40. Membahas Tentang Sila Dalam Menekuni Ajaran Buddha Dharma 谈学佛的戒律

40. Membahas Tentang Sila Dalam Menekuni Ajaran Buddha Dharma

Master hari ini membahas tentang dosa-dosa utama yang besar. Dalam menekuni ajaran Buddha Dharma, kalian harus ingat, terdapat banyak dosa besar yang bisa mengakibatkan kalian masuk Neraka. Coba kalian pikirkan sendiri. Dosa besar: seperti membunuh atau menyakiti atau memarahi seorang biksu agung atau bijaksanawan yang bermoral dan berbudi luhur. Atau membunuh ayah, membunuh ibu, membunuh biksu, membunuh biksuni dan lainnya. Atau terhadap seorang bijaksanawan yang baik, seorang biksu agung, kamu memfitnah dia, atau menjelek-jelekkannya, berarti kamu sama seperti membunuh jiwa kebijaksanaan puluhan juta orang. Karena biksu agung ini, menjadi biksu demi menyelamatkan dan membebaskan milyaran jiwa kebijaksanaan dan nyawa orang-orang. Oleh karena itu, memfitnah, membunuh ayah, membunuh ibu, semuanya tergolong dosa besar, biasanya akan menerima balasan karma langsung. Coba lihat apakah dia sial atau tidak? Orang seperti ini akan masuk Neraka. Coba kalian lihat, mengapa di kemudian hari, biksu tidak berani mengatakan kejelekkan orang lain? Karena dia memahami karma. Contoh: Jika hari ini ada menteri besar utusan raja yang datang ke sini untuk membantu kalian semua, untuk memperbaiki kehidupan kotamu, jika kamu memarahi menteri besar utusan raja ini, pada zaman dahulu bukankah akan menerima hukuman penggal? Master tidak ingin banyak bicara, yang terpenting kalian memahami prinsip ini. Jika masih ada orang yang berani berkata-kata jahat, ini adalah dosa masuk Neraka. Yang hari ini Master bahas dengan kalian semua adalah dosa besar. Jika kamu memarahi seorang biksu agung, maka kamu sama seperti menyakiti penghormatan jutaan orang yang membina moralnya, karena dia datang untuk menyelamatkan pikiran dari jutaan orang yang membina moralitasnya.

Selanjutnya, Master akan membahas tentang “mencuri”. Yang Master bahas hari ini bukan pencuri kecil seperti biasa, pencurian yang paling berat yang Master bahas adalah mencuri benda-benda fasilitas umum. Benda-benda fasilitas umum yang Master bahas, bukan benda-benda yang berada di luar, melainkan seperti yang berada di dalam Vihara atau aula Buddha, di dalam Kuil, di dalam Guan Yin Tang, semua benda ini tidak boleh dicuri. Contoh: jika kamu berpikir “Hari ini saya melihat dalam aula Buddha terdapat banyak sekali barang-barang persembahan, saya akan diam-diam membawanya pulang”. Baiklah, memangnya kamu tidak takut pada Dewa Pelindung Dharma? Apakah kamu tidak takut Guan Shi Yin Pu Sa melihat dan mengetahuinya? Asalkan kamu dengan jujur berkata: “Hari ini saya ingin membawa pulang sedikit buah-buahan untuk dimakan”, kamu baru bisa ambil dengan tenang. Jika kamu diam-diam mengambilnya, coba pikirkan seperti apa rupamu. Tunggu setelah kamu meninggal dan sampai ke Akhirat, semua perbuatan kamu akan muncul seperti sebuah film yang semuanya ditayangkan keluar, lalu berdasarkan hal ini, bar diputuskan ke mana dirimu akan pergi. Maka dosa“mencuri” sangat besar, karena kamu mencuri di hadapan Bodhisattva. Coba pikirkan, sama seperti kamu melakukan kejahatan di kantor polisi. Oleh karena itu, mengambil benda-benda pusaka Dharma sebagai milik pribadi adalah dosa yang teramat sangat besar. Jelas-jelas adalah orang yang baik, mengapa harus melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi?

