tanah, yang tidak akan pernah bisa berlari lebih cepat dari kelinci, tetapi kura-kura yang berenang di air selalu bisa berenang lebih cepat dari kelinci. Hanya dengan mengetahui kemampuan diri sendiri, barulah bisa melakukan hal-hal yang mampu dilakukan dengan baik. Dalam melakukan hal apapun, kita tidak boleh memohon yang tidak seharusnya dimohon. Ketika kamu memohon hal-hal yang tidak seharusnya kamu mohon, maka akan memiliki mentalitas yang derita, membuat dirimu terjerumus ke dalam nafsu keinginan, hati tidak akan tenang. Jadi jika menginginkan ketenangan pikiran, maka jangan memohon sembarangan, jangan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan, maka diri sendiri akan tenang. Orang yang dapat memberikan cinta kasih adalah suatu keberkahan, bisa  menghilangkan kerisauan adalah kebijaksanaan. Semua yang kamu miliki akan menjadi milik orang lain setelah kamu meninggal. Seseorang tidak akan pernah dapat menggunakan semua yang dimilikinya selama hidupnya. Dari rumah yang kita miliki, 70% sebenarnya kosong, hanya 30% yang benar-benar kita gunakan. Dari harta yang kita kumpulkan seumur hidup, 70% akan kita tinggalkan untuk orang lain, dan hanya 30% yang benar-benar kita nikmati sendiri. Sebagai manusia, kita harus memahami sebuah kebenaran, semakin banyak yang diperoleh hari ini, semakin banyak warisan yang akan ditinggalkan. Kita tidak boleh menjadi korban orang lain, jika kita mengejar, maka akan kecewa. Semakin banyak mengejar, semakin banyak kekecewaan. Inilah ajaran Buddha Dharma yang membuat kita memahami bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak kekal. Kita harus menggunakan kebijaksanaan untuk membawa lebih banyak kedamaian ke dunia. Jadi, ketika tiada keinginan, seseorang akan menjadi kuat, tiada keinginan, maka pikiran dengan sendirinya akan setenang air.

 

Seorang murid bertanya kepada Guru: “Mengapa tidak dapat berlari cepat di pantai?” Guru berkata: “Mengapa akan terjatuh saat berlari di pantai, tetapi tidak terluka?” Murid berkata: “Karena pasir melindungi kita, pasir yang lembut beperan sebagai bantalan.” Guru berkata: “Sekarang kamu tahu mengapa tidak dapat berlari cepat di pantai!” Demikian juga dengan praktisi Buddhis, jasa kebajikan kita praktisi Buddhis disertai dengan dedikasi dan kerja keras, harus berlari cepat sambil menghindari bahaya terjatuh. Orang-orang yang meraih kesuksesan di dunia ini semuanya disertai dengan risiko dan bahaya tersembunyi. Ketika melihat orang lain berhasil, janganlah iri atau bersedih, itu adalah perolehan mereka. Berharap semua orang dapat menekuni Dharma dan membina pikiran dengan baik. Dengan begitu, baru akan tekun pada satu pintu Dharma, mencapai tingkat kesadaran spiritual Buddha dengan baik, agar diri sendiri kembali ke tepian pencerahan.

 

