12. Setelah Memahami kemudian Memusatkan Pikiran Baru Bisa Terbuka Pikirannya
Pahamilah bahwa untuk bisa terbebaskan diperlukan kekuatan konsentrasi, konsentrasi Zen. Konsentrasi Zen yang disebut di sini bukanlah Zen aliran Zen, melainkan merujuk pada seseorang harus bisa membersihkan jiwanya, setelah menjadi bersih, baru bisa menjadi tenang. Oleh karena itu, kita harus mengetahui tentang akar karakter, dengan mengetahui bahwa akar karakter semua makhluk baru bisa terlahir kerisauan. Karena kamu memiliki kebijaksanaan, maka kamu bisa mengetahui akar karakter. Apakah yang disebut sebagai akar karakter? Yakni akar karakter buruk dan akar karakter baik. Akar karakter adalah apakah kamu sesungguhnya baik hati atau tidak, apakah kamu ini sifat dasarnya jahat atau tidak. Karena kalian tidak bisa mengetahui mana orang yang baik dan mana orang yang jahat, orang yang kalian lihat, semuanya kalian rasa baik, namun sesungguhnya orang ini luar biasa jahat, namun dirimu pun tidak tahu. Kekurangan manusia adalah tidak mengetahui baik atau buruknya seseorang. Melihat orang ini lalu merasa dia baik, melihat orang itu pun juga merasa kalau dia baik, hal ini hanya bisa menunjukkan kalau orang ini memiliki hati nurani yang baik, akan tetapi tidak cerdas, dia tidak bisa membedakan akar karakter orang-orang. Kamu harus bisa melihat akar karakter seseorang, yakni mengetahui karakternya yang sesungguhnya, apakah baik atau buruk, dengan begitu kamu baru bisa membedakan apakah dia orang baik atau jahat. Seperti kamu harus mengetahui seberapa dalam air ini, kamu baru bisa turun dan berenang di dalamnya. Kamu melihat air ini, rasanya air ini sangat dangkal, namun begitu “byur” melompat ke dalamnya, alhasil tidak bisa menginjak dasarnya. Kita semasa kecil sewaktu berenang pun begitu, orang lain memberitahu saya, dalamnya hanya 1 meter, sampai di sini. Saya percaya kepadanya, lalu “byur” melompat turun, alhasil kedua kaki kecil saya tidak bisa menyentuh dasarnya, selain itu masih tersedak banyak air. Ini karena kamu percaya kepada orang lain, dan diri sendiri tidak memahami karakteristik air. Jika kamu tidak memahami atau mengenal orang ini, bagaimana kamu berteman dengannya?
Master mengajarkan kalian bagaimana menekuni Dharma supaya kalian bisa memahami akar karakter secara total, kemudian kalian sendiri harus memiliki kecerdasan untuk menanam kekuatan dan alam dimana kekuatan ditanam. Yakni, kekuatan yang kamu tanam dan di alam mana kekuatan itu ditanam, dengan kata lain di alam mana kamu menanam akar ini, poin ini sangat penting. Jika kamu menanam akar ini pada tubuh binatang, kamu baik sekali terhadap anjing ini, lalu juga memelihara kucing, memelihara ayam juga tidak untuk disembelih, kamu sangat baik sekali pada mereka, sesungguhnya, kekuatan yang kamu tanam ini adalah kekuatan yang baik. Saya beritahumu, mungkin saja di kehidupan selanjutnya kamu akan menjadi pemimpin di antara para kucing dan anjing, atau kamu akan menjadi pemimpin seperti raja singa, karena terdapat juga pemimpin di antara para binatang. Jika kekuatan yang kamu tanam ini, ditanam di Alam Manusia, maka akan memperoleh pahala duniawi; jika ditanam di Alam Akhirat, maka akan mendapat berkah pahala di Alam Setan; jika di Alam Binatang, maka balasan baik yang kamu dapatkan akan berasal dari alam tersebut. Jika kamu menanam kekuatan ini di Alam Manusia, seperti saya berusaha sekuat tenaga baik kepada orang ini, baik pada orang itu, memberi mereka uang, maka di kehidupan selanjutnya, kamu mungkin akan menjadi seorang yang sangat kaya raya. Karena kekuatanmu ditanam di Alam Manusia, kamu pun juga hanya seorang manusia, bukan Dewa. Sekarang pada masa periode akhir Dharma, sesungguhnya banyak yang datang dari alam mana pun. Kekuatan yang kamu tanam adalah jasa kebajikan yang kamu lakukan sesungguhnya adalah jasa kebajikan untuk naik ke Surga, atau jasa kebajikan untuk menjadi manusia, atau jasa kebajikan untuk menjadi binatang, atau ingin turun ke Neraka… sesungguhnya semua ini dirimu sendiri yang melakukannya. Alam kekuatan ditanam, adalah di alam mana kamu menanam kekuatan, maka kamu akan memperoleh balasan dari alam tersebut. Jika kamu sepanjang waktu melakukan kejahatan di Alam Manusia, maka nantinya kamu akan pergi ke Alam Binatang, atau ke Alam Neraka.
