40. Membina Menghentikan Pemikiran Sampai Memusatkan Pemikiran 修止念到定念

40. Membina Menghentikan Pemikiran Sampai Memusatkan Pemikiran

Kalian semua tahu, sekarang di antara para murid terjadi banyak hal. Seperti masalah Tuan Zhou pada kenyataannya sudah turut menggerakkan hati banyak orang, maka dalam kelas murid hari ini, Master akan menyampaikan beberapa hal secara singkat.

Karena setiap orang memiliki nasibnya sendiri, jika memang sudah tiba saat halangan bencana tiba di dalam nasibnya, maka biasanya sangat sulit untuk diubah, meski sedang diubah sekalipun, juga akan kembali berulang. Pertama-tama, kalian harus tahu apa penyakit yang diderita orang ini? Jika itu adalah penyakit yang menyerang sel, maka menurut ilmu kedokteran, penyakit jenis sel ini mungkin seperti sejenis kanker. Sel kanker bukan berarti kalau dia berada di mana lalu kamu bisa menyingkirkannya. Apabila sel kanker tumbuh di lever atau hatimu, lalu kamu mengangkat levernya; jika tumbuh di paru-paru, lalu kamu mengangkat paru-parunya. Namun cara seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah, karena sel itu bergerak. Apakah kalian mengerti? Dari sudut pandang metafisika, ini adalah penyakit yang disebabkan oleh arwah asing. Suatu penyakit karena halangan buah karma buruk, saat sudah tiba waktunya, pada kenyataannya ia adalah arwah asing yang teraktivasi, juga merupakan suatu halangan bencana, bisa membuat orang tersebut meninggal mendadak.

Di pertemuan yang lalu, Master sudah banyak menasihati mereka berdua, kemudian mereka berdua juga menjadi sangat senang, Tuan Zhou pun kelihatan semangat dan segar, terus sibuk di sana dan di sini, dia senang sekali. Master berpesan kepadanya, selama 2 bulan ini harus memohon kepada Bodhisattva untuk memberkatinya, dia sendiri harus lebih banyak melafalkan paritta, lebih banyak melafalkan Xiao Fang Zi. Karena ini adalah hal yang sangat sederhana. Namun kemarin, orang tua ini pergi periksa ke dokter, dia kembali berubah, dia sudah mendaftarkan diri untuk operasi lusa. Kemarin saya pun sudah merasa sedih sehari, karena saya bisa melihat, jika dia menjalani operasi, maka keadaannya bisa berbahaya. Mengapa? Pertama, coba kalian pikirkan, ususnya sudah dipotong 2 kaki (60.96 cm), lalu selanjutnya jika lambungnya dipotong ¾ nya, bagaimana hidupnya nanti? Selain itu, dengan kondisi kesehatan tubuhnya yang seperti ini, apakah istrinya sanggup mengurusnya di rumah? Semua ini adalah kenyataan. Maka, Master memohon berkat dari Bodhisattva, semoga hari ini bisa kembali meyakinkannya.