Jika kamu tercerahkan hari ini, kamu tidak akan merasa sedih dengan masa lalumu. Ini disebut tidak khawatir tentang penderitaan. Penderitaan adalah awal dari kemanisan. Jika seorang anak tidak tahu apa itu penderitaan sejak lahir, ia tidak akan pernah tahu apa itu kemanisan. Segala sesuatu di dunia ini bergantung pada jodoh, baik perolehan atau kehilangan semuanya adalah bagian dari jodoh. Hari ini kita bisa memiliki jodoh yang istimewa, ini adalah hasil pembinaan kita di kehidupan sebelumnya. Hari ini suami istri bisa bersama, juga karena jodoh di kehidupan sebelumnya. Hari ini masih bisa hidup damai dengan anak-anak, ini berarti masih memiliki jodoh baik dengan mereka; ketika suatu hari jodoh berakhir, jodoh hilang, maka tidak ada lagi apapun di dunia ini. Berharap semua orang bisa menyesuaikan jodoh terhadap perolehan dan kehilangan. Semua kerisauan makhluk hidup di dunia ini berasal dari ketidaktahuan. Banyak ibu tidak tahu, anak yang dilahirkan adalah suami dari ibu di kehidupan lampau. Jadi setelah ibu mempunyai anak, ia akan mencintai dan merawat anak tersebut serta terobsesi dengan anak tersebut, yaitu untuk membayar karma kehidupan lampau. Tidak mengerti adalah ketidaktahuan, tidak tahu bahwa dirinya telah melakukan kesalahan. Hari ini melakukan kesalahan, dan tetap menganggapnya benar, berarti menumpuk kesalahan di atas kesalahan. Sulit untuk segera memahami kesalahan diri sendiri, sama halnya dengan mengancingkan baju, jika satu kancing salah dikancingkan, diri sendiri tidak menyadarinya dan terus mengancingkannya, ketika sampai akhir barulah menyadari bahwa semuanya adalah salah. Ini adalah pandangan manusia yang salah. Hanya dengan menggunakan kebijaksanaan ajaran Buddha Dharma untuk memeriksa diri sendiri, memahami ketidaktahuan, dan menghilangkan keserakahan, barulah bisa terbebaskan.

 

Banyak orang bertanya kepada Master: “Master, saya menanggung penderitaan setiap hari dan merasa sangat sedih. Bagaimana saya bisa membina pikiran?” Menanggung penderitaan adalah mengubah karma, mengubah pikiranmu. Jangan takut menderita, menanggung penderitaan di dunia adalah mengikis karma kehidupan lampau. Hanya dengan mengubah pikiran dan mengikis karma, kamu baru dapat mengubah semua penderitaan dalam hidup menjadi kebahagiaan. Penderitaan sebenarnya adalah sebab dari kebahagiaan. Jadi, kita harus menganggap penderitaan sebagai kebahagiaan dan meningkatkan kesadaran spiritual kita di dunia. Penderitaan adalah konsep yang abstrak. Apakah hal-hal yang terasa sangat menderita saat kecil masih ada sekarang? Apakah rasa sakit yang begitu hebat saat sakit gigi dulu masih bisa dirasakan sekarang? Sangat menyakitkan saat  melahirkan anak, apakah kamu masih merasakan sakit itu sekarang setelah kamu sudah menjadi ibu tua? Inilah yang dikatakan dalam ajaran Buddha Dharma: “Segala sesuatu dalam hidup ini adalah ilusi dan berubah.”

 

Seorang wanita menemukan tiga tetua berjanggut putih sedang duduk di luar pintu. Wanita ini tidak mengenal mereka, dia berkata, “Saya tidak tahu siapa kalian. Mungkin kalian sudah lapar. Silakan masuk dan makan sesuatu.” Ketiga tetua itu berkata, “Kami tidak bisa pergi ke rumahmu bersama-sama. Ketiga kami ini memiliki tiga nama, yakni “Kekayaan”, “Kesuksesan”, dan “Kesehatan.”Coba kamu berdiskusi dengan keluargamu, siapa di antara kami yang akan diundang untuk pergi ke rumahmu terlebih dahulu?” Suami berkata, “Mari kita undang Kekayaan masuk duluan, karena ketika Kekayaan datang ke rumah kita, kita akan menjadi kaya.” Wanita ini berkata, “Mari kita undang Kesuksesan untuk masuk duluan. Asalkan sukses, kita akan memiliki segalanya.” Putri sangat bijak, dia berkata, “Ibu dan Ayah, mari kita undang Kesehatan masuk. Kesehatan seluruh keluarga adalah hal yang paling penting. Tubuh yang sehat dapat menikmati hidup yang bahagia.” Suami berkata kepada istrinya, “Dengarkan putri saja.” Mereka mengundang Kesehatan untuk masuk terlebih dahulu. Begitu tetua Kesehatan masuk, kedua tetua lainnya juga masuk. Mereka berkata, “Kami akan menemani Kesehatan ke mana pun ia pergi.”