Kita harus bisa memahami sepuluh Alam Dharma, harus tahu hal-hal mengenai sepuluh Alam Dharma. Dengan kata lain, kalian harus mengetahui semua tentang sepuluh Alam Dharma, yakni harus memahami tumimbal lahir di enam alam, harus memahami Empat Alam Brahma, harus bisa memprediksi ke mana akan pergi di masa depan nanti, yaitu nantinya kita ingin pergi ke mana. Misalnya, saya sudah berpikiran terbuka, setelah meninggal, saya harus pergi ke Surga. Baiklah, kalau begitu kamu harus melakukan lebih banyak hal-hal surgawi, lebih banyak melakukan tugas-tugas Buddhis, melakukan hal-hal yang dilakukan orang suci, sebaliknya lebih sedikit melakukan hal-hal duniawi. Yang sekarang kamu lakukan adalah hal-hal duniawi, maka di kehidupan selanjutnya mungkin saja kamu masih akan terlahir sebagai manusia. Jika sekarang kamu membantu orang lain, kalau bukan jasa kebajikan, kamu hanya membantu orang lain, baik kepadanya, atau baik kepada orang itu, menjalin jodoh baik yang sangat mendalam dengan mereka, maka saat kamu terlahir di kehidupan selanjutnya, akan ada banyak orang yang baik terhadapmu. Master sudah ada berkali-kali terlahir di Alam Manusia atau di Alam Surga, maka sekarang Master turun membabarkan Dharma, baru bisa ada begitu banyak orang yang bersedia membina diri mengikuti Master, ada begitu banyak orang yang mendukung dan melindungi saya, sesungguhnya itu semua adalah jodoh dari berkali-kali reinkarnasi saya. Mereka semua berjodoh dengan Master, maka sekarang semuanya menjadi Pelindung Dharma. Jika di kehidupan ini kamu tidak melakukan hal-hal duniawi, malah melakukan hal-hal buruk seperti di Alam Setan, maka di kehidupan selanjutnya kamu akan terlahir sebagai setan. Oleh karena itu, setiap orang harus merenung sendiri, tindakan dan perilaku kalian hari ini, apakah sedang melakukan hal-hal yang manusiawi atau hal-hal setan? Atau sedang melakukan hal-hal suci (yakni hal-hal yang dilakukan orang suci)? Jika seseorang seringkali memiliki nafsu keinginan, maka sesungguhnya nantinya orang ini akan terlahir sebagai binatang. Karena ini adalah hal-hal yang dilakukan binatang, sedangkan manusia tidak boleh sering melakukannya, maka tingkat kesadaran spiritual harus ditingkatkan, harus bisa melihat kebenaran dari hal ini, maka disebut dengan “melihat kebenaran dari dunia fana”, karena dia memiliki waktu. Orang yang sudah berumur jika sering melakukan hubungan suami istri, sesungguhnya dia sedang berjalan menuju Alam Binatang. Jika terlebih lagi mencari gadis muda untuk hal ini, juga berarti berjalan menuju Alam Binatang. Maka harus disiplin, kalian harus bisa mendisiplinkan diri sendiri.
