wenda20151009 12:01
Delima sebaiknya tidak dipersembahkan kepada Bodhisattva; jeruk bali boleh dipersembahkan kepada Bodhisattva
Pendengar pria: Apakah buah delima boleh dipersembahkan kepada Bodhisattva? Maksud saya, buah delima yang biasa kita makan.
Master menjawab: Buah delima sebaiknya jangan dipersembahkan. Kulitnya berbintil-bintil dan tidak rata, sementara biji atau daging buahnya sangat kecil. Ini tidak mencerminkan suatu bentuk hasil buah yang baik. Misalnya, buah yang bersih… Saya tanya kepadamu, apakah kamu mau makan buah delima? (Saya jarang makan buah delima) Nah, coba pikirkan, ketika mulutmu sedang kering, apakah buah delima bisa menghilangkan rasa haus? (Iya) Di dalamnya hanya ada butiran-butiran kecil yang masing-masing memiliki biji, sementara bagian buah yang bisa dimakan sangat sedikit. Apa gunanya seperti itu? Untuk mengupas dan memakannya saja harus lama sekali. Ha ha (Sudah mengerti. Master, kalau jeruk bali yang besar juga boleh dipersembahkan kepada Bodhisattva, kan?) Benar, jeruk bali yang besar boleh dipersembahkan (Baik, terima kasih atas wejangan Master!)
石榴最好不要供菩萨;柚子可以供菩萨
男听众:石榴能不能供奉菩萨?就是我们吃的石榴。
台长答:石榴最好不要供,坑坑洼洼的,里面的果实这么小,这个不是代表一种果实的回报了。比方说干净的水果……我问你,石榴你愿意不愿意吃?(很少吃石榴的)好了,你想想看你这个嘴巴干的时候,能解渴吗?(是啊)就这么里面一颗还有个子,外面这么一点点,这算什么玩意儿?挖半天,呵呵(明白了。师父,那种大的柚子也可以供菩萨,是吧?)对啊,大柚子可以供(好的,谢谢师父开示!)
