43. “Perilaku, Ucapan, Pikiran” Yang Harus Diperhatikan Seorang Murid
Master memberi tahu kalian semua, ketika sedang mengikuti pelajaran, siapa yang dapat duduk dengan tenang, berarti orang tersebut memiliki kekuatan konsentrasi. Dalam ajaran Buddha Dharma dikatakan “sila – konsentrasi – kebijaksanaan”, jika kamu mampu menenangkan diri, berarti kamu memiliki kebijaksanaan; jika kamu tidak bisa menenangkan diri, berarti kamu tidak memiliki kebijaksanaan. Ketika Master membahas beberapa masalah, lalu kamu merasa Master sedang mengkritikmu, ini tidak apa-apa, namun kamu secara pribadi harus merasa menyesal – “Saya akan membina diri baik-baik, harus bisa menenangkan diri.” Banyak orang yang tidak membina diri, begitu berbicara dengannya, orang tersebut tidak bisa duduk tenang, seluruh tubuhnya akan bergerak. Seperti, tangannya memegang ini itu, menggaruk-garukan kepala. Coba saja kalian lihat murid Master, mereka tidak akan bergerak sama sekali. Mengapa? Meskipun merasa Master sedang mengkritik dirinya, atau bukan dirinya, bagi dia semua tidak masalah. Asalkan dia baik-baik memperbaiki diri, membina diri dengan baik sudah cukup. Akan tetapi orang-orang pada umumnya, begitu Master membahas masalah yang serupa dengan apa yang dia lakukan, orang tersebut segera akan merasa tidak tenang. Siapapun bisa melakukan kesalahan. Membina diri mengikuti Master, harus berubah sepenuhnya. Berubah itu sangat menderita, seperti yang gemar mengobrol, tidak boleh mengobrol; Gemar membicarakan kejelekan orang lain, tidak boleh dibicarakan; Gemar mendengarkan pujian, tidak boleh didengar; Mata suka melihat yang indah-indah, tidak boleh dilihat; Mulut yang suka makanan lezat, tidak boleh dimakan. Hanya dengan menjalani penderitaan, baru bisa mengikis karma buruk. Jika ingin mengatakan apa yang ingin dikatakan, ini tidak dinamakan membina diri, ini dinamakan sembarangan melampiaskan amarah. Apakah kamu boleh mengatakan apa yang ingin dikatakan? Jika dalam hidup ini, kamu sembarangan mengkritik orang lain, apakah ini yang namanya membina pikiran? Diri sendiri merasa suami menyebalkan, ini tidak boleh; atau merasa istrimu menyebalkan, juga tidak boleh. Jika kamu melakukan pembinaan diri, maka kamu tidak bisa tidak menyukainya. Dia tidak membina diri, dia yang sial, dia yang akan menderita, dia akan tertimpa kesialan. Siapa yang mengatakannya, itu dinamakan “rumput di atas tembok” alias orang yang tidak berpendirian, yang tidak berbobot dan akan mengambang di air; jika tidak mengatakannya, baru dinamakan orang yang berbobot. Kalian membina diri mengikuti Master, bukan berarti hari ini kalian bisa menjadi pejabat, lalu besok bisa mendapatkan keuntungan tertentu. Kalian mengikuti Master tidak akan mendapatkan apapun, tidak akan menjadi pejabat, juga tidak akan mendapatkan uang, mengikuti Master adalah belajar membina pikiran. Jika kalian datang kemari dan tidak membina pikiran dengan baik, sama dengan menyia-nyiakan waktu kalian, juga membuang-buang energi Master.
