Bolehkah melakukan PR harian dengan cara berikrar? 可否用许愿的方式来做功课

 

Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Kuala Lumpur – Malaysia, 18 Oktober 2019

Pertanyaan 39: Bolehkah melakukan PR harian dengan cara berikrar?

Tanya: Mohon bertanya kepada Master, apakah dalam keseharian kita boleh melakukan PR harian dengan cara berikrar? Misalnya, kita sekaligus melaporkan kepada Guan Shi Yin Pu Sa jumlah pelafalan paritta untuk sepuluh hari atau satu bulan. Dengan cara demikian, apakah kekuatan untuk mengikis karma buruk akan menjadi lebih besar?

Jawab: Cara yang dia gunakan ini sebenarnya cukup bagus. Misalnya, dalam satu minggu kamu sendiri melafalkan paritta sebanyak 1.000 kali. Sekarang, kamu berkata, “Guan Shi Yin Pu Sa, minggu ini saya akan melafalkan paritta sebanyak 1.000 kali. Saya berharap dapat mengikis karma buruk tertentu ….” Maka, sesungguhnya, jika karma burukmu dapat terkikis dalam jumlah yang besar,

Kalau begitu, maka pelafalan paritta PR harianmu tidak ada lagi, sudah berubah menjadi sebuah tekad, bukan lagi merupakan paritta PR harian yang kamu kerjakan. Lalu, apa tujuan dari melafalkan paritta PR harian? Yaitu perlahan mengumpulkan jasa kebajikanmu. Seperti yang kita katakan, ketika seseorang memasuki usia lanjut dan telah memiliki berkah serta kebajikan, kemudian ditambah dengan pelafalan paritta, semuanya dapat diubah menjadi banyak jasa kebajikan.

Prinsipnya sama: yang satu langsung digunakan saat itu juga, sedangkan yang lainnya disimpan untuk digunakan di kemudian hari. Kamu harus ingat, setiap ikrar yang telah diucapkan harus diselesaikan. Ketika kamu melafalkan paritta PR harian pada biasanya dan berkata, “Hari ini saya akan melafalkan berapa kali Da Bei Zhou dan Xin Jing,” tetapi ternyata belum selesai, kamu masih bisa mengatakan bahwa kamu akan melengkapinya besok. Hal ini tidak akan menimbulkan hukuman yang terlalu berat. Namun, jika kamu telah mengucapkan sebuah ikrar dan tidak mampu memenuhinya, Dewa Pelindung Dharma akan memberikan hukuman.

Sebab kekuatan ikrar dapat diubah menjadi suatu energi yang mampu mengikis karma buruk. Oleh karena itu, kekuatan ikrar sangatlah penting. Bodhisattva Ksitigarbha memiliki tekad agung, benar tidak? Bodhisattva agung mana yang tidak memiliki tekad agung? (Sudah mengerti. Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)

 

191018马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会提问

提问39 可否用许愿的方式来做功课

问:请问师父,我们平时是否可以用许愿的方式来做功课?比如说把十天或者一个月的功课遍数一次性报给观世音菩萨。这样,消业的力度会不会更大?

答:他这个办法倒是不错的。比方说,一个礼拜你本身念1000遍的话,你现在说“观世音菩萨,我这个礼拜念1000遍,希望我消掉什么……那么事实上就是如果消掉你很多业障,那你的功课就没了,变成一个愿力了,不是你做的功课了。功课是干什么的呢?就是慢慢地积累你的……我们说晚年了,有福德了之后,再加上你念经,就转换为很多的功德。一样的道理,一个是马上就用掉,一个是放在以后用。你记住了,凡是许过的愿你就必须要完成。你平时做功课,说“我今天一天念多少遍大悲咒、心经”,如果没念到,你可以说明天补,不会受到很大的一种惩罚;如果你许过的愿你完不成,护法神会惩罚的。因为愿力可以转换成一种消业障的能量,所以愿力很重要,地藏王菩萨的大愿……对不对?哪位大菩萨没有大愿?(明白了,感恩师父慈悲开示)