Selanjutnya, kita membahas tentang “perbuatan asulisa”. Jika kamu menggoda praktisi Buddhis untuk berbuat dosa, menggoda praktisi Buddhis melakukan perbuatan asusila, itu merupakan dosa yang lebih besar. Master tidak membahas perbuatan asusila lain dalam kehidupan kita, yang Master bahas yaitu jika kamu menggoda biksu atau biksuni untuk melakukan perbuatan asusila, maka pasti akan masuk Neraka. Sama seperti, anak-anak perempuan dan laki-laki yang datang ke Guan Yin Tang, jika kamu menggoda mereka untuk melakukan pelanggaran asusila, kamu juga akan masuk Neraka. Master sudah menjelaskan dengan sangat jelas. Orang-orang yang berusia lanjut, terutama paman-paman tua, harus lebih mawas diri, jangan pernah berusaha mendekati anak-anak perempuan. Contoh, hari ini saya mengantar kamu, besok saya mentraktir kamu makan … Karena mereka datang ke Guan Yin Tang untuk menekuni Dharma, mereka adalah praktisi Buddhis. Jika mengikuti Pintu Dharma yang sekarang, bisa dikatakan Guan Yin Tang adalah sebuah kuil, mereka sama seperti biksuni, mereka sedang menjalankan sila dan membina pikiran. Jika kamu pergi ke kuil untuk menggoda anak-anak perempuan ini, kamu akan masuk Neraka, tahukah kamu? Jika kamu berani berpikiran seperti ini, Master lihat jiwamu pun sudah tidak ada lagi, sudah terlalu lancang. Master sudah peringatkan kalian, jangan bercanda, ini sangat berbahaya. Ini termasuk dosa besar, dosa yang setingkat lebih berat. Jika kamu mencari anak-anak perempuan di luar, meskipun kamu melakukan pelanggaran asusila, kamu masih bisa mengikis banyak karma buruk ini dengan melafalkan paritta, akan tetapi di Guan Yin Tang, akan menimbulkan masalah besar. Coba pikirkan, jika dia di Guan Yin Tang Dong Fang Tai melakukan begitu banyak jasa kebajikan, namun akhirnya masih masuk Neraka, bagaimana perasaan Master? Master akan sedih atau tidak? Karena Master melihat dia akan meninggal lebih dulu daripada Master, melihat dia kemudian berada di Neraka, dan meminta kalian semua melafalkan Xiao Fang Zi untuknya. Tahukah kalian, jika sudah masuk Neraka itu sangat sulit untuk keluar, mengerti? Master beri tahu kalian, semua harus lebih mawas diri. Orang-orang yang sudah berumur harus kurangi berhubungan dengan anak-anak perempuan, hanya dapat berhubungan dengan para praktisi Buddhis yang baik dan benar. 

Selanjutnya, membahas tentang membohongi guru dan melakukan penipuan adalah dosa yang sama besarnya, dosa ini juga sangat berat, dinamakan dosa kebohongan besar. Jika kamu membohongi Master, sama seperti membohongi guru. Sewaktu kecil, apakah  kita berani membohongi guru? Sekarang kamu sering membohongi Master, ini adalah dosa penipuan besar. Sudahlah, jika kamu membual di luar sana, namun jika kamu membohongi Master sendiri, ini tidak merujuk pada kebohongan dalam kehidupan sehari-hari, melainkan dalam aspek menekuni Dharma. Contoh, Master bertanya, kalian sudah melafalkan berapa kali paritta? Menyuruh kalian melakukan jasa kebajikan, apakah sudah dilakukan? Jelas-jelas tidak melakukan, namun kamu bilang sudah lakukan. Master beri tahu kamu, semua ini termasuk membohongi Master, juga merupakan dosa besar. Oleh karena itu, Master minta kalian jangan sembarangan bercanda, minta kalian menghormati Master. Jika diri sendiri tidak mengerti, namun sembarangan bicara, semua akan diketahui oleh dewa-dewi di Surga  dan setan di Neraka, akhirnya kamu masuk Neraka, bahkan dewa-dewi dan setan pun tidak akan memaafkanmu. Apa kalian mengerti? Master sangat khawatir. Mengumpulkan harta uang (melalui penipuan) juga termasuk. Dengarkan baik-baik, yang Master bahas ini semua adalah dosa besar dengan hukuman masuk Neraka, kalian jangan main-main.