Tahukah kalian? Kemarin saat Tuan Zhou menelepon, suaranya sangat lemah dan tidak bertenaga, beberapa hari ini sudah membuat Nyonya Zhou kelelahan sekali mengurusnya. Nyonya Zhou berkata, kalau lewat beberapa hari lagi dia tidak meninggal, maka selanjutnya dirinya sendiri yang akan masuk rumah sakit. Selain itu, selama seminggu ini, berat badan Tuan Zhou sudah turun 10 kg. Tuan Zhou hari ini datang ke kantor Master, lalu melihat Master terus tersenyum, terus tertawa, apa yang sedang Master tertawakan? Master menertawakan Tuan Zhou yang tidak menuruti nasihat Master, maka penderitaan sudah ada di hadapannya. Sesungguhnya, Master tersenyum terus menggunakan medan aura Master. Pada akhirnya, pikirannya bisa terbuka. Dia berkata, begitu melihat Master, dia merasa senang. Tidak lama kemudian, Nyonya Zhou masuk dan memberitahu Master, tadi lupa memberitahu Master, saat Master sedang memohon untuk Tuan Zhou kepada Guan Shi Yin Pu Sa, dia melihat Buddha Maitreya. Dia berkata, tadi suara tawa Master sama persis seperti suara tawa Buddha Maitreya, karena kemarin malam dia bermimpi mendengar suara tawa Buddha Maitreya (Nyonya Zhou ini setiap kali mengikuti Master menyembah Bodhisattva, selalu bisa melihat Bodhisattva, selain itu yang dilihatnya sama seperti yang Master lihat. Master mengatakan kalau dia sudah terbuka kemampuan mata dewanya). Selain itu, hari ini saat menyembah Buddha, juga ada seorang saudara se-Dharma yang melihat Buddha Maitreya, dia masih merasa bingung, mengapa Buddha Maitreya bisa datang? Master beritahu kalian, sudah ada Bodhisattva yang sedang menolong Tuan Zhou. Hari ini Tuan Zhou sudah bisa berpikiran terbuka. Asalkan dia sudah berpikiran terbuka, maka dia segera merasa bersemangat, raut wajahnya segera terlihat segar bugar.

Coba pikirkan, usus dan lambung manusia sangatlah penting, jika kurang satu organ saja, maka sudah tidak seperti manusia, walaupun ingin menolongnya akan sangat sulit. Sesungguhnya, seperti sel kanker yang dideritanya, bisa ada hari ini, juga bisa hilang di hari esok, semuanya tergantung dari dirinya baik-baik melafalkan paritta, dan baik-baik menjaga kesehatannya. Master berencana beberapa hari lagi menemaninya pergi melihat seorang tabib, saya sudah membuat janji dengan tabib ini. Hari ini dia senang sekali, malam ini, hatinya sudah menjadi lebih tenang. Nyonya Zhou juga merasa senang. Yang bisa menolongnya sesungguhnya adalah Bodhisattva. Bodhisattva bisa menolong kita. Hari ini Tuan Zhou tidak hanya menolong diri sendiri, juga menolong istrimu. Kamu hidup pun harus memikirkan istrimu, kamu yang tinggal separuh nyawa ini, setelah operasi, bukankah di rumah pun, kamu akan menyusahkan istrimu? Tidak bisa berdiri, juga tidak bisa berjalan, setiap hari hanya makan sedikit. Sekarang perutmu masih belum bagaimana, namun sudah dilubangi sampai 3-4 lubang, beberapa hari ini sakitnya sampai membuatnya tidak bisa makan. Coba kamu pikirkan, apakah kamu masih bisa hidup? Tidak memiliki keyakinan, kalau bicara jujur, kamu tidak memiliki keyakinan terhadap Guan Shi Yin Pu Sa. Kamu harus baik-baik melafalkan paritta. Hari ini Master menolongnya, dia segera terlihat segar bugar. Barusan dia mengambil air dan mau masuk ke dalam, ada seorang teman kecil yang melihat kalau dia menggunakan kakinya untuk mendorong pintunya, “peng” pintu pun terbuka, sampai di sini segera terlihat bersemangat. Coba saja di rumah, tanya saja Nyonya Zhou, kelihatan seperti orang mati, “Aduh, saya tidak tahan lagi, saya tidak bisa masuk kelas”, bahkan bicara pun sangat pelan.

