Guru Kelas Buddhis membimbing anak, bagaimana menghadapi ketidakbahagiaan orang tua dan anak 学班老师管教孩子,如何面对家长和孩子的不开心

 

Wejangan Pertanyaan Murid, Kuala Lumpur – Malaysia, 21 Oktober 2019

Pertanyaan 15: Guru Kelas Buddhis membimbing anak, bagaimana menghadapi ketidakbahagiaan orang tua dan anak

Tanya: Di kelas Buddhis, ada beberapa anak yang memiliki kecenderungan autistik, ada juga yang hiperaktif. Ketika mengikuti pelajaran di kelas Buddhis, perilaku dan ucapan anak-anak tersebut terkadang memengaruhi anak-anak lainnya, dan pengaruhnya kurang baik. Jika guru dan relawan kelas Buddhis membimbing dan mendisiplinkan anak-anak, anak tersebut menjadi tidak senang, dan orang tua mereka juga ikut merasa tidak senang. Untuk menghindari terbentuknya jalinan karma buruk, bagaimana seharusnya guru kelas Buddhis menangani hal ini dengan bijaksana dan secara harmonis?

Jawab: Menurut saya, kalian semua sedang menanyakan persoalan duniawi. Jika kamu adalah orang yang belajar Buddha Dharma, kamu harus memperlakukan orang lain dengan ketulusan hati, dan berbicara baik-baik kepada mereka. Apa yang tidak bisa dibicarakan dengan baik? Jika kamu takut menyinggung perasaan orang lain, bahkan ketika kamu menyampaikan hal yang benar, dia tetap merasa tidak senang, maka tidak perlu datang lagi. Kalian setiap hari sepanjang waktu hanya membicarakan urusan duniawi. Jika anak-anak datang ke kelas Buddhis, tetapi ayah dan ibunya begitu tidak masuk akal dan tidak memahami situasi, maka jangan datang. Kalau sudah datang, dengarkanlah dengan baik dan bicarakan baik-baik dengan mereka. Kamu juga tidak bersikap kasar kepada mereka, kamu tetap berbicara dengan sopan kepada mereka. Kalau dia tidak mau mendengarkan, maka jangan datang lagi. Mengertikah? (Terkadang anak nakal, baru ditegur sedikit, dia langsung…) Kamu bisa mengatakan kepada ibunya, “Mohon bantu mengatur dan menjaga anak Anda dengan baik. Jika anak Anda masih terus berbuat nakal seperti ini, mohon lain kali jangan datang lagi.”Kalian harus ingat, jika di dalam sebuah kolam renang terdapat air yang kotor, orang lain juga tidak akan datang untuk berenang lagi. Mengertikah? (Baik, sudah mengerti)

 

Master memberikan nasihat kepada murid-murid adalah demi kebaikan para murid

Wejangan Master: Mencintai Master harus benar-benar memahami bahwa sekarang ini, hampir tidak ada orang yang bersedia mengatakan keburukan orang lain, hanya Master. Ketika Master mengatakan bahwa kalian memiliki kekurangan, itu adalah demi kebaikan kalian. Saya bertanya kepada kalian, sejak kecil, ketika ayah dan ibu kalian mengatakan bahwa kalian melakukan sesuatu yang tidak baik, bukankah itu juga demi kebaikan kalian? (Ya) Apakah mereka ingin mencelakai kalian? Saya beri tahu kalian, orang yang ingin mencelakai kamu justru tidak akan mengatakan keburukanmu secara langsung di hadapanmu. Mereka semuanya akan membicarakan keburukanmu di belakang. Master benar-benar menganggap kalian sebagai murid, barulah  Master mengatakan kalian. Perbaikilah baik-baik kekurangan kalian! Jangan meremehkan nasihat orang lain, jangan menganggap remeh teguran orang lain! Kamu akan mengalami kesulitan dan menanggung akibatnya (Ya, benar. Saya tahu saya salah. Maaf, Master) Kamu sangat baik. Kamu masih bersedia mengatakan “maaf”, itu menunjukkan bahwa kamu masih merupakan seorang murid (Maaf, Master. Saya tahu saya salah)

 

 

191021马来西亚・吉隆坡弟子开示提问

提问15 佛学班老师管教孩子,如何面对家长和孩子的不开心

问:佛学班里有的孩子是自闭的,有的孩子是多动的,在上佛学班的课程时,这些孩子的行为语言就会影响到其他的孩子们,影响不太好。如果佛学班的老师和义工管孩子们,孩子不开心,孩子的家长也不开心。为了避免造成冤结,佛学班老师该怎样圆融智慧地处理?

答:我觉得你们都是问了人间的问题。你要是学佛的人,你要用真心对人家,跟人家好好地讲,有什么不能讲的?如果你怕得罪人,你讲的正话,他都要不开心,就不要来了嘛。你们整天都是讲人间的事情。佛学班的孩子来了,爸爸妈妈这么不讲道理、不懂事情的话,那不要来了;来了就好好听,跟他好好地讲,你又没有对他凶,你还是这么客气地对他,他不愿意听,那么就不要来。听得懂了吗?(有时候孩子调皮,说他一下,他就……)你就对妈妈说:“请你来管好孩子,如果你孩子再这么调皮,请你下次不要来了。”你要记住,一个游泳池里如果有脏的水,其他人都不会来游泳了,听得懂吗?(好,知道了)

师父讲弟子是为弟子好

台长语:爱师父要真的知道,现在没有人肯讲人家不好的,只有师父。讲你不好就是为你好。我问你,爸爸妈妈从小讲你们不好,是不是为你们好?(是)他想害你们啊?我告诉你,要害你的人才不会当着面讲你呢,全部在背后讲你不好。台长是真正把你们当弟子才讲你们的。好好改毛病啊!不要听不起人家的劝,不要听不起人家的讲啊!你会吃苦头的(是的,知道错了,对不起师父)你很好,你还肯说对不起,说明你还是弟子(对不起,我知道错了)