Selain itu, mengadu domba hubungan antara para praktisi Buddhis, ini termasuk dosa besar. Contoh, hari ini kamu berkata kepadanya, “Tidak ada yang perlu dipelajari, tidak apa-apa, mempelajari atau tidak pun sama saja”. Mengadu domba mengatakan dia menjelek-jelekkan kamu, dan kamu menjelek-jelekkan dirinya, semua perilaku ini akan mengakibatkan masuk Neraka. Jangan lakukan. Sebagai seorang praktisi Buddhis, mulut jangan pernah berbicara sembarangan! Mengadu domba dan menyebarkan gosip, menciptakan perpecahan, semua ini adalah dosa yang sangat besar. Menggunakan bahasa yang paling kasar  memarahi orang lain, memfitnah orang lain, begitu perkataan kasar ini keluar, maka itu adalah dosa besar. Orang yang memarahi orang lain, jika memarahi dengan sangat kasar, bahkan sampai memaki-maki leluhur orang lain, orang ini sudah melakukan dosa besar. Apakah kalian mengerti? Jika orang ini tidak melakukan hal ini, namun kamu bersikeras menuduh dia yang lakukan, memfitnahnya: “Saya melihatnya, dia sedang melakukan hal ini, saya yakin dia pelakunya.” Ini termasuk memfitnah. Di alam Alam Manusia, fitnah juga merupakan dosa; sedangkan di Alam Akhirat, ini adalah dosa besar. Perbuatan yang tidak dilakukan orang lain, namun kamu bersikeras berkata dia melakukannya, sesungguhnya ini juga disebut “que yin de” – melakukan perbuatan amoral atau mencelakai orang lain dari belakang.