 

Kekayaan dan kesuksesan kita tidak dapat dipisahkan dari kesehatan. Jika kalian hanya mengundang kekayaan masuk ke rumah, kalian akan kehilangan kesehatan. Jika hanya mengundang kesuksesan, juga akan kehilangan kesehatan. Fondasi kebahagiaan dalam hidup adalah menjaga kesehatan kita. Ketika orang-orang tamak akan ketenaran dan kekayaan, mereka telah lama lupa bahwa mereka harus memperhatikan kehidupan dan tubuh mereka yang sehat. Praktisi Buddhis harus memiliki tubuh dan pikiran yang sehat. Ini adalah fondasi untuk menekuni Dharma dengan baik. Sebenarnya setiap orang datang ke dunia ini membawa beberapa berkah, namun pada saat yang sama juga membawa dosa. Sangat mudah untuk menghabiskan berkah, tetapi dosa selalu ada di dalam hati kita. Kita tidak memahami sebab dan akibat selama bertahun-tahun. Balasan karma yang kita alami sekarang adalah benih sebab yang kita tanam sendiri. Jika kita tidak memperhatikan kebersihan mulut, maka gigi akan rusak. Jika kita tidak memperhatikan paru-paru kita, maka paru-paru akan rusak. Jika kita tidak memperhatikan liver kita, maka liver akan rusak. Ini karena kita tidak tahu untuk merawatnya. Ini juga suatu jodoh yang diberikan oleh orang tua kepada kita. Siapa pun yang merusak kesehatannya sendiri adalah orang yang tidak berbakti.

 

Berharap semua orang memahami untuk menumbuhkan berkah dalam kedamaian, harus membina berkah dan kebijaksanaan. Jika menciptakan karma setiap hari, maka berkah akan berkurang, tubuh dan pikiran akan sangat menderita di masa tua nanti. Jika seorang praktisi Buddhis ingin memiliki masa tua yang baik dan ingin mengubah hidup sepenuhnya, ia harus sepenuhnya bergantung pada mentalitasnya, karena mentalitas menentukan takdir. Jika kalian semua yang di sini masih memiliki kebencian dan kesedihan di hati, dan masih terjerat setiap hari karena kesalahan yang dilakukan orang lain, ini berarti hidup dalam penderitaan orang lain dan membawa penderitaan yang tak terhingga bagi diri sendiri. Seorang ibu tua di Australia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak akan pernah memaafkan putranya karena putranya pernah menghinanya di depan banyak orang. Akhirnya, kesehatannya benar-benar buruk, dan putrinya berkata kepada abangnya: “Ibu akan meninggal, kamu harus segera datang menemuinya.” Sang putra berlutut di depan tempat tidur dan berkata: “Bu, tolong maafkan Aku, Aku salah.” Wanita tua itu berkata, “Aku tidak akan pernah melupakan apa yang kamu katakan pada bulan XX dan tahun XX. Aku tidak akan pernah memaafkanmu.” Begitulah orang memiliki pikiran sempit dan picik, hanya sepatah kata, membuat ia mengingatnya seumur hidup. Kita harus membuka pikiran kita dan melupakan masa lalu untuk melihat masa depan.

 

