Wenda 20111209 26:36
Harus membedakan antara “Berikrar” dan “Memohon”
Pendengar wanita: Ketika kita berikrar, misalnya setiap hari sebelum melakukan li fo (bersujud dan memberi penghormatan kepada Buddha), kita terlebih dahulu bersujud. Pada saat itu, apakah kita boleh berikrar? Atau sebaiknya berikrar sebelum melafalkan Zhun Ti Shen Zhou?
Master menjawab: Saat bersujud setiap hari, kamu sudah boleh berikrar (Ketika berikrar, bagaimana yang bisa disebut sebagai satu ikrar? Misalnya saya mengatakan, “Mohon agar seluruh keluarga saya sehat, selamat dan aman saat bepergian, serta bertemu orang yang baik dan orang yang dapat membantu.” Apakah ini bisa dianggap sebagai satu ikrar? Kemudian ikrar kedua adalah memohon kelancaran pekerjaan…) Yang kamu katakan itu bukan disebut “berikrar” melainkan “memohon”. Itu sama seperti memohon kepada Bodhisattva, “Aduh, mohon berkati saya supaya…”Lalu apa yang disebut berikrar? Berikrar misalnya: “Saya bersedia membantu berapa banyak orang agar dapat belajar Buddha Dharma.” “Saya bersedia menyelamatkan dan menolong berapa banyak makhluk hidup.” “Saya bersedia melakukan pelepasan makhluk hidup sebanyak berapa ekor ikan.” “Saya berikrar untuk tidak lagi makan makanan laut yang masih hidup dan bervegetarian.” Yang seperti inilah yang disebut kekuatan tekad (Oh, jadi jumlah ikrar itu tidak dibatasi? Tentu semakin banyak semakin baik?) Benar, benar (Baik. Kalau ketika memohon kepada Bodhisattva, untuk satu permohonan boleh memohon berapa banyak hal?) Pada umumnya, jangan lebih dari tiga hal (Seperti yang saya katakan tadi…) Terlalu banyak! Semakin banyak justru semakin tidak baik (Kalau saya membedakannya seperti ini: misalnya satu permohonan untuk kesehatan dan satu permohonan untuk pekerjaan. Apakah itu dihitung satu atau dua?) Pada umumnya, urusan pekerjaan dan kesehatan dihitung sebagai dua permohonan. Banyak orang setiap hari datang ke vihara dan memohon: “Bodhisattva, mohon berkati agar kesehatan saya baik! Semoga cucu saya ini baik! Semoga anak saya itu baik! Semoga keponakan saya juga baik…” Tidak ada gunanya! (Terlalu banyak?) Beri contoh sederhana, seseorang datang meminta bantuan kepadamu untuk mengurus banyak urusan sekaligus, menurutmu urusan mana yang akan kamu bantu? Kamu harus memiliki jasa kebajikan sendiri. Kalau tidak memiliki jasa kebajikan, apa gunanya memohon begitu banyak? Kamu harus melihat seberapa banyak dan seberapa besar jasa kebajikan yang kamu miliki, lalu memohon hal yang sesuai dengan besarnya jasa kebajikan tersebut (Master, saya juga setiap hari melakukan ikrar. Hal seperti ini boleh diucapkan setiap hari, bukan? Misalnya mencetak buku-buku Dharma, melakukan fangsheng, dan bervegetarian) Tentu saja boleh.
wenda111209 26:36
许愿和求愿要区分
女听众:我们在许愿的时候,比方说,每天礼佛之前要先叩头,这个时候可以许愿吗?还是放到准提神咒之前去许愿?
台长答:每天叩头的时候就可以许愿了(许愿的时候怎么样算一个许愿?比方说我“求我全家身体健康,出入平安,出门遇贵人遇好人”,这样可以算一个吗?然后第二个愿求工作……)你这个不叫“许愿”,叫“求愿”,你这个就等于求菩萨 “哎呀保佑我……”。什么叫许愿呢?许愿就比方说 “我愿意让多少人能够学佛”、“我愿意救度多少众生”、“我愿意放多少条鱼”、“我愿意不吃活的海鲜了,吃素了”……这种才叫愿力啊(哦,许愿是没有限制的,当然是越多越好?)对了对了(好的,那么求菩萨的时候,求事情可以求几件呢?)一般不要超过三件(像我刚才讲的……)太多了!越多越不行的(我就这么区分,比方说一个求身体,一个求事业,我在想这算一个还是两个?)一般来说,事业和身体就算两个啦。很多人天天到庙里去求 “哎呀,保佑我身体好!我的孙子谁谁好!我的儿子谁谁好!我的侄子谁谁好……”没用的!(太多了?)举个简单例子,人家来求你办事,求很多事情的话,你会帮他做哪件啊?你要有自己功德的,没有功德的话,你求这么多有什么用啊?你要根据自己的功德有多少多大,来求多大的事情(台长,许愿我也是天天在做的,这个可以每天讲的哦?比方说印经书,放生,吃素)完全可以。