Selain itu, kalian harus tahu, semua makhluk di masa depan nanti akan mencapai tingkat kesadaran spiritual seperti apa. Dengan kata lain, kita sudah begitu lama membina pikiran, harus memahami tingkat kesadaran spiritual apa yang bisa dicapai diri sendiri. Jika kita sudah mencapai tingkat kesadaran spiritual Bodhisattva, maka kita akan pergi ke Alam Bodhisattva. Jika seseorang berpendapat bahwa dirinya masih adalah orang biasa, luuar biasa risau, maka di kehidupan selanjutnya, masih akan terlahir sebagai manusia. Kita harus bisa memahami, bahwa di Alam Manusia ini, kamu menanam bibit karma di alam mana, pasti akan mendapatkan balasan karmanya. Kamu ingin menjadi orang baik, maka kamu menanam bibit karma baik; kamu ingin menjadi Bodhisattva, maka baik-baiklah menjadi Bodhisattva. Sebelum meninggal di kehidupan ini, kamu sudah mengetahuinya, dengan tingkat kesadaran spiritual saya, maka saya pasti akan menjadi Bodhisattva, atau dengan tingkat kesadaran spiritual saya, maka saya pasti akan terlahir sebagai manusia. Banyak orang, mereka sendiri sudah tahu, “Saya sudah melakukan banyak kejahatan, saya akan turun ke Neraka”, bukankah ada banyak orang yang berkata demikian? Orang yang tidak percaya semuanya akan berkata demikian. Mengapa orang barat bisa mengatakan “Pergilah ke Neraka”, juga berarti menyuruhmu masuk Neraka. Orang timur maupun barat juga tahu adanya Neraka, mana mungkin tidak dibalaskan? Balasan karma bagai bayangan yang selalu membuntuti kita, tidak akan bisa melarikan diri darinya.
Ketahuilah bahwa kekuatan supernatural mata dewa (dibbacakkhu) yang tak terhalang (yakni kekuatan supernatural mata dewa yang tidak memiliki halangan), dimiliki oleh setiap orang, hanya saja kalian tidak bisa melihatnya, karena kekuatan ini belum dibuka. Master memiliki keadaan biologis yang sama dengan kalian, namun mengapa Master bisa melihat? Karena (mata dewa) Master sudah terbuka. Seperti, mengapa kamu bisa memainkan piano namun dia tidak? Mengapa kamu bisa berbicara sedangkan anak kecil itu tidak? Karena anak kecil ini belum tiba waktunya untuk berbicara, dia masih belum belajar untuk berbicara. Kalian harus menggunakan kebijaksanaan kalian, belajar menggunakan kekuatan supernatural kalian. Apakah yang dimaksud dengan kekuatan supernatural di sini? Ini adalah respon spiritual atau reaksi kita. Contoh, saya merasa orang ini sangat baik, saya merasa rumah ini sangat nyaman, saya merasa di tempat ini akan segera terjadi satu kejadian, saya merasa bos ini tidak baik pada saya ….. ini semua adalah kemampuan supernatural kita, apakah kalian bisa menggunakannya? Ketika seseorang ditampar oleh orang lain, namun dia masih tidak tahu apa kesalahan yang dilakukannya, ini berarti dia tidak memiliki kemampuan supernatural. Misalnya, hari ini kamu pergi bekerja, jika kamu membuat orang lain tidak senang atau membicarakan orang lain di belakangnya, maka begitu matamu melihatnya, akan segera tahu ada masalah, akan segera merasakannya, sesungguhnya ini adalah kemampuan supernatural. Apabila tidak mengetahuinya, malah masih menghampiri dan menyapanya, “Halo!”, “Halo apa?”, “Mengapa kamu galak sekali sih?”, “Galak? Belum saya maki kamu.” Ini tandanya orang ini tidak memiliki kemampuan untuk memprediksi, tidak memiliki kekuatan supernatural, tidak memiliki kekuatan kebijaksanaan spiritual, makanya dia tidak memahami banyak hal yang terjadi di dunia fana ini.
