8. Mencari Sifat Kosong – Melampaui 12 Nidana
Cara pandang setiap orang terhadap benda-benda maupun hal-hal yang diinginkannya di dunia ini memiliki 2 sisi yang berbeda, terhadap satu hal atau benda yang sama, bisa mengatakannya sangat baik, juga bisa mengatakan ia banyak sekali kekurangannya, semuanya tergantung dari pikiran Anda sendiri lebih condong ke sisi yang mana. Contohnya, apakah orang lanjut usia itu baik? Tentu saja! Orang tua (lanjut usia) kaya akan pengalaman, bisa memperhatikan anak-anak muda, dan lain-lain. Namun sebaliknya, apakah kekurangan dari orang lanjut usia? Sulit berjalan, sekujur tubuh pegal linu, penuaan dan pengerasan otak, tidak jelas terhadap hal apapun, dan lain-lain, dari satu hal yang sama, kita bisa memikirkan sisi yang baik, juga bisa memikirkan sisi yang tidak baik dan sisi buruknya. Ajaran Buddha Dharma justru mengajarkan kita bagaimana mengubah semua pemikiran buruk menjadi pemikiran yang baik, menekuni Dharma bertujuan untuk mengubah cara berpikir kita agar bisa membimbing orang lain, menghibur orang lain, membantu orang lain, mengatasi kesulitan, ini yang disebut dengan pemikiran yang benar. Jika Anda bisa berpikiran positif terhadap semua orang, itu karena Anda memiliki pemikiran yang benar, bila Anda memandang orang lain sebagai orang yang benar, ini berarti Anda sudah tersadarkan. Jika Anda berpikiran buruk tentang orang lain, berarti Anda belum tersadarkan. Orang yang sudah tersadarkan akan memandang semua orang sebagai orang baik, ketiadaan konsep baik-buruk, sesungguhnya merupakan suatu potensi kesadaran, ketika potensi kesadaran di dalam pemikiran seseorang melahirkan pemikiran yang benar, berarti dia sudah terbuka kesadarannya.
Setelah tersadarkan, maka selanjutnya akan muncul sesuatu yang disebut dengan “kekuatan pembuktian”, dengan kata lain setelah seseorang tersadarkan, memahami kebenaran, membuktikan kebenaran atas banyak hal, maka kekuatan dalam dirinya akan muncul. Dengan memahami kebenaran, maka dia tidak akan takut menghadapi apapun, ketika seseorang belum memahami kebenaran, maka dia akan takut pada segala hal, seperti banyak orang sebelum menekuni Dharma, ketika diberitahu bahwa hidup ini pendek dan bersifat sementara dan bisa mati, akan membuatnya sangat takut akan kematian, namun setelah percaya kepada Guan Shi Yin Pu Sa, maka dia tidak akan takut akan apapun, bahkan tidak takut lagi pada kematian, karena dia mengetahui bahwa orang tidak akan mati, selain itu akan terlahir suatu keyakinan, “Guan Shi Yin Pu Sa tidak akan membiarkan saya mati”, “Pu Sa pasti akan menyelamatkan kita semua”, maka pada saat ini, dari dalam pemikiran kita akan terlahir suatu kekuatan (energi) yang sangat kuat, yang disebut sebagai kekuatan pembuktian. Seseorang yang memiliki kekuatan pembuktian, adalah orang yang sudah tersadarkan, yang dikenal juga sebagai Yang Tersadarkan, dengan kata lain, dalam kesadaran terhadap bentuk-bentuk kehidupan dan pemikiran Anda sudah terlahir suatu kumpulan cahaya, hanya mereka yang sudah tersadarkan baru memiliki kumpulan cahaya ini. Setelah seseorang terbuka kesadarannya, dia akan menjadi Yang Tersadarkan, yakni orang yang sudah tersadarkan, pandai, dan memiliki kebijaksanaan. Mereka mengetahui bahwa dalam hidup ini kita seharusnya memikirkan orang lain, maka masalah yang Anda hadapi akan menjadi mudah untuk diselesaikan, sedangkan orang yang bodoh hanya mementingkan keuntungannya sendiri, yang pada akhirnya akan mencelakakan orang lain, yang sama dengan mencelakakan dirinya sendiri. Ada pepatah yang berbunyi: “Mencelakakan orang lain sama dengan mencelakakan diri sendiri.” Semakin sedikit pemikiran liar dalam benak seseorang, maka dirinya akan menjadi semakin bersih, dia akan mampu melihat kebenaran terhadap banyak hal di dunia ini dengan semakin jelas, dia akan semakin memahaminya. Ketika seseorang memiliki pemikiran liar yang semakin banyak dalam benaknya) maka dia tidak akan bisa memahami segalanya dengan jelas, oleh karena itu dia akan kehilangan cahaya kebijaksanaan pada dirinya. Hanya ketika pemikiran liar yang mengganggu sudah dihilangkan, lalu memiliki kumpulan cahaya ini, maka kita bisa menggunakan cahaya ini untuk menguraikan dan menerangi jalan ke depan, membuat arah tujuan kita menjadi semakin jelas, kumpulan cahaya ini disebut juga sebagai cahaya dewa atau cahaya kebijaksanaan, sedangkan cahaya kebijaksanaan ini sama dengan cahaya kesadaran.