Sebagai manusia, kita harus tenang dalam hati, maka kebijaksanaan akan lahir. Jika memiliki mentalitas yang buruk, maka tidak akan ada kebijaksanaan. Ketika kebijaksanaan lahir, maka segala sesuatunya akan tercapai. Jika seseorang dapat menemukan solusi terhadap setiap masalah yang dihadapi, maka ia adalah orang yang bijaksana. Membina pikiran dan membina karakter adalah menghimpun kekuatan dalam keheningan jiwa. Mengapa seseorang harus istirahat? Ketika sangat lelah dan sibuk, kamu sedang menghabiskan kekuatan diri sendiri. Seseseorang baru dapat mengumpulkan kekuatan setelah tidur, saat beristirahat, sebenarnya ia sedang perlahan-lahan mengisi ulang energinya. Harus menjaga kemurnian pikiran. Mengapa ada sebagian orang tidak bisa tidur dan makan dengan baik? Karena mereka memiliki terlalu banyak pikiran yang mengganggu, sangat lelah, tidak bisa tidur nyenyak, mereka tidak dapat mengisi ulang baterai dengan baik. Berharap semua orang harus sehat. Salah satu alasan tidak sehat adalah keserakahan. Ketika keserakahan datang, hati bagaikan api. Ketika seseorang ingin membeli rumah yang bagus tetapi tidak dapat membelinya, api pun muncul, “Mengapa saya tidak dapat membelinya? Bagaimana kedepannya dengan uang yang saya pinjam? Begitu banyak pinjaman yang harus saya bayar…” Jika tidak dihentikan, itu akan menyebar seperti api yang membakar hutan. Jika tidak menghentikannya, keserakahan akan semakin besar. Begitu sudah memiliki rumah, masih menginginkan rumah yang lebih besar, ingin punya vila di tepi laut. Ketika seorang mahasiswa asing pertama kali datang ke Australia, ia pikir ia hanya membeli sepeda motor sudah cukup. Kemudian ia membeli sepeda motor, beberapa tahun kemudian ia membeli mobil. Beberapa tahun kemudian ia ingin membeli mobil yang lebih baik, jadi ia mengganti mobil yang lebih baik. Kemudian ia melihat Mercedes dan ingin menukar mobil Mercedes. Nafsu keinginan orang-orang perlahan-lahan akan mengembang. Jika tidak menghentikannya, itu akan menjadi semakin parah, seperti jatuh cinta, hari ini perasaannya lebih dalam, dan besok perasaannya lebih dalam, ini adalah pengembangan nafsu keinginan. Nafsu keinginan itu seperti air, jika tidak dikendalikan maka akan meluap dan membanjiri semuanya. Kebencian manusia ibarat pisau, jika tidak disimpan maka akan melukai dirinya sendiri. Jika manusia berpikiran bodoh dan tidak mengetahuinya maka akan menyesal.

 

Mengapa seseorang melakukan kesalahan? Karena ketika dia melakukan kesalahan, dia tidak menyadarinya sebagai kesahalan, jadi dia akan melakukannya lagi dan selalu hidup dalam penyesalan. Setiap orang datang ke dunia ini karena terikat oleh karma (sebab akibat). Kita datang untuk mengikis karma, karena tidak memahami sebab dan akibat, setiap hari menciptakan karma baru, dan segera akan menghabiskan semua berkah dari kehidupan sebelumnya dan kehidupan ini. Mengapa banyak orang mengalami nasib buruk di usia muda? Beberapa anak artis tumbuh dalam keluarga yang riang. Baru-baru ini, anak seorang bintang film dipenjara karena penyalahgunaan narkoba, itu karena ia menikmati berkahnya di dunia secara berlebihan.

 

Apa yang tercatat di surga dan di bumi adalah hal dalam pikiranmu. Pikiran adalah akar karma tubuh dan ucapan. Banyak orang tidak paham, mengira bahwa tidak akan ada balasan atas pikiran buruk. Jika kalian berjalan melewati bank dan diam-diam membayangkan dalam benak kalian: “Aku akan masuk, mengambil pistol, mengarahkannya ke mereka dan mengambil uang, lalu pergi membawa banyak uang.” Bukankah kamu melakukan kejahatan? Jika melihat seorang gadis cantik di jalan dan berpikir, “Aku akan mengikutinya ke rumahnya, lalu…” Bukankah ini kejahatan? Kejahatan yang dilakukan dalam pikiran lebih buruk daripada kejahatan yang dilakukan dalam tindakan. Banyak orang berpikir bahwa tidak masalah jika memikirkannya dalam pikiran, namun sebenarnya, memikirkan hal buruk apa pun dalam pikiran akan lebih mencelakakan diri sendiri. Jangan menciptakan  karma melalui tubuh atau mulut, demikian juga jangan menciptakan karma melalui pikiran. Begitu pikiran tergerakkan, maka di surga dan di bumi akan mengeluarkan suara. Dewa Pelindung Dharma akan mendengarnya dengan sangat jelas. Pikiran kita tidak pernah berhenti setiap hari. Pikiran kita akan menghasilkan gelombang otak yang terus bergerak. Dewa Pelindung Dharma akan mencatatnya semua. Orang Tiongkok dulu berkata, “Tiga kaki di atas kepala ada dewa yang mengawasi.” Menekuni Dharma harus sungguh-sungguh, meneladani sang Tathagata berarti harus menapaki jalan kebenaran sejati dan mencapai pencerahan sempurna.