Harus diingat, siapa yang sedang menolongmu, harus benar-benar berterima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa. Kamu harus ingat, dirimu sudah bukan anak kecil, tidak boleh terus berubah-ubah. Jika berubah, berarti ada iblis yang menghalangimu, tidak mau kamu bertemu dengan Master, tidak memperbolehkan kamu datang ke Guan Yin Tang. Hari ini kamu masih bisa datang, berarti kamu masih bisa tertolong. Banyak orang yang bisa tertolong, bahkan kanker lever pun bisa sembuh, mana mungkin kamu tidak bisa sembuh? Pikirkan baik-baik, kamu tidak boleh terus membuat Master kelelahan seperti ini. Malam itu, berapa banyak energi medan aura yang Master pergunakan untukmu, lihat dirimu yang seperti ini. Tahukah kamu, betapa sedihnya Master kemarin? Setelah sedih, lalu mengundang Buddha dan Bodhisattva untuk membantu mengobatimu. Barusan saat kamu sedang menyembah Buddha dan Bodhisattva, ada Bodhisattva datang, tahukah kamu? Saudara se-Dharma yang satu lagi pun merasakannya, melihat Guan Shi Yin Pu Sa sedang mengobatimu. Saya beritahu kamu, dirimu sudah mengecewakan Guan Shi Yin Pu Sa, murid seperti kamu ini payah sekali. Jika berdasarkan 40% raga badaniah Master di dunia ini, saya pun tidak akan menginginkanmu lagi, masih menolong nyawamu? Kalian bisa tanya dia, hari ini melihat Master, apa perasaannya? Sekarang dia melihat Master sangat senang. Maka baik-baik membina diri! Yang Master lakukan demi kebaikan kalian, mengerti?

Banyak orang yang tidak tahu, karakter Master memang begini, menolong orang tetap menolong, namun yang harus dimarahi dan dinasihati tetap akan dikatakan, setelah selesai mengatakannya, tetap terus membantunya memohon. Kalian harus lebih banyak memahami Master, harus menjadi lebih patuh, ketahuilah, apa yang Master gunakan untuk menolong kalian. Hari ini Master merasa senang sekali, bisa menolong dua nyawa. Masalah Tuan Zhou, apakah membuat kalian sedih? Semuanya merasa sedih. Kalian semua adalah murid Master, perasaan welas asih seperti ini harus dimiliki. Master beritahu kalian, kalian harus membina pikiran baik-baik, permasalahan kalian setiap murid, Master terus memedulikannya. Siapa yang tidak Master pedulikan? Kalian tahu, Tuan Liu itu, dia sudah melafalkan paritta sampai berhasil membuat kanker levernya sembuh. Kalian harus paham, ketahuilah bahwa menekuni Dharma memerlukan keyakinan, jika tidak ada keyakinan, tekad, dan praktik, tidak akan mungkin bisa. Apabila tidak memiliki keyakinan kepada Guan Shi Yin Pu Sa, berarti belum membina diri dengan baik.

Master beritahu kalian, karena masalah Tuan Zhou membuat Master sangat sedih. Hari ini saya menyayangkan banyak hal-hal di dunia ini. Master menggunakan kebijaksanaan surgawi untuk menganalisa permasalahan duniawi, coba lihat kalian di dunia ini, apa saja yang sedang kalian lakukan? Kalian sendiri pun tidak menyadari apa yang kalian lakukan di dunia ini?

Sekarang, Master terlebih dahulu akan membabarkan beberapa materi Buddha Dharma, membina diri. Banyak orang mengira membina diri adalah pergi ke kuil bersembah sujud kepada Buddha dan melafalkan paritta. Sesungguhnya, pergi ke kuil bersembahyang kepada Buddha dan melafalkan paritta, hanyalah merupakan suatu proses “mendengar”, apakah kalian tahu “mendengar”? Berarti mengetahui, telinga mendengar, hidung membaui, dan lainnya. Pergi ke kuil bersembahyang kepada Buddha dan melafalkan paritta, bagaikan telah mengenal ajaran Buddha Dharma, akan tetapi ini hanyalah permulaan dari menekuni Dharma. Kita menekuni Dharma harus bisa menganalisa atau membedakan. Yakni bisa membedakan yang benar dan yang salah, harus bisa berpikir, harus menggunakan kebijaksanaan untuk menganalisis hal-hal yang kita pelajari itu baik atau buruk? Jika seseorang hanya tahu pergi ke kuil untuk melafalkan paritta, memasang dupa, menyembah Buddha, sesungguhnya orang ini hanya “mengenal” ajaran Buddha Dharma, tidak termasuk membina pikiran. Mengerti? Lalu yang bagaimana baru termasuk membina pikiran? Orang yang membina pikiran, pertama-tama harus bisa membedakan kebaikan dan kejahatan di dunia ini. Harus bisa menggunakan otaknya untuk berpikir panjang, harus menggunakan kebijaksanaannya untuk menelaah, untuk memikirkan hal-hal di dunia ini, yang mana yang sesuai aturan dan ajaran Buddha Dharma. Coba renungkan, jika berdasarkan teori Bodhisattva yang ini, apakah yang saya lakukan ini benar atau tidak? Harus bisa menggunakan teori ajaran Buddha Dharma untuk menguraikan dan menelitinya, kamu baru bisa benar-benar memahami makna logika yang terkandung di dalamnya. Saat seseorang mampu menguraikan prinsip dan teori Dharma, maka sesungguhnya saat ini baru disebut mulai membina pikiran. Mengerti?