Ketika seseorang dilahirkan di dunia ini, akan memiliki ketidaktahuan, yakni tidak mengetahui segalanya, tidak memahami apapun, sampai akhirnya tua dan mati, dia tetap tidak memiliki apapun dan tidak mengetahui apa-apa, kemudian pergi meninggalkan dunia ini, seperti datang dan pergi dalam kehidupan ini dengan tergesa-gesa. Seumur hidupnya, seseorang akan melewati siklus dengan 12 tingkatan, dengan kata lain ada 12 halangan, dan ke 12 halangan ini akan terus-menerus muncul dan berputar dalam kehidupan Anda. Kedua belas siklus diuraikan dari sisi psikologis dan biologis seseorang.
Pertama, ketidaktahuan. Seseorang harus bisa mengatasi ketidaktahuan, ketidaktahuan berarti tidak mengerti, tidak paham, tidak mengetahui segalanya, ketika seseorang sudah paham maka dia tidak akan melakukan kesalahan, seseorang karena tidak paham baru bisa melakukan kesalahan. Ketidaktahuan juga memiliki definisi lain, yakni walaupun orang ini memiliki ketidaktahuan, namun masih mengira bahwa dirinya itu pintar, dengan kata lain (didefinisikan sebagai) orang yang mengira dirinya sendiri sudah memahami segalanya.
Kedua, rupa. Rupa adalah segala benda berwujud, yang terlihat di dunia ini, benda-benda bernyawa yang berupa, tidak sepenuhnya merujuk pada nafsu seksual di antara pria dan wanita.
Ketiga, suara, hanya ingin mendengar suara yang indah atau merdu, tidak mau mendengar suara yang tidak bagus, suka mendengarkan pujian, dan lain-lain, semuanya ini adalah bentuk mendengarkan suara. Kata-kata atau suara yang enak didengar ketika masuk ke dalam telinga Anda, akan membuat hati Anda tergerak, proses ini berarti perubahan dari sesuatu yang bersifat psikologis menjadi objektif. Karena perkataan yang diucapkan bersifat psikologis, sedangkan objektif karena dia sudah berubah menjadi suatu bentuk tindakan, wujudnya berubah menjadi suatu bentuk perilaku, maka dikategorikan sebagai suatu benda atau objek. Contohnya, perkataan yang baik ketika didengar, tidak bisa dilihat dan tidak bisa disentuh, namun setelah Anda mendengarnya, maka akan muncul suatu pembenaran di dalam pikiran Anda, yang membuat Anda merasa senang atau tidak senang, lalu perasaan ini akan terungkap memalui raut wajah Anda, berarti dia sudah berubah menjadi suatu objek.
Keempat, aroma. Ada banyak aroma wewangian di dunia ini, ada banyak sekali keharuman yang berseliweran di dunia ini. Untuk bisa terhindar dari kedua belas siklus ini, Anda harus bisa mengendalikan diri dari godaan wewangian atau aroma harum. Contohnya, ketika Anda mencium aroma yang harum, jangan terlahir perasaan apapun. Ketika melihat suatu benda yang berwujud, jangan merasakan apapun. Pengendalian diri merupakan dasar untuk menemukan sifat kosong Anda yang sesungguhnya.
Kelima, rasa. Rasa, muncul dari dalam kesadaran Anda, kita bisa menggunakan sisi spiritual kita untuk mencicipi rasa, pepatah mengatakan: “Hidup ini pahit”, rasa dari kehidupan ini adalah pahit, ini karena kita menggunakan kesadaran dan pikiran untuk merasakannya.
Keenam, sentuhan. Berarti sesuatu yang bisa disentuh, yang bisa dirasakan melalui indra sentuhan, ketahuilah bahwa semua benda di dunia ini bisa membuat Anda memiliki respon, memiliki perasaan, dan memiliki pemikiran dalam sekejap, namun semuanya hanya bersifat sementara, tidak kekal, semua ini adalah siklus perputaran dari kedua belas nidana.
Ketujuh, perasaan. Berarti apa yang dirasakan, perasaan kita, menderita merupakan suatu bentuk perasaan yang kita rasakan.
Kedelapan, pemikiran. Merupakan pengenalan