Jika murid Master dihargai dan dihormati orang lain, maka Master akan sangat bahagia. Jika tidak membina diri dengan baik, membicarakan kejelekan orang lain sesuka hati, ini dinamakan tidak memiliki pembinaan diri yang baik. Di depan begitu banyak orang, kamu berbisik-bisik dengannya, berarti kamu tidak memiliki pembinaan diri yang baik, karena kamu tidak menghargai orang lain. Jika kamu secara sembunyi-sembunyi berbicara dengan orang, maka orang lain akan mengira kamu sedang membicarakan dirinya, ini dinamakan tidak membina diri dengan baik. Menekuni Dharma apa? Memangnya hal apa yang tidak bisa dibicarakan secara terang-terangan? Tidak membicarakan kejelekan orang lain, hal apa yang tidak bisa dibicarakan secara terbuka? Jika kamu ingin membicarakannya, maka bicarakan di rumah. Di hadapan begitu banyak orang, tidak boleh bersikap tidak sopan. Dulu stasiun radio Dong Fang Tai pernah kedatangan banyak pendengar yang tidak memiliki pembinaan diri, mereka berkata, “Saya memang begitu, saya akan mengatakan apapun yang ingin saya katakan.” Maka mohon kamu katakan di rumah saja. Sifat terus terang juga harus diubah, sifat “blak-blakan” harus diperbaiki. Jika memang salah ya salah, maka katakan, “Maaf”, malah membuat kamu kelihatan berakhlak baik. Jika kamu tidak mau meminta maaf kepada orang lain, maka orang lain juga pasti akan mencela dirimu dari belakang. Jika kamu tidak layak disukai orang lain, kamu tidak pantas dihormati orang lain, kamu bukanlah seorang murid yang baik. Jika seorang praktisi Buddhis tidak memiliki kerendahan hati, sifat adil dan jujur, kesabaran dalam menghadapi hinaan dan kesulitan, sifat tahu malu, maka dia tidak akan bisa menekuni Dharma dengan baik. Akan tetapi asalkan seseorang mau berubah, maka tidak apa-apa. Berubah, terdapat di semua agama, disebut sebagai “pertobatan”. Bertobat sangat penting. Jika hari ini kamu bertobat, berarti kamu akan terselamatkan; Namun bila hari ini kamu tidak mau bertobat, maka kamu tidak terselamatkan. Tutur kata dan perilaku seseorang melambangkan tingkat pembinaan dirinya. Jika kamu adalah seorang yang membina pikiran, maka perilakumu melambangkan tingkat pembinaan dirimu. Kalian harus membina diri dengan baik, begitulah tingkat kedisiplinan Master terhadap murid, maka baru bisa dipuji orang lain. Membina pikiran harus dilakukan secara nyata, yakni harus menggali kekurangan diri sendiri, hanya dengan “mengorek” bersih luka sendiri baru bisa dioleskan dengan obat. Kalian mengira hati Master tidak sedih? Jika murid Master mengalami kemunduran, memangnya Master tidak merasa sedih? Siapa yang bukan bimbingan Master? Terkadang seperti halnya saat “luka” sudah membusuk, maka hanya bisa menahan sakit dan mengoreknya sampai bersih.
Apabila suatu hari nanti, kalian berkata tidak ingin membina diri lagi, Master tidak akan memohon kalian. Coba s kalian lihat nanti, apakah orang-orang yang membina diri dengan baik yang akan pergi ke Alam Surga, ataukah orang-orang yang tidak membina diri akan pergi ke Alam Sukhavati? Hanya dengan melihat keadaan keluarga seseorang, maka kalian akan mengetahui apakah orang ini membina diri dengan baik atau tidak. Kalian harus percaya bahwa Bodhisattva tidak akan memperlakukan siapa pun secara tidak adil. Jika Master tidak membina diri dengan baik, mungkinkah Guan Shi Yin Pu Sa membiarkan Master memiliki jutaan umat? Jika kamu mengatakan yang kamu tekuni adalah ajaran Buddha Dharma yang benar, maka bisa dinilai dari keadaan kamu sekarang. Memangnya Bodhisattva tidak bisa melihat dengan jelas? Memangnya Bodhisattva benar-benar tidak nyata? Coba renungkan. Kebahagiaan keluarga setiap orang hari ini merupakan hasil dari kepedulian Guan Shi Yin Pu Sa terhadap kalian. Hari ini kalian bisa berkumpul bersama dan bersukacita, merupakan sebuah jodoh. Kalian sekarang berada di sisi Master, juga merupakan jodoh. Kalian masih tidak mau belajar dengan baik? Yang terlambat membina diri tidak bisa terselamatkan.
