Jika mempersembahkan lampu minyak dan wadah dupa di setiap Bodhisattva, kapan lampu minyak boleh dipadamkan? 每尊菩萨都供油灯和香炉时,什么时候关油灯

 

 

Wenda20180121B 18:55

Jika mempersembahkan lampu minyak dan wadah dupa di setiap Bodhisattva, kapan lampu minyak boleh dipadamkan?

Pendengar pria: Master, pada dasarnya sekarang di altar rumah kami, setiap Bodhisattva memiliki satu wadah dupa. Namun, tingkat pembakaran dupa pada keempat wadah berbeda-beda; ada dupa yang sudah hampir habis terbakar. Karena sebelumnya Master pernah memberikan wejangan bahwa ketika dupa hampir selesai terbakar, lampu minyak boleh dipadamkan. Saya ingin bertanya, apakah lampu minyak harus dipadamkan setelah semua dupa selesai terbakar, atau jika ada dupa yang hampir habis, apakah lampu minyak untuk dupa tersebut dipadamkan terlebih dahulu, lalu setelah dupa lainnya selesai baru lampu minyak yang lain dipadamkan?

Master menjawab: Tidak masalah, padamkan bersama. Dupa belum selesai terbakar pun tidak masalah (Misalnya, ada dupa yang membentuk gulungan, lampu minyak juga boleh dipadamkan, begitu ya?) Tentu saja, sama saja. Bodhisattva hanya memperlihatkan suatu wujud kepada kalian, bukan berarti meminta kalian untuk tidak memadamkan lampu dan terus berada di sana menunggunya (Baik, terima kasih Master)

 

Wenda20180121B   18:55  

每尊菩萨都供油灯和香炉时,什么时候关油灯

男听众:师父,我们基本上现在家里的每个佛台都是一尊菩萨一个香炉,但是四个香炉上的香燃烧的程度不一样,有的香已经快燃烧完了。因为师父以前开示,在香燃烧快结束时要关油灯,想问一下,关油灯是说都燃烧结束了再关,还是说有的香快结束了先关一个,等那个香结束完了再关另外一个?

台长答:没关系,一起关,香没烧完都可以关的(比如说有的香在打卷,也可以关,是吗?)那当然了,一样的。菩萨只是显化给你看一下,不是说叫你不要关灯,一直待在这儿(好,感恩师父)