Kita harus menghentikan segala pemikiran duniawi. Kita dalam menekuni Dharma, terkadang harus bisa menghilangkan cara berpikir duniawi. Apakah cara berpikir atau pemikiran duniawi? Seperti melihat rupa atau fenomena palsu lalu berpendapat bahwa itu adalah nyata. Sudah jelas bahwa hal ini adalah fenomena palsu. Contoh sederhana, seperti masalah Tuan Zhou hari ini, sekarang sel kanker yang terdeteksi adalah suatu fenomena palsu. Karena ia sama seperti suhu tubuh seseorang, hari ini bisa tidak bagus, besok kembali baik, ini adalah suatu fenomena palsu. Lalu apakah fenomena yang nyata? Sekarang saya sudah lanjut usia, saya harus bervegetarian, yang saya makan harus bersih, saya harus menjaga kualitas tertentu kesehatan tubuh saya, saat sel-sel kanker saya datang, maka saya seharusnya bagaimana menstabilkan mentalitas diri sendiri. Karena sel berubah mengikuti kondisi psikologis seseorang, saat mental seseorang tidak mampu menerima tekanan, maka sel tubuhnya bisa berubah. Ini yang dinamakan, menekuni Dharma harus bisa memahami prinsip Dharma, harus bisa memahami prinsip kebenaran Dharma ini. Yang kamu lihat hari ini adalah fenomena palsu ini, dan mengira adalah fenomena nyata, maka kamu merasa nyawamu sudah hampir hilang, saya sudah mau mati. Coba kamu lihat saja, beberapa hari yang lalu di rumah, kamu menangis hingga begitu seperti besok sudah mau mati, kamu membuat istrimu kesusahan sampai seperti ini, bukankah karena fenomena palsu ini yang menyesatkan dan membutakan matamu? Banyak sekali orang yang menderita kanker, coba lihat bagaimana mereka bisa bertahan? Karena fenomena palsu bisa berubah menjadi nyata. Jika kamu menggunakan fenomena nyata untuk memahaminya, maka kamu tidak akan lagi menganggapnya sebagai suatu “fenomena nyata”. Mengerti?

Yang Master katakan sekarang, ingin memberitahu kalian, bahwa segala hal yang kalian lihat di dunia ini adalah fenomena palsu. Misalnya, hari ini menikah, lalu beberapa hari kemudian bercerai, bukankah ini adalah fenomena palsu? Sekarang sudah makan kenyang, lalu tidak lama kemudian kembali lapar, bukankah adalah fenomena palsu? Sewaktu muda, bukankah sangat cantik? Sekarang sudah berusia lanjut, sudah tua, bukankah adalah fenomena palsu? Yang mana yang nyata? Seseorang yang benar-benar memahami dan bisa melihat kebenarannya, baru dinamakan sudah menguasai prinsip Dharma. Hari ini melewati kesulitan ini, besok kembali menghadapi kesulitan yang lain, apa anehnya? Sebelumnya, saat Tuan Zhou divonis menderita kanker usus, bukankah Master yang membantu menerawangnya? Bukankah sudah melafalkan paritta dan sembuh? Kali ini datang kembali, lalu kamu takut? Dirimu harus benar-benar membina diri baik-baik, kamu harus percaya kepada Guan Shi Yin Pu Sa. Istrimu saja bisa melihat Guan Shi Yin Pu Sa, namun kamu masih begini, kamu benar-benar bersalah kepada Guan Shi Yin Pu Sa. Kamu payah sekali. Orang yang sudah mengikuti Master menekuni Dharma bertahun-tahun lamanya, masih tidak memiliki keyakinan seperti ini, benar-benar payah. Apa yang ditakutkan tentang mati?