Hari ini yang Master katakan kepada kalian bukan karena Master memendam kekesalan, namun karena merasa sedih, karena Master benar-benar melihat terdapat banyak orang yang tidak membina diri dengan baik. Master sangat berharap kalian semua membina diri dengan baik. Jika tidak membina diri dengan baik, maka Master pun tidak memiliki nafsu makan; Jika kalian semua membina diri dengan baik, maka makanan sesederhana apapun akan terasa sangat lezat. Harus ingat: hari ini kalian bersama-sama dengan Master, mendengarkan sekali maka berkurang sekali, belum tentu Master yang lebih dulu pergi meninggalkan dunia ini, banyak orang yang akan terlebih dulu pergi daripada Master, akan tetapi akan sama, mendengarkan sekali berkurang sekali. Master berharap kalian menghargai, jangan menunggu sampai di saat bencana sudah datang menghampiri kalian, baru mau mulai berubah. Master beri tahu kalian, pada saat itu, hanya tinggal penyesalan yang datang terlambat.
Ingatlah: Jika keluarga kalian bermasalah, berarti diri kalian pun memiliki masalah. Logika yang sangat sederhana: jika keluargamu bermasalah, maka pasti akan ada masalah dalam pikiranmu. Master akan membahas sedikit kepada kalian: setelah jalinan hubungan buruk dari kehidupan masa lalu “meledak”, jika jodoh tersebut belum matang, maka permasalahan tidak besar. Misalnya jika akan terjadi kebakaran di rumah, asalkan benda-benda disekitar telah kamu bersihkan, maka api ini tidak akan menyala terlalu besar. Namun jika biasanya rumahmu dipenuhi dengan gas atau kayu bakar, atau barang-barang lain yang mudah terbakar biasanya tidak disimpan dengan baik, maka begitu api ini menyala, rumahmu akan meledak. Ini tidak berarti di saat semua buah karma buruk matang, pasti akan membuat kamu menderita. Mengapa sebagian orang yang setelah terjatuh lalu tidak apa-apa? Oleh karena itu, Master memiliki standar yang tinggi terhadap kalian, maka kalian harus mawas diri. Coba renungkan sendiri, “Kelak saya tidak akan membicarakan kejelekan orang lain lagi”. Seseorang yang seumur hidupnya membicarakan kejelekan orang lain kelak akan terlahir menjadi binatang. Banyak orang di kehidupan ini tidak bisa berbicara dengan jelas, juga terdapat banyak orang yang gagap berbicara, ini dikarenakan karma buruk yang diciptakannya di kehidupan sebelumnya, lalu di kehidupan selanjutnya terlahir sebagai manusia. Jangan memperburuk nasib diri sendiri, juga jangan bermain-main dengan nasib diri sendiri.
Kalian benar-benar harus membina diri dengan baik, jangan menggunakan “kecerdikan” dalam menekuni Dharma dengan Master. Ada orang yang karena menghadapi masalah, secara khusus datang membina diri, namun dirinya tidak dengan tulus membina diri, yang seperti ini tidak ada gunanya. Karena kekurangan diri sendiri jika tidak digali dari dalam, maka pasti akan “meledak” di luar. Harus membina diri dengan baik. Yang sudah lanjut usia harus lebih tekun membina diri, yang masih muda juga harus segera membina diri. Jika benar-benar ada malapetaka yang datang menghampiri, menurut kalian apakah kalian bisa terhindar dari malapetaka ini? Sudahlah, semua yang Master katakan hari ini adalah kata hati Master. Master memiliki satu kekurangan, semua ini hanya demi kebaikan kalian semua, setelah Master mengatakan kekurangan kalian, maka Master akan melupakannya. Master berharap kalian jangan menyimpan dendam kepada Master, karena Master dengan tulus menganggap kalian sebagai anak-anak Master, hanya orang tua yang akan mengkhawatirkan anak-anaknya. Master benar-benar khawatir! Harus benar-benar berubah, terdapat terlalu banyak kekurangan pada diri kalian, baik-baiklah membina diri. Jika tidak, kalian tidak hanya mengecewakan Guan Shi Yin Pu Sa, kalian juga mengecewakan Master.