Selanjutnya, Master akan membahas tentang, kemampuan mengetahui kehidupan lampau (pubbenivasanusatti) tanpa kebocoran. Apakah yang dimaksud dengan kemampuan mengetahui masa lalu tanpa kebocoran? Dengan kata lain, kamu tidak bisa melakukan segalanya dengan sempurna, karena sifat buruk yang kamu bawa dari kehidupan sebelumnya terlalu berat. Kehidupan yang lalu sesungguhnya adalah balasan nasib, karenanya membuat dirimu tidak bisa melakukan segala sesuatunya dengan sempurna. Inilah mengapa banyak orang yang selalu berpikir, “Saya ingin melakukan hal ini dengan sempurna”, namun pada akhirnya mengapa setiap hal tidak bisa dilakukan dengan sempurna? Ini karena akar sifat buruk yang kamu bawa dari kehidupan sebelumnya memiliki kebocoran. Takdir masa lalu adalah nasib yang sudah ditentukan, kemampuan mengetahui kehidupan masa lalu sesungguhnya termasuk mengetahui masa lalu dan masa depan, ini adalah kemampuan supernatural. Contohnya, seseorang yang sudah jelas mengetahui bahwa pikirannya sulit untuk konsentrasi dan mudah melakukan kesalahan, maka ketika mengerjakan sesuatu hal seharusnya lebih berhati-hati. Namun dia menyepelekan hal ini, malah tidak peduli, alhasil setiap kali dia akan melakukan kesalahan. Karena dia memiliki kebiasaan ini, oleh karena itu kalian semua harus mengetahui pentingnya menghilangkan kebiasaan buruk, yakni selamanya memutuskan kebiasaan buruk yang saya miliki, selamanya memutuskan kebiasaan yang bisa menjerumuskan saya ke dalam roda reinkarnasi, dengan kata lain kita harus menghilangkan semua kebiasaan buruk yang bisa membuat kita bereinkarnasi kembali. Memberitahukan kepada kalian, seseorang yang memiliki kebencian yang terlalu besar akan bereinkarnasi kembali di enam alam. Contohnya, jika pada suatu hari kamu memberi tahu Master, “Saya sudah mengubah kekurangan saya, yakni membenci orang, sekarang saya benar-benar tidak membenci siapapun”, ini berarti kamu sudah memutuskan akar tumimbal lahir enam alam; namun jika kamu memberi tahu saya, kalau kamu masih membenci orang lain, itu berarti kamu masih akan bertumimbal lahir di enam alam. Alam yang terbaik dari reinkarnasi keenam alam ini adalah Alam Surga, namun meskipun kamu bisa pergi ke Alam Surga, tetapi pada suatu hari pahalamu di alam ini akan berakhir, kamu tetap akan turun kembali, karena semua ada waktunya. Hanya ketika kamu sudah terbebaskan dari tumimbal lahir enam alam, maka selamanya tidak akan turun lagi. Seperti sekarang di Australia, siapapun berharap bisa mendapatkan identitas warga negara tetap. Misalnya kamu datang bertamasya ke Australia, dan hanya sebentar saja, kamu harus kembali ke negara asal, kamu tidak bisa melihat apa-apa, kamu belum menikmati air, udara, matahari di Australia, dan kamu sudah harus pulang. Jadi meskipun kamu memiliki umur ribuan ataupun puluhan ribu tahun di Alam Surga, waktu akan berlalu cepat dan pada akhirnya, kamu tetap harus turun kembali. Maka yang terbaik adalah terbebas dari tumimbal lahir enam alam.
Master akan membahas tentang “sesuai dengan aturan” dan yang “tidak sesuai dengan aturan”. Kalian sering mendengar orang lain mengatakan apa yang sesuai dengan aturan dan ajaran Dharma. Karena setiap orang dalam membina dirinya akan dilakukan berdasarkan prinsip kebenaran dan kriteria pembinaan diri sendiri. Misalnya, “Aih, tidak apa-apa, asalkan saya bisa melafalkan paritta, itu sudah cukup” atau “Asalkan Guan Shi Yin Pu Sa memberkati saya, itu sudah cukup”. Ini adalah kriteria kalian. Sesungguhnya kalian saat menganalisa kriteria-kriteria ini mungkin kemampuan kalian masih dangkal, masih belum sempurna, masih ada kesalahan, maka dalam pembinaan pikiran, kalian akan menghadapi berbagai macam masalah yang tidak bisa diselesaikan. Karena kalian mengira bahwa diri kalian sendiri sedang membina pikiran, mengira kalau diri kalian sedang melafalkan paritta. Lalu apakah paritta yang kalian lafalkan? Pikiran apa yang kalian bina? Seperti banyak orang di internet masih sering melihat ada orang yang menggunakan kata-kata Buddha dan Bodhisattva untuk mengkritik orang lain, menurutmu, orang-orang seperti ini kasihan atau tidak? Agama Buddha pada dasarnya adalah suatu agama yang tidak memiliki perselisihan. Coba pikirkan, jika kamu mengeluarkan suatu hal yang berasal dari ajaran Buddha Dharma untuk menjelek-jelekkan orang lain, berkata buruk tentang hal ini atau hal itu, apakah ini masih adalah ajaran Buddha Dharma? Apakah ini adalah ajaran yang benar? Seperti seseorang yang mulutnya sepanjang waktu mengatakan kalau orang ini tidak baik, atau orang itu tidak baik, menurut kalian apakah dia adalah orang baik? Semua orang tidak baik, semua orang adalah orang jahat, hanya kamu yang paling baik, kamu adalah orang baik. Menurut kamu, apakah ini mungkin?