Maka ingatlah, kalian harus menghentikan pemikiran duniawi diri sendiri. Dengan kata lain, jangan memikirkan pemikiran-pemikiran duniawi, karena pemikiran-pemikiran ini bersifat sementara. Masalah yang tidak menyenangkan, setelah berlalu berarti sudah berlalu. Pemikiran duniawi yang mana yang bisa dianggap nyata? Saat sudah berlalu bukankah sudah lewat, menurut kalian benar atau tidak? Semasa kalian masih muda, siapa yang tidak pernah menghadapi masalah? Masalah apa yang belum pernah dihadapi? Saya kenal dengan seorang keturunan Tionghoa, saat dia pergi main golf, secara tidak sengaja matanya terpukul bola golf orang lain, sampai seluruh bola matanya keluar semua, dan begitulah matanya menjadi buta. Bagaimana bisa main golf hingga mengalami hal seperti ini? Ini karena kesialan yang memang seharusnya dialaminya. Hari ini, kamu – Tuan Zhou percaya kepada Guan Shi Yin Pu Sa, “Saya tidak akan mati, saya akan melafalkan paritta baik-baik. Meskipun pelan-pelan akan mati, tetap masih bisa hidup beberapa tahun lagi.” Namun setelah semangatmu runtuh semua, maka sistem kekebalan tubuhmu secara beruntun akan bermasalah, maka saat itu kamu akan segera meninggal. Terhadap Guan Shi Yin Pu Sa, kita harus benar-benar yakin, penyakit apapun bisa sembuh. Saya beritahu kalian, peristiwa kali ini merupakan suatu peringatan bagi kalian semua, semoga untuk selanjutnya, jika kalian divonis menderita penyakit kritis, harus memiliki keyakinan yang teguh, jangan seperti Tuan Zhou. Mengerti? Selanjutnya, kita akan mulai membahas materi pelajaran.

Sewaktu kalian membina diri sampai mencapai konsentrasi penuh, itu baru namanya membina diri dengan baik. Membina pikiran sampai bisa memusatkan pikiran – konsentrasi pikiran. Apakah yang disebut dengan konsentrasi pikiran? Dengan kata lain, kamu bisa tak tergoyahkan. Jika masih tergoyahkan, berarti pembinaan dirimu masih kurang. Jika pemikiran duniawi kamu terlalu banyak, berarti tidak menerapkan ajaran dan prinsip Dharma ke dalam pemikiran sendiri, maka kekuatan konsentrasi pikiranmu masih kurang. Ketika kamu sudah mencapai konsentrasi pikiran, berarti kamu sudah dari menghentikan pemikiran sampai memusatkan pemikiran, hanya dengan menghentikan pemikiran diri sendiri, baru bisa memusatkan dan menetapkan pemikiran diri sendiri. Seperti, mobil ini sedang berjalan, pertama, kamu memintanya berhenti terlebih dahulu, maka dia baru bisa berhenti. Harus memintanya berhenti dulu, yakni menginjak rem untuk menghentikan mobilnya, dia baru bisa berhenti (diam). Ketika kita sedang merasa sangat risau, merasa sangat tidak senang, maka pertama-tama, kita harus menghentikan pemikiran diri sendiri, “Saya tidak akan memikirkannya lagi, masalah ini sudah lewat berarti sudah berlalu, sudah tidak ada masalah lagi. Pikiran saya sudah terbuka.” Pertama, hentikan pemikiran, kemudian kamu baru bisa membuat pemikiran ini menjadi terpusat – diam, maka kamu tidak akan merasa risau lagi, tidak akan marah lagi, tidak akan merasa takut lagi. Mengerti?