Coba pikirkan, kalian sudah menjalani hampir separuh hidup ini, banyak orang yang sudah mencapai akhir hidupannya, sudah berapa banyak kejahatan yang kalian lakukan? Berapa banyak keburukan orang lain yang telah kalian bicarakan? Berapa banyak orang yang sudah kalian fitnah? Master beri tahu kalian, andaikan Bodhisattva dan para Dewa Pelindung Dharma berada di sini, maka setiap orang di sini boleh mencari sebuah lubang untuk bersembunyi. Hanya dengan mengubah diri sendiri secara total,  memberitahukan kepada Bodhisattva: “Saya tidak akan mengatakannya lagi, Guan Shi Yin Pu Sa, mohon maafkan saya, saya benar-benar tidak mengetahui. Dulu saya mengatakan kejelekan orang lain, saya memfitnah orang lain, saya benar-benar tidak mengerti.” Ini susah, sedikit saja kamu lengah, bisa turun ke Neraka. Apakah kalian mengerti? Mengatakan lelucon porno atau berkata-kata kotor atau vulgar. Jika kamu terus-menerus mengatakan lelucon porno di depan anak perempuan, ini termasuk berkata-kata kotor. Ini juga tidak boleh. Sesungguhnya, ini sama dengan menggoda orang lain. Laki-laki yang benar tidak akan mengatakan perkataan seperti ini. Master pernah melihat sepasang suami istri lansia, orang Korea Utara, keduanya sangat bersih, seumur hidup, kedua orang ini tidak pernah bertengkar. Mereka bukanlah boleh bersikap sembarangan di rumah, lalu di luar segera bersikap berbeda. Namun mereka bersikap baik di rumah maupun di luar. Mereka bersih. Ada orang-orang yang benar-benar bersih. Bukannya di rumah seperti ini, lalu di luar berpura-pura baik, itu seperti binatang yang berpakaian. Master mengatakan sangat serius dengan kalian, Master juga memiliki standar yang tinggi terhadap kalian. Di kemudian hari, jika ingin diangkat menjadi murid, harus sudah bervegetarian. Jika syarat ini tidak bisa dipenuhi, maka jangan menjadi murid Master. Terhadap murid dalam juga sebisa mungkin bervegetarian. Akan tetapi terhadap murid dari luar negeri, tidak ada syarat ini. Apabila kalian ingin menjadi murid, namun tidak bisa menyanggupi hal ini, maka maaf saja. Apabila seumur hidup, kalian tidak ingin mengubah kebiasaan mengonsumsi makanan non vegetarian, berarti kamu tidak memiliki rasa welas asih, kamu tidak akan mendapatkan berkat perlindungan dari Guan Shi Yin Pu Sa. Apakah ada berkat perlindungan? Ada. Contoh: kamu tidak langsung berada di bawah sinar matahari, tetapi berada di rumah, lalu dari jendela masuk sedikit sinar matahari. Sedangkan cahaya mentari ini hanya berada di jam tertentu  di pagi hari, sampai di sore hari sudah tidak ada lagi; atau sore hari sekitar pukul 3 sampai 5, ada sedikit cahaya matahari, akan tetapi sepanjang pagi dan malam hari, tidak ada cahaya matahari. Ingatlah, jika menginginkan atau mengambil uang Triratna, akan masuk Neraka, dengan kata lain mengambil uang Buddha, Dharma, dan Sangha. Banyak orang yang berani mengambil uang ini. Uang persembahan untuk Guan Shi Yin Pu Sa, uang untuk membabarkan Dharma, dana untuk para biksu, kamu pun berani mengambilnya? Ini adalah dosa dengan hukuman masuk Neraka. Master hari ini tidak menakut-nakuti kalian, yang Master katakan semuanya nyata. Akan tetapi kalian juga jangan terlalu takut, karena kalian sedang membina diri, kalian sedang mengubah, Guan Shi Yin Pu Sa selamanya akan memberi kesempatan bagi kalian. Namun jika kamu melakukan kesalahan yang pernah dilakukan, maka kamu akan sulit terhindar dari hukuman. Banyak orang tidak mengerti, jika melakukan kesalahan yang dulu pernah dilakukan, akan menimbulkan masalah. Karena kamu sudah mengatakan di depan Bodhisattva, “Saya tidak akan melakukannya lagi”, lalu Bodhisattva memaafkan kamu. Jika kamu melanggar lagi, bukankah berarti kamu berbohong kepada Bodhisattva?

Mengapa seorang praktisi Buddhis sangat menaati aturan? Mengapa seorang praktisi Buddhis tidak mengambil uang yang ditemukan? Mengapa hati seorang praktisi Buddhis tidak tergoyahkan ketika melihat pria atau wanita? Karena dia adalah seorang praktisi Buddhis, ada sila yang harus dia taati. Akan tetapi, ada berapa orang yang sungguh bisa menaati sila? Kalian jangan mengira bisa menutupinya dari Master, Master tidak mengetahui. Kalian tidak akan bisa mengelabui Master. Akan tetapi Master juga tidak ingin mengetahui apa yang kalian lakukan di belakang. Sesungguhnya kalian sedang mencelakai diri sendiri. Kalian mengira hal-hal yang dilakukan secara diam-diam tidak ada yang mengetahui? Sebenarnya, Bodhisattva dan para Dewa di Alam Surga, semua mengetahuinya? Bahkan hantu pun mengetahuinya. “Banyak melakukan kejahatan, pasti akan mencelakakan diri sendiri”. Kamu melakukan banyak perbuatan yang tidak baik, bahkan hantu pun bisa datang menarik kamu. Itulah mengapa orang yang menekuni Dharma semakin tinggi tingkat kesadarannya, dia semakin tidak berani melakukan kejahatan. Hanya orang yang baru menekuni Dharma, yang masih sombong dan tidak tahu apa-apa, mengira asalkan sudah mengatakannya kepada Bodhisattva, maka pasti tidak apa-apa, sesungguhnya yang sedang menanti dirinya adalah bencana besar. Yang Master bahas hari ini, semuanya adalah dosa besar. Misalnya, menerima sumbangan orang lain untuk mencetak buku paritta, jika dijadikan sebagai milik sendiri, atau dikorups, juga merupakan dosa besar. Oleh karena itu, kalian harus bertobat dengan sungguh-sungguh, jika tidak menyesalinya, maka nanti tubuh kalian pasti akan bermasalah. Pada saat tubuh kalian bermasalah, kalian masih mengira, mengapa saya setiap hari sudah melafalkan {Da Bei Zhou} masih bisa menderita kanker? Karena halangan karma buruk kamu sudah melebihi jasa kebajikanmu.