Agama Buddha mengajarkan tentang karma tiga kehidupan, yang berarti bahwa semua hasilmu dalam kehidupan ini adalah balasan karma dari hasil perbuatanmu di kehidupan sebelumnya. Jika kamu tidak mengumpulkan kebajikan di kehidupan sebelumnya, kamu akan menderita di kehidupan ini. Jika kamu melakukan banyak jasa kebajikan di kehidupan sebelumnya, kamu akan menikmati berkah di kehidupan ini. Inilah sebabnya mengapa beberapa orang terlahir kembali dalam keluarga kaya atau memiliki orang tua dengan kesehatan yang lebih baik. Karma baik dan buruk dalam kehidupan ini memengaruhi buah pahit di masa depan. Jika masih melakukan perbuatan buruk di kehidupan ini, maka pasti tidak akan mendapatkan balasan yang baik di kehidupan berikutnya. Di Periode Akhir Dharma, kita tidak bisa lagi menunggu kehidupan berikutnya. Banyak orang telah melakukan banyak hal buruk dalam kehidupan ini dan langsung dihukum di tempat, ditangkap, dan ditembak. Ini semua adalah balasan karma langsung. Hanya dengan tidak menciptakan karma baru, kamu baru dapat mempertahankan masa depan. Mengikis karma lama baru dapat menciptakan karma baru yang lebih baik. Ada banyak orang di masyarakat yang mengeluh sepanjang hari. Hidup kita sangat singkat, jangan menyia-nyiakannya lagi. Sebenarnya, ketika kita mengeluh bahwa hidup ini sangat singkat, kita sebenarnya telah menyia-nyiakan hidup. Tekun membina pikiran dan menekuni Dharma berarti menantang diri sendiri. Hal yang paling sulit dikalahkan seseorang bukanlah orang lain, melainkan dirinya sendiri. Sangat sulit untuk mengubah orang lain. Oleh karena itu, jika seorang praktisi Buddhis ingin mengubah orang lain, ia harus terlebih dahulu mengubah dirinya sendiri. Ini adalah cara yang sesuai aturan dan Dharma.

 

Jadi, membina pikiran adalah menyingkirkan semua kerisauan yang buruk dalam hati. Membina diri adalah memperbaiki perilaku diri sendiri. Untuk membina pikiran, kita harus menjaga mentalitas yang baik dan tidak mengeluh, berpegang pada kebencian berarti mengeluh. Jika terus-menerus menyimpan kebencian, maka kebencian itu akan semakin berat dan membebani hati. Hanya dengan melepaskan kebencian, baru tidak akan terus membawanya dan terbebas dari kebencian. Seseorang yang hidup di dunia tanpa kebencian adalah orang memiliki kebebasan, orang yang berhati murni. Orang seperti ini baru akan bebas dan leluasa di dunia.

 

Demi memperbaiki hidupnya, seorang pria ingin menebang pohon dan menjualnya untuk menambah penghasilan keluarganya. Ia sangat serakah dan menemukan sebuah pohon besar. Ia menghabiskan waktu tiga hari untuk menebang pohon itu, tetapi ia tidak dapat membawanya pergi. Jika ia menebang pohon kecil, ia dapat membawanya pergi dan mengganti menjadi uang guna meningkatkan penghasilan keluarganya. Hati manusia terlalu besar. Semua orang ingin melakukan hal-hal besar tetapi tidak hal-hal kecil, lupa energi tubuh dan energi diri sendiri, sehingga akan kecewa. Kekecewaan itu lambat laun akan menjadi keputusasaan. Kita seharusnya jangan membelalakkan mata untuk mencari kekayaan, karena keserakahan membuat kita sibuk mengejar segala sesuatu di dunia ini, namun pada akhirnya tetap kosong belaka. Harus melepaskan ego, apa yang memang menjadi milik kita akan menjadi milik kita, dan yang bukan milik kita tidak akan menjadi milik kita. Inilah “menyesuaikan jodoh”yang dikatakan dalam dunia Buddhisme .