Yang Master bahas, tentang “menghentikan pemikiran” dan “memusatkan pemikiran” merupakan suatu pembinaan pikiran yang benar. Apakah yang dimaksud dengan “menghentikan pemikiran”? Karena saat kamu tidak memiliki pemikiran duniawi, kamu berhenti memikirkan masalah, maka pikiranmu menjadi tenang dan terpusat, maka kamu baru bisa membina diri dengan semakin baik. Misalnya, kamu menghadapi suatu masalah yang sangat rumit, kamu merasa sangat sedih, benar tidak? Maka kamu tidak perlu memikirkannya dulu, setelah tidak memikirkannya, lalu pelan-pelan dirimu tidak mengingatnya lagi. Jika setiap hari kamu memikirkan hal ini, pemikiranmu tidak bisa berhenti, maka selanjutnya pikiranmu tidak akan bisa terpusat. Ini seperti Tuan Zhou beberapa hari ini setiap hari di rumah berpikir, “Saya mau operasi, saya sudah mau operasi. ‘Jleb’ satu sayatan, lalu suntik bius, bagaimana ya? Aduh, bagaimana usus saya? Dipotong setengah atau semuanya? Jika semua usus saya diangkat, bagaimana hidup saya nanti? Jika setelah operasi, apakah kankernya masih akan menyebar …” Sepanjang hari kamu memikirkan hal-hal ini, coba kamu pikir sendiri, pemikiranmu begitu banyak, bagaimana kamu bisa hidup? Belum operasi, kamu sudah menakut-nakuti diri sendiri setengah mati.

Maka harus diingat, menghentikan pemikiran adalah saat benar-benar mencapai konsentrasi pikiran, kamu tidak boleh memiliki pemikiran apapun. Dengan kata lain, ketika pikiranmu sudah benar-benar terpusat, maka pemikiran-pemikiran kecil seperti ini pun tidak boleh kamu miliki. Contoh sederhana, hari ini kita tidak memikirkan banyak hal, kita hidup sehari, maka jalani satu hari ini dengan senang. Benar tidak? Kalau begitu, maka kamu tidak akan memikirkan hal-hal yang menyedihkan, tidak akan mengingat pengalaman semasa kecil saat orang lain menjahatimu, tidak memikirkan hal-hal yang menyakitkan di masa kecilmu. Sesungguhnya, jika kamu sudah menghentikan semua hal-hal di masa lalumu, jika tidak memiliki pemikiran, apakah kamu masih akan merasa sedih? Sewaktu masih kecil, pengalaman yang sudah jelas-jelas sangat tidak menyenangkan, begitu teringat langsung merasa tidak senang, maka kamu jangan memikirkannya lagi. Dalam hidup ini, “Masalah yang lalu, saya merasa sangat sedih, saya tidak akan memikirkannya lagi”, bukankah dengan begitu kamu akan melaluinya? Ketika kamu tidak memikirkan apapun lagi, sesungguhnya berarti kamu tidak menciptakan bibit karma ini. Baik hal-hal baik maupun hal-hal buruk, kamu tidak memikirkannya lagi, maka lama-kelamaan seiring waktu semuanya akan sirna, menjadi tidak ada lagi. Benar tidak?