Selanjutnya Master akan kembali ke topik, jika kamu tidak ingin terbebas dari tumimbal lahir, jika tidak ingin menghilangkan kerisauan, dengan kata lain mengatakan, “Saya tidak masalah, di kehidupan selanjutnya, biar saja saya bereinkarnasi kembali, memiliki sedikit kerisauan pun tidak apa-apa.” Tahukah kalian? Ini juga merupakan dosa. Tidak meningkatkan diri juga merupakan dosa, dinamakan dosa ketidaktaatan. Bagi praktisi Buddhis, definisi yang Master berikan adalah dosa karena tidak tersadarkan. Karena orang yang tidak tersadarkan juga berdosa. Kesadarannya tidak terbuka, tidak bisa membedakan yang baik dan buruk, maka dia pasti akan berbuat dosa. Coba pikirkan, setiap kali Master memposting artikel di blog, banyak orang berkata: “Hari ini saya ‘mandi’ sekali lagi, hari ini Master kembali membantu kita menyucikan jiwa kita.” Tubuh setiap orang sangatlah kotor, sering berpikiran negatif tentang orang lain, ada berapa orang yang bisa berpikir positif tentang orang lain? Hal apapun yang dilakukan orang-orang, pertama-tama, berpikir negatif terhadap orang lain: palsu, penipuan, hanya berpura-pura saja. Memangnya kamu tidak bisa berpikir positif tentang orang lain? Seorang praktisi Buddhis, jika sering memiliki hal-hal baik dalam pikiran, maka dia pasti bisa berpikiran positif terhadap orang lain. Jika kamu berpikir negatif terhadap orang lain, maka pada dasarnya kamu adalah orang yang sering memikirkan hal-hal negatif. Pahamilah bahwa ini adalah dosa. Karena kamu tidak tersadarkan, maka kamu berdosa. Oleh karena itu, bagi para praktisi Buddhis, pelanggaran yang kamu lakukan adalah dosa karena tidak tersadarkan, sebenarnya disebut juga sebagai dosa karena tidak memahami prinsip kebenaran. Karena kamu tidak memahami prinsip kebenaran, maka kamu baru bisa berbuat dosa melalui pemikiranmu, ini dinamakan kejahatan dalam cara berpikir.