Ketahuilah, dalam menekuni Dharma, sebelum kita mencapai penerangan akhir yang paling sempurna, apakah “akhir” di sini? “Akhir” berarti sudah sampai ke dasar. Mengapa sampai ke akhir? Berarti sudah bertanya sampai tuntas. Jika belum sampai akhir berarti masih belum bisa dikatakan sempurna. Kesadaran makhluk hidup selalu memiliki banyak kesalahan. Apabila kamu masih belum mencapai kesadaran yang sempurna dalam menekuni Dharma, kamu tidak mengerti apakah itu Buddha Dharma yang sebenarnya, maka kamu pasti akan memiliki banyak kesalahan. Oleh karena itu, banyak orang setelah mengetahui beberapa perilaku dan tindakan dalam menjalin relasi dengan orang lain dalam pembinaan diri, lalu saling mengkritik: kamu ini bagus, dia ini tidak baik, dia ini bagus, kamu ini tidak bagus, terus saling berbalas. Seperti ada sebagian orang, dia sama sekali belum pernah mendengar Pintu Dharma Master, juga belum pernah melihatnya, namun dia berani sembarangan bicara. Mengapa Xin Ling Fa Men bisa begitu ampuh, mereka tidak tahu ada berapa banyak Dewa Pelindung Dharma? Dia bahkan tidak tahu kalau dia sendiri sedang menciptakan karma mulut. Ada juga orang yang karena melihat Master masih muda, atau melihat Master tidak menjadi biksu, dia lalu berpikir kalau Pintu Dharma ini bagus atau tidak? Ketahuilah seperti pribahasa “Setiap jalan menuju ke Roma”, banyak biksu-biksu besar yang karena pembinaan di kehidupan sebelumnya atau berasal dari Surga, tidak bisa hanya dinilai dari umurnya atau apakah seorang biksu atau bukan. Sang Buddha sebelum membina dirinya, memangnya sifat dasarnya bukan Buddha? Jika seorang praktisi Buddhis yang sesungguhnya, dia tidak akan mengatakan keburukan orang lain. Setiap kali Master membabarkan Dharma, selalu mengajarkan semua orang untuk menghormati Pintu Dharma lain. Master terhadap setiap Pintu Dharma sangat hormat, tidak mengatakan keburukan orang lain. Sedangkan ada sebagian orang yang membicarakan Pintu Dharma orang lain di depan Master, seperti Master Lu, Pintu Dharma ini begini begitu, coba kamu lihat bagaimana dengan Pintu Dharma ini. Seperti dokter, ada dokter tradisional Tiongkok ada dokter barat, ada dokter externis ada juga internis, setiap divisi adalah baik, kamu pun bisa melihat setiap divisi, dan divisi mana yang ingin kamu lihat, maka kamu bisa memilih divisi tersebut. Kamu tidak perlu mengatakan dokter internis ini lebih bagus daripada dokter spesialis anak itu, atau lebih bagus daripada dokter spesialis tulang, hal ini pada dasarnya memiliki kebocoran, orang yang tidak belajar dengan baik baru bisa melakukan hal-hal ini. Oleh karena itu, semua prinsip yang mengandung pandangan yang menyimpang adalah prinsip yang menyimpang, sepertinya masuk akal, namun sesungguhnya semua perkataannya memiliki pandangan yang menyimpang atau tidak setara. Kamu bahkan sama sekali tidak kenal dengan Master, namun kamu menjelek-jelekkan Master, itu pasti mengandung pandangan menyimpang. Jika kamu mendengarkan orang lain, lalu berkata Pintu Dharma ini saya tidak pernah mendengarnya, saya tidak percaya, kalau begitu kamu benar-benar sangat bodoh sekali. Seperti banyak orang di antara kita yang belum pernah melihat komputer, tiba-tiba melihat anak-anak semuanya menggunakan komputer, lalu berkata, “Ini apa, leluhur kita saja tidak pernah menggunakannya, tidak pernah melihatnya, pasti tidak bagus.” Logikanya sama saja, terhadap sesuatu yang tidak pernah kamu lihat, apakah kamu bisa mengatakannya tidak baik? Siapa yang bodoh? Maka, terhadap beberapa komentar yang kamu dengar dalam menekuni Dharma, sama sekali tidak perlu melawannya, dia sendiri pun tidak mampu menyempurnakan perkataannya. Dia bilang tidak bagus, coba kamu tanya, di mana letak bagus dan tidak bagusnya? Dia pun tidak bisa mengatakannya, maka argumen ini tidak perlu di komentar pun akan hilang dengan sendirinya. Oleh karena itu dalam melakukan segala hal harus menggunakan kebijaksanaan. Sekian pembahasan Master pada hari ini.