Master terkadang teringat banyak hal juga bisa merasa tidak senang. Sekarang saya kembali teringat saat Tuan Zhou mendatangi kantor saya 5-6 tahun yang lalu, jika mengingatnya, saya merasa sangat kesal. Kamu ingin Master mengingatnya? Atau ingin Master tidak mengingatnya? Dia seperti ini, membawa selembar kertas, “Master Lu, mohon Anda tolong saya, saya … “ bicara pun tidak jelas. Dia menunjuk ke kertas hasil pemeriksaan tubuhnya, “Saya di bagian ini …” Master sudah menolongmu, membantu kamu hidup bertahun-tahun lamanya, benar tidak? Ingatlah, seperti pepatah, “Satu kali kegagalan membuat kita menjadi lebih bijaksana.” Dalam berperilaku dan bekerja, kita harus bisa memikirkan orang lain. Perasaan welas asih yang baik akan mendapatkan balasan yang baik. Jika kamu berpikir: Saya ingin membuat keadaan istri saya lebih baik, saya lebih baik pelan-pelan minum obat tradisional Tiongkok, selain itu ada Tiga Pusaka yang Master ajarkan, yakni melafalkan paritta, melepaskan makhluk hidup, dan berikrar. Kamu setiap hari di telepon menasihati orang lain, mengapa saat dirimu sendiri yang bermasalah malah tidak bisa menggunakannya?

Master beritahu kalian, bahkan satu pemikiran pun tidak boleh ada. Dengan kata lain, saya semasa kecil mengalami banyak hal-hal yang tidak menyenangkan, bahkan pemikiran seperti ini pun jangan ada. Misalnya, kamu teringat semasa kecil ayah memukulmu, sepanjang hari kamu mengingat hal ini, maka akan terlahir banyak kebencian dalam dirimu, maka kamu akan memiliki kebencian yang sangat besar terhadap banyak hal di dunia ini. Sudahlah jika dipukul ayah, memukulmu berarti membantumu mengikis halangan karma buruk, seusai memukul berarti sudah membantumu menghilangkannya, maka yang tersisa adalah jodoh baik. Terhadap hal-hal yang sudah lalu, jangan memiliki pemikiran apapun, yang lalu selamanya akan menjadi masa lalu. Hidup di dunia ini memang begini, banyak hal yang sudah berlalu berarti sudah tidak ada lagi. Maka, orang yang paling kasihan adalah orang yang selamanya menyimpan masa-masa baik di masa lalunya di hatinya, “Dulu saya begini dan begitu”, selamanya terlena di dalam kenangan masa lalunya, sesungguhnya orang seperti ini lebih menderita. Misalnya, memikirkan masa-masa muda diri sendiri, saat kecil sangat senang, saat menikah juga sangat senang. Namun mengapa menjalani hari-hari sekarang semakin tidak senang? Bahkan wajah ini pun sudah tidak bisa tersenyum lagi? Maka, konsentrasi pikiran yang sesungguhnya, adalah pikiran tanpa halangan, harus tiada halangan. Mengerti? Jangan memiliki pemikiran apapun. Tidak boleh memiliki pemikiran apapun, pikiran yang tidak egois akan membuat langit dan bumi terasa lebih luas. Kita pun jangan lagi memiliki halangan – kekhawatiran. Kita tidak boleh memiliki halangan. Apabila kita sudah tidak memikirkannya lagi, maka sesungguhnya kita sudah meninggalkan halangan. Apabila kita masih memikirkannya, sesungguhnya kita masih memiliki halangan. Mengerti? Jika bahkan pikiran untuk memikirkannya pun sudah tidak ada lagi, berarti paritta yang kamu lafalkan sudah berubah menjadi suatu kekuatan spiritual misterius yang memasuki ke dalam kesadaran kedelapan kamu. Semua ini adalah hal-hal yang diberitahukan Guan Shi Yin Pu Sa kepada Master, betapa luar biasanya! Seperti yang dikatakan anak-anak muda zaman sekarang, ini yang autentik! Di mana “autentik” nya? Saya beritahu kalian, bahkan pemikiran pun sudah tidak ada lagi, saat melafalkan paritta tidak memikirkan apapun, berarti sudah menjadi tiada halangan lagi. Misalnya saya melafalkan {Da Bei Zhou}, melafalkan {Xin Jing}, saya bahkan sudah tidak memiliki pemikiran apapun, otak saya sudah melafalkan sampai seperti tidak melafal lagi, yakni melafalkan paritta seperti tidak melafalkannya lagi, di dalam otak saya semuanya penuh dengan paritta, saya sudah tidak merasa kalau diri saya sendiri sedang melafalkan paritta, maka pada saat ini, paritta yang kamu lafalkan akan berubah menjadi suatu kekuatan spiritual yang misterius. Kekuatan spiritual misterius ini sesungguhnya muncul karena kamu sudah melafalkan sangat banyak paritta, banyaknya sampai sama seperti Bodhisattva, paritta sudah memasuki ke dalam kesadaran kedelapan kamu, sudah berada di dalam kesadaramu. Seperti ada sebagian orang mengapa saat bermimpi dikejar-kejar arwah asing, dia bisa secara refleks melafalkan paritta di dalam mimpi, begitu melafalkan paritta lalu segera bangun. Lalu mengapa ada sebagian orang yang saat bermimpi dikejar arwah asing, tidak terpikir olehnya untuk melafalkan paritta? Mengerti? Kekuatan spiritual yang misterius ini sudah memasuki ke dalam kesadaran kedelapan kamu, sama seperti saat kita sedang bermimpi.

Apabila kita sendiri melafalkan paritta sampai akhirnya, mulut kita sendiri tidak lagi bergerak, pemikiran sudah tidak ada lagi, maka berarti orang ini benar-benar sudah mencapai fase melafalkan tanpa pelafalan. Contoh sederhana, jika dirimu adalah seorang akuntan, sekarang Master beritahu kamu kalau ada 8 tiket, satu tiket harganya sekian, totalnya berapa? Maka dalam otakmu akan segera muncul angka totalnya, sama sekali tidak perlu menghafalkan rumus seperti anak kecil yang mengerjakan soal matematika, mengerti? Kita melafalkan paritta sampai ahirnya keluar dengan sendirinya. Misalnya begitu kamu bertemu kesulitan, segera muncul {Da Bei Zhou}; begitu merasa kebijaksanaan tidak terbuka, segera muncul paritta {Xin Jing}. Contoh sederhana, seperti orang-orang berilmu bela diri dalam film-film aksi, jika kamu  berkelahi dengan lawan, dalam hati berpikir, “Aduh, guru pernah mengajarkannya pada saya, saya harus menggunakan jurus ke delapan”. Akan tetapi lawanmu sudah menyerang dengan tiga jurus, kemudian kamu baru melawan dengan jurus ke delapan, coba pikirkan apakah saat itu masih keburu? Kepala pun sudah dipukul oleh lawan. Maka dia sepenuhnya adalah suatu gerak refleks. Tunggu kamu melawan dengan jurus ini, maka dia akan menggunakan jurus lain. Jika pukulan lawan datang, kamu segera menggunakan kaki untuk menangkisnya, itu adalah suatu gerak refleks. Mengerti? Ini bukan saat belajar, melainkan setelah selesai belajar, ia sudah meresap masuk ke dalam dirimu, sudah berada dalam aliran darahmu. Oleh karena itu, melafalkan paritta sampai pada akhirnya sepenuhnya masuk ke dalam pikiranmu, maka pada saat itu kamu baru benar-benar memilikinya. Melafalkan paritta sampai kamu benar-benar memilikinya, kamu  baru bisa melafalkannya dengan baik. Kalian sekarang masih berpikir, saya mau melafalkan paritta, berarti paritta itu belum menjadi milikmu. Karena “kamu mau melafalkan paritta”, berarti “ia” masih berada di luar, bukan milikmu. Seperti “Saya mau pergi makan”, berarti makanannya masih berada di restoran orang lain. Mengerti? Jika jurusnya sudah ada dalam dirimu, maka apapun jurus serangan dari lawan, kamu bisa menangkisnya, pada saat itu, gerakkan kamu adalah gerak refleks, itu baru namanya “mengenal dengan baik baru bisa menggunakannya dengan baik”. Sedangkan “menggunakannya dengan baik” bisa keluar tanpa perlu kamu pikirkan lagi, ini adalah refleks alami tubuhmu. Jika kita melafalkan paritta bisa mencapai level ini, maka orang ini baru bisa berhasil.