Karena suami menentang pemasangan altar di rumah, istri ingin pindah keluar untuk tinggal sendiri. Apakah ini termasuk terlalu melekat? 因先生反对设佛台,太太想搬出去住,是否太执著

 

Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Kuala Lumpur – Malaysia, 18 Oktober 2019

Pertanyaan 12: Karena suami menentang pemasangan altar di rumah, istri ingin pindah keluar untuk tinggal sendiri. Apakah ini termasuk terlalu melekat?

Tanya: Ada seorang rekan se-Dharma di Denmark yang suaminya tidak menentang istrinya belajar Buddha Dharma, melafalkan paritta, dan mengikuti seminar Dharma. Ketika diperlukan, suaminya juga bersedia membantu Guan Yin Tang membeli bunga dan buah-buahan persembahan. Namun, suaminya tetap tidak menyetujui istrinya memasang altar di rumah. Pada suatu waktu, demi memasang altar, teman se-Dharma ini bahkan ingin pindah keluar dan tinggal sendiri. Kemudian, setelah dinasihati oleh seorang rekan se-Dharma lainnya, ia mengurungkan niatnya untuk pindah. Kali ini, ketika mengikuti seminar Dharma di Eropa, ia membawa pulang rupang Bodhisattva.

Akan tetapi, suaminya tetap tidak menyetujui pemasangan altar di rumah. Karena itu, ia berencana mengajukan pinjaman ke bank untuk membeli rumah. Apakah tindakan rekan se-Dharma ini termasuk terlalu melekat dan menyimpang? Bagaimana sebaiknya kita menasihatinya? Apakah kita perlu menasihatinya?

Jawab: Harus menyesuaikan jodoh. Sebab, yang dilakukannya adalah perbuatan baik. Istri ini bukan pergi bermain mahjong, bukan pula pergi berjudi, melainkan bersembahyang kepada Buddha. Jika suaminya tidak mendukung dan tidak membantunya, lalu untuk apa ia memiliki seorang istri? Biarkan saja istrinya bersembahyang kepada Buddha; dengan demikian, istrinya justru akan memperlakukannya dengan semakin baik. Saat ini, jodoh suaminya belum matang, sehingga istrinya merasa sangat sulit untuk memasang altar sendiri. Jika kalian bisa membujuk suaminya hingga ia memahami dan menyetujuinya, berarti jodoh suaminya sudah tiba. Namun, jika kalian tetap tidak berhasil meyakinkan suaminya, berarti jodohnya memang belum matang. Dalam keadaan seperti ini, apa pun yang ingin ia lakukan, kita hanya bisa menyesuaikan jodoh saja. Kita tidak bisa mengendalikan dirinya, mengerti? (Mengerti. Terima kasih Master)

 

191018马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会提问

提问12 因先生反对设佛台,太太想搬出去住,是否太执著

问:丹麦一个同修的先生不反对同修学佛念经、参加法会,有需要时也会帮助观音堂请花、请水果,但是一直没同意同修在家里设佛台,同修一度为了设佛台而想搬出来自己住。后来经另一个同修开解后,打消了搬出去的念头,然后这位同修这次去欧洲参加法会的时候,请了菩萨像回家,可是这位同修的先生还是不同意她在家里设佛台,她就打算去银行贷款买房子。同修这样做算不算太执著,而修偏了呢?我们该怎么去劝导她?该不该去劝导她?

答:要随缘的。因为她是做善事,这个老婆又不是出去打麻将,又不是出去赌博,她是拜佛。她先生不赞成、不帮助她的话,他要老婆干什么?让她拜拜佛,她会对他越来越好的。她先生现在缘分没到,所以她就很难自己设佛台。如果你们能够说通她的先生,那就是先生的缘分到了;如果你们还说不通她的先生,这缘分没到,那么他愿意做什么,那我们只能随缘,我们不能控制他的,听得懂吗?(听得懂,谢谢师父)