2. Banyak Halangan dan Bencana Diuraikan Melalui Pikiran
Dalam menyelesaikan suatu masalah, harus bisa membuat orang lain merasakan, semua ini tergantung dari tindakan nyatamu. Jika tindakan yang kamu lakukan, bisa mencapai standar ini, berarti kamu sudah melewatinya; namun jika tindakan kamu tidak sesuai, maka sesungguhnya, kamu sudah salah. Tidak ada alasan apapun yang bisa menjelaskannya. Kalian murid-murid ini, banyak yang suka mencari alasan, saya berharap kalian bisa mengurangi mencari alasan – karena semakin dijelaskan malah semakin runyam, seseorang yang semakin banyak bicara, malah akan membuat keadaan semakin buruk. Apabila kalian tidak percaya, coba saja saat bertengkar, kalian mencari-cari alasan saja, menjelaskan alasan sampai akhirnya malah semakin memperburuk keadaan. Yang tersenyum-senyum, tidak berbicara, namun dalam hatinya sendiri sangat jelas dengan keadaannya, disebut sebagai bijaksanawan, yang berarti dia memahami semuanya. Master beri contoh: saat bermain catur gajah atau xiangqi, begitu orang itu jalan satu langkah, lawannya segera tertawa. Mengapa? Karena begitu dia menggerakkan bidak caturnya, lalu selanjutnya langkah apa yang akan diambil, semuanya sudah diketahui oleh lawannya. Bukankah ini yang dinamakan bijaksanawan? Seseorang yang mampu bermain catur gajah dengan baik, seringkali begitu. Menurutmu, siapakah bijaksanawannya? Orang yang pintar akan mengetahui semua langkahmu selanjutnya. Tidak perlu dikatakan, tidak perlu dijelaskan – inilah tingkat kesadaran yang tertinggi. Mengatakan semuanya, apakah orang seperti ini memiliki kebijaksanaan? Kita menekuni Dharma harus belajar hal-hal yang mulia, harus belajar mencapai tingkat kesadaran yang tinggi. Saat dihina orang lain, atau difitnah orang lain, harus bisa bersabar menerimanya. Tindakan dirimu sendiri, di kemudian hari akan terlihat oleh orang lain, tidak perlu banyak bicara. Di masa periode akhir Dharma, bukanlah saat untuk banyak bicara, melainkan saatnya untuk lebih banyak melafalkan paritta. Coba lihat sekarang ada jutaan orang yang belajar mengikuti Master, mereka setiap hari kurang lebih melafalkan paritta selama 4-5 jam. Kalian murid-murid ini coba beritahu saya, setiap hari kalian melafalkan paritta berapa lama?
“Yang tersadarkan” berarti saya sudah tersadarkan dalam segalanya, saya sudah memahami semuanya, adalah orang yang sudah sepenuhnya tersadarkan atas prinsip-prinsip dasar kehidupan di alam semesta ini – maksud dari kalimat ini adalah: Saya sudah mengerti, bahwa manusia dilahirkan pasti akan meninggal, seumur hidup manusia ini bagaikan orang yang bertamu, manusia tidak akan membawa apapun saat lahir, juga tidak akan membawa pergi apapun saat meninggal, anak juga bukanlah milikmu; saya sudah memahami segalanya, alam semesta ini memang demikian, fase terbentuk, tinggal, rusak, dan kosong; saya sudah mengetahui semuanya, kalian tidak perlu lagi mengatakannya kepada saya, saya tahu kita perlu membina diri untuk kehidupan mendatang, membina diri sampai bisa mencapai Surga, maka saya tidak akan merisaukan lagi masalah apapun di dunia ini, saya tidak akan berselisih demi hal-hal duniawi, saat penderitaan datang, saya juga akan menanggungnya, ini adalah jalinan hubungan buruk saya di kehidupan sebelumnya. Sudah memahami segalanya, itu yang disebut sebagai yang tersadarkan, itu baru namanya Buddha.
Kalian dalam seminggu tidak mendengarkan kelas Master, otak kalian segera menjadi tidak jernih. Saya beritahu kalian, di tempat kerja, begitu keadaan berubah, atau jika seseorang tinggal di suatu tempat dalam waktu yang lama, maka dia akan mengikuti adat kebiasaan setempat. Setiap hari ada orang yang mentraktirnya makan, setiap hari yang dibicarakan adalah uang, nama baik, keuntungan, membuat orang yang mendengarkannya menjadi resah dan berpikiran kalut, merasa diri sendiri kembali dari Australia seperti orang bodoh, kamu akan merasa dia sangat hebat, sesungguhnya ini membuamu terjerumus ke dalam penderitaan duniawi. Banyak orang Jepang yang pergi berinvestasi di Tiongkok, selain itu ada juga bos-bos dari Hong Kong, mereka pergi ke luar negeri selama satu minggu, harus pulang ke negara asal satu kali. Jika dalam sebulan dia tidak pulang, jika dia berada di luar negeri terlalu lama, maka dia akan tertinggal dengan tren masyarakat di negara asalnya sendiri, dia akan merasa dia tidak bisa mengikuti keadaan di negara yang ditinggalinya. Sesungguhnya, ini adalah mengikuti keadaan yang baik atau keadaan yang buruk? Sama seperti kalian, jika kalian seminggu tidak mengikuti kelas, mengapa Master setiap hari Rabu sangat serius? Karena jika kalian tidak mengikuti kelas, maka kalian akan mundur, kalian akan semakin tenggelam dalam uang, ketenaran, dan kekayaan. Jika tidak percaya, kalian coba saja? Kalian dengarkan teman-teman di sekitar kalian, siapa yang menjadi kaya, siapa yang punya uang, siapa yang memiliki beberapa rumah, mendengarnya membuat diri sendiri merasa kalau dirimu tidak seharusnya di sini. Saya memiliki banyak teman-teman satu sekolah, setiap kali mereka pulang, mendengarkan kisah orang-orang, minum-minum arak, orang lain berkata kepadanya, “Kamu pulang saja, jangan tinggal di sana”. Pada akhirnya dia menjual semua miliknya di sini, lalu pulang. Saya pernah meramalnya, “Dalam waktu setengah tahun, kamu pasti kembali ke sini.” Setelah dia pulang, banyak orang yang mengatakan, “Untuk apa kamu pulang? Di sini begitu banyak orang, begitu kacau, kamu pulang bisa mendapatkan uang apa? Bukankah kamu di Australia cukup bagus?” Lalu dia pun kembali ke Australia lagi. Begitulah manusia, mendengarkan perkataan orang lain, percaya pada orang lain, tidak memiliki pendirian yang teguh, apa yang bisa didapatkannya? Yang didapatkannya adalah syarat dan alasan untuk membohongi diri sendiri. Dirimu sendiri yang membohongi diri sendiri – sedangkan syarat-syarat dan alasan ini, orang lain yang memberitahukannya kepadamu, lalu kamu menerimanya, sesungguhnya kamu telah membohongi diri sendiri.
Mengapa banyak orang bercerai? Karena selalu ada orang yang berbicara di telinganya, jangan bersikap baik dengannya, orang seperti ini begini begitu … Berteman dengan orang seperti apa, maka kamu akan menerima pengaruh dari teman ini. Sekarang kamu adalah orang yang membina pikiran dan melafalkan paritta, maka kamu akan mendapatkan buah balasan dari membina pikiran dan melafalkan paritta. Apabila di sampingmu ada orang yang sangat suka memukul orang lain, saya lihat kamu mengikutinya setahun atau dua tahun, kamu juga akan menjadi orang yang mudah memukul orang lain. Ini seperti pribahasa, “Yang dekat dengan merah akan menjadi merah, yang dekat dengan tinta akan menjadi hitam” – dekat dengan orang baik menjadi baik, dekat dengan orang jahat menjadi jahat. Saya pernah mengatakannya, pada masa periode akhir Dharma, jangan sering jauh-jauh dari Master, semakin lama kalian meninggalkan Master, maka kalian akan kehilangan semakin banyak. Belakangan ini kembali ada orang yang memimpikan – banjir besar. Dalam mimpi, dia melihat ada beberapa murid yang berada di sekeliling Master, lalu Master berkata: “Kamu lihat, bencana datang.” Kalian berada di sisi Master, maka kalian bisa terhindar dari bencana. Jika kalian tidak berada di sisi Master, maka kalian akan tertimpa kesialan. Beberapa waktu lalu, terjadi gempa bumi berskala 6 richter di Xin Jiang, masih ada lagi gempa 5,4 richter, 50 ribu orang tertimpa bencana. Di berbagai negara di seluruh dunia pun akan terjadi bencana, gunung merapi, banjir … Coba kalian pikirkan, banjir di Thailand sampai sekarang masih belum selesai, merendam satu kota, tahukah kalian, berapa kerugian ekonominya secara langsung? Kalian lihat, bagian timur Amerika dilanda hujan salju besar, begitu tebalnya. Pada saat ini, masanya sudah berbeda, apalagi yang masih kalian kejar?
Masyarakat zaman sekarang, apakah kalian bisa mendengar ajaran Buddha Dharma? Yang kalian dengar adalah siapa yang punya uang, siapa yang terkenal, siapa yang punya kekayaan, teman kalian A sudah sukses, atau temanmu sudah menjadi tenar dan kaya … Hal-hal seperti ini hanya akan mencemarkan telingamu, setiap orang yang dikatakannya tidak ada yang tidak kaya, setiap orang semakin membual semakin hebat. Kesombongan, nama baik dan kekayaan, kalian mengira semua itu sangat hebat. Apa yang terlihat olehnya? Apakah dia bisa melihat sifat dasarnya sendiri? Xiao Yueyue dari Guang Dong, anak berusia 2 tahun, ditabrak mobil, puluhan orang yang melihatnya pun tidak berani menolongnya, begitu ya moralitasnya? Bahkan pemerintah pun kaget sekali. Hanya melihat dia terlindas mati begitu saja, tidak ada seorang pun yang menolongnya. Walau punya uang, lalu bisa bagaimana? Coba kalian beritahu saya? Kotor, jiwanya kotor sekali! Apa yang mereka pahami, selain uang, apa yang mereka tahu? Banyak orang berkata kepada saya, mereka sekarang begitu miskinnya sampai hanya tinggal uang, otaknya sama sekali kosong. Kasihan sekali! Dengan ajaran Buddha Dharma yang Master ajarkan bertolak belakang jauh sekali, mereka tidak bisa menerimanya. Kamu memberitahunya, dia malah tertawa. Tunggu sampai menjelang ajalnya, dia baru tahu. Tunggu sampai dia mengidap kanker di masa tuanya, dia baru sadar.
Seorang praktisi Buddhis harus bisa menyadarkan dirinya sendiri dan orang lain. Pertama-tama harus membuka kesadaran diri sendiri terlebih dahulu, baru bisa membuat orang lain tersadarkan. Orang yang meneladani Buddha dan Bodhisattva, sesungguhnya adalah orang yang mencari kesempurnaan, disebut juga dengan kesadaran yang sempurna. Dengan kata lain, kesadaran yang dicapainya, sudah sampai ke tingkat yang paling sempurna, maka disebut sebagai Buddha.
Selanjutnya, Master akan kembali membahas tentang pembinaan diri, Master memikirkan 4 kalimat. Ini adalah sesuatu yang Master sendiri rasakan, karena ketika menyelamatkan orang lain, Master juga sangat menderita, terutama saat melihat orang-orang yang tidak bisa diselamatkan. Oleh karena itu, Master tidak suka melihat, terutama kalian para murid didik Master, berhenti membina pikirannya, ini adalah hal yang paling membuat Master bersedih. Kalimat pertama, “Ada banyak kerisauan dalam proses pembinaan pikiran.” Dalam proses perjalanan membina pikirannya, seseorang pasti akan menghadapi banyak kerisauan. Kalimat yang kedua adalah, “Yang tersadarkan akan menjaga kesucian pikirannya.” Dengan kata lain, seseorang yang sudah terbuka kesadarannya, disebut sebagai “yang tersadarkan”, maka pikirannya sendiri harus bisa menjaga sumber kehidupannya yang semula, yaitu pikirannya yang semula, yakni pikiran (hati) Buddha. Kalimat yang ketiga, “Menguraikan banyak halangan dan kesulitan (bencana) dengan pikiran.” Sesungguhnya segala halangan dan kesulitan di dunia ini bisa diuraikan dengan mengandalkan pikiran kita sendiri, bukan bergantung dari perilaku kita. Melainkan diuraikan oleh pikiran kita. Karena ketika halangan atau bencana datang menghampiri, sesungguhnya saat pikiranmu sudah dipersiapkan dengan baik, maka bencana tidak akan datang ke sisimu. Contoh sederhana: ketika kalian bermain ombak di pinggir pantai, jika kalian tidak hati-hati, berjalan di pinggiran, maka ketika tiba-tiba ombak pasang datang, jika pikiranmu tidak siap, “byar” sebentar saja, kamu akan tersedak air dan merasa ketakutan, lalu beberapa saat kemudian air kembali surut. Jika waktu itu kamu sudah tahu ombak akan datang, kemudian menutup hidungmu, berdiam di sana, maka kamu tidak akan minum air laut dan baik-baik saja. Oleh karena itu, harus menggunakan pikiran untuk menguraikannya. Ingatlah, ketika bencana dan kesulitan datang, semuanya hanya bisa diuraikan dengan mengandalkan pikiran kita. Kalimat yang keempat, Master beri tahu kalian, harus memahami bahwa “ketiadaan pemikiran akan memperpanjang pahala dan umur”. Jangan ada pemikiran di dalam pikiran, saya sudah kosong, saya sudah tidak peduli pada apapun, pikiran saya sudah terbuka dan memahami semuanya, memang semuanya begini, saya sudah tidak tamak, saya tidak mau membenci, saya juga tidak lagi memiliki kebodohan; saya sudah tidak terikat lagi pada semuanya, saya sudah tidak memiliki pemikiran apapun, bahkan diri saya sendiri sudah tidak ada lagi, maka orang ini akan memiliki pahala dan berumur panjang.
Jika hari ini, kamu – Nyonya Zhou, kalau kamu sudah tidak mengurusi anakmu, juga melupakan suamimu, kamu sudah tidak memikirkannya lagi, seperti “saya hidup mandiri”, maka kamu akan memiliki berkah – karena kamu sudah tidak risau lagi, kamu akan hidup bahagia. Ketika kamu sudah tidak lagi merasakan kerisauan, maka pikiranmu akan menjadi nyaman, kamu sudah tidak mengkhawatirkan siapapun, maka umurmu akan bertambah panjang, betul tidak? Contohnya: jika sekarang si tua Zhou tiba-tiba meninggal, maka kamu adalah orang pertama yang tidak bisa menerimanya. Begitu pikiranmu buntu, maka yang terjadi selanjutnya adalah kamu juga akan pergi meninggalkan dunia ini, mana mungkin kamu bisa panjang umur? Begitu kamu melihat putramu, kamu langsung marah, mana ada berkah keberuntungan yang mendatangimu? “Saya marah, saya bersedih”, apakah orang sepertimu masih memiliki berkah? Seseorang yang tidak memiliki berkah, mana mungkin bisa panjang umur? Seseorang yang memiliki berkah keberuntungan, baru bisa panjang umur. Kamu bisa mendengar ada orang yang mengatakan: “Aih, orang ini sama sekali tidak memiliki berkah keberuntungan, apakah dia berumur panjang? Sangat sedikit sekali. Seseorang bisa meninggal karena amarah. Mereka yang tidak memiliki berkah, pasti bisa meninggal karena kesal, karena dia tidak sempurna, terlalu banyak penderitaan yang dirasakannya di dunia ini, bukan kebahagiaan. Seseorang yang mengalami terlalu banyak penderitaan dan bencana, pada akhirnya, biasanya akan berumur pendek. Master memberitahukan empat kalimat ini kepada kalian untuk saling mendukung, walau Master mengatakan “saling mendukung”, namun ini sebenarnya hanya basa-basi saja, karena sesungguhnya kalian masih berada jauh sekali.”
Kalian hidup di dunia ini, kedamaian adalah berkah, kesederhanaan adalah jalan pembinaan. Seseorang mengatakan, kedamaian adalah berkah. Coba kalian renungkan baik-baik, apabila sebuah keluarga setiap hari tidak ada masalah, bukankah berarti dia sudah memiliki berkah keberuntungan? Maka jangan lagi menciptakan masalah, jangan lagi mengejar banyak hal. Saat tidak ada orang yang mempersulitmu, itu sudah sangat bagus, ini yang disebut kedamaian adalah berkah. Akan tetapi banyak orang tidak berpendapat bahwa ia adalah berkah keberuntungan, mereka justru suka menciptakan masalah. Jika kamu hidup dengan jujur dan lurus, kamu tidak menjelek-jelekkan orang lain, kamu tidak membuat orang lain membicarakanmu, bukankah ini adalah berkah keberuntungan? Oleh karena itu, kedamaian adalah berkah, kesederhanaan adalah jalan pembinaan.
Seseorang harus bisa melihat dirinya sendiri dengan lebih simpel, saya tidak ada apa-apanya. Banyak politikus, saat dirinya belum pensiun, sudah mengetahui dan mempersiapkan dengan baik langkah selanjutnya yang seharusnya diambil. Seperti Clinton, dia sudah mengetahui bagaimana seharusnya memupuk jalannya sendiri di masa depan. Seperti kita sekarang, jika kita sekarang sudah menjadi ibu mertua, maka kamu harus berpikir, bahwa di masa depan nanti, kamu pasti akan menjadi seorang nenek, ada kalanya tubuhmu tidak akan sehat lagi, maka pada saat itu, kamu akan mendapatkan balasan dari menantumu. Saat kamu memahami persiapan hal ini, maka saat kamu menjadi ibu mertua, kamu tidak akan terlalu mempersulit menantumu. Kamu menyisakan jalan akhir bagi orang lain. Inilah kesederhanaan, membuat kamu bisa menemukan jalan pembinaan. Namun apakah orang zaman sekarang bisa begitu? Bekerja keras untuk mencari uang, jika tidak bisa mendapatkan uang lalu ribut besar-besaran, lalu saat tidak tahan lagi, kemudian melakukan kejahatan, merampas, menjahati orang; sudah jadi seperti apa itu? Di tempat kerja, coba kalian pikirkan, hal-hal yang terjadi belakangan ini: Seorang pimpinan di sebuah tempat kerja meminta seorang rekan kerja wanitanya untuk menemaninya pergi minum-minum, pada akhirnya memaksa wanita itu minum sampai mabuk, lalu memperkosanya, semua ini terekam oleh kamera. Coba kalian pikirkan, suami dan istri orang ini keduanya dulunya adalah guru, mereka adalah sebuah keluarga yang baik, lalu sekarang menjadi berantakan semua. Coba kalian pikirkan, apakah orang zaman sekarang masih memiliki sifat manusiawi? Karena kamu adalah bawahan saya, lalu dia bisa memaksanya minum minuman keras, membuatnya mabuk, sudah ke mana hati manusia sekarang? Apakah punya uang bisa membeli moralitas? Maka, pemerintah sekarang menggalakkan paham Konfusius, ingin meluruskan cara berpikir orang-orang zaman sekarang yang berantakan. Sesungguhnya, orang masa kini sepanjang waktu melakukan kejahatan. Sampai pada akhirnya, uang pun menjadi alat kejahatan. Oleh karena itu, uang adalah perpaduan dari keberuntungan dan kesialan. Jika kamu bisa menggunakan uang ini dengan baik, kamu menggunakannya untuk melakukan jasa kebajikan, kamu malah akan menyelamatkan orang lain; namun jika kamu sembarangan menggunakan uang ini, untuk melakukan kejahatan, maka kamu akan mencelakakan dirimu sendiri.
Master mengatakan hal-hal ini dengan kalian, supaya kalian memahami, seseorang hidup biasa dan sederhana, berarti kita sudah menemukan jalan Kebuddhaan ini, kesederhanaan berarti saya tidak akan menyimpang dari arah jalan yang saya jalani sendiri.