Kita semua memiliki pandangan sesat, yakni pemahaman yang menyesatkan, pemahaman yang menyimpang, oleh karena itu, baru bisa mengatakan Buddha dan Bodhisattva tidak manjur. Dalam siaran Master, siapapun yang mengatakan “Tidak nyata / tidak manjur”, Master akan segera berkata, kamu jangan bicara sembarangan. Ini dinamakan membela Dharma. Terkadang pendengar mengatakan, sudah melafalkan berapa lembar Xiao Fang Zi, masih tidak terlihat hasil, ini pun Master tidak akan membiarkan pendengar mengatakannya. Karena hantu atau arwah asing akan merasa tidak senang. Apakah kalian tahu? Ini dinamakan melindungi Dharma. Master sedang membantu kalian melindungi Dharma, maka tidak boleh menjelek-jelekkan Buddha. Orang bertanya kepada saya, apakah orang ini baik atau tidak? Baik. Orang itu baik atau tidak? Baik, semuanya baik. Untuk apa kamu mengatakan kejelekkan orang lain? Untuk apa mengatakan kejelekkan orang lain? Jika kamu mengatakan kejelekkan orang lain, bukan berarti kamu adalah orang baik. Jika orang lain mengatakan kejelekkan kamu, tetapi kamu tetap akan baik-baik saja. Jika kamu hebat, maka dirimu harus bersikap dan berperilaku baik, apapun yang dikatakan orang tentang dirimu adalah urusan mereka, mereka menciptakan karma ucapan. Jika kamu ikut menjelek-jelekkan orang lain, maka kalian tidak jauh berbeda dengan mereka. Mengapa kamu harus menjelek-jelekkan orang lain? Menjelek-jelekkan orang lain adalah hal yang paling tidak layak untuk dilakukan, pertama, mengadu domba; kedua, memfitnah; ketiga, melakukan karma ucapan; keempat, menciptakan kesempatan bagi orang lain untuk membalas atau menyerang kamu. Bukankah berarti kamu mencari masalah bagi diri sendiri?

Kamu boleh meningkatkan diri sendiri, mengapa kamu harus menjelek-jelekkan yang ini dan yang itu? Jika kalian tidak memiliki kebijaksanaan, maka kata-kata yang diucapkan akan menjadi karma ucapan. Jika kalian telah tersadarkan, hal-hal yang kalian katakan walaupun sedikit tidak benar, asalkan pikiran kamu sungguh-sungguh benar, maka Bodhisattva pun tidak akan menyalahkan kalian. Justru karena pikiran kalian tidak benar, di hadapan Master, kalian menjelek-jelekkan yang ini dan yang itu, membahas masalah ini dan itu, sesungguhnya Master sangat jelas, kalian memiliki pemikiran egois. Karena setiap dari kalian memiliki orang yang disukai dan orang yang tidak disukai, oleh karena itu, kalian mengatakan sesuatu tentang orang-orang yang tidak kalian sukai, terlihatnya seperti tidak ada diskriminasi, sesungguhnya kalian memiliki keberpihakan terhadap orang bukan masalah.  Kalian di Guan Yin Tang, di tempat Master ini sudah menekuni Dharma selama bertahun-tahun, ketika mengatur pekerjaan atau melakukan pekerjaan, kalian masih memiliki pemikiran liar yang egois, ini berarti bertindak sembarangan, ini dinamakan membuang-buang waktu. Harus adil. Karena kalian tidak melakukan hal ini bukan demi diperlihatkan kepada Master, juga bukan untuk dipertunjukkan kepada diri sendiri – Bodhisattva di Surga, hantu di Alam Akhirat, semua mengetahuinya. Lalu siapa yang kamu bohongi? Pada akhirnya, kamu hanya membohongi diri sendiri, bukan membohongi orang lain. Master mengetahui kalian memiliki pikiran pilih kasih, maka Master tersenyum saja dan tidak mengatakan apa-apa. Namun ketahuilah, apakah kamu bisa membohongi Bodhisattva di Surga? Apakah kamu bisa membohongi arwah asing di alam akhirat? Sampai akhirnya tidak ada memiliki jasa kebajikan sama sekali. Sekarang sedang melakukan jasa kebajikan, lalu mengapa  menyimpan uang di kantong ini, lalu membocorkannya di sisi yang lain? Menekuni dharma sampai pada akhirnya, sambil menyimpan ke dalam, sembari membocorkan keluar. Oleh karena itu, kita harus menaati sila, karena sila adalah dasar dari segala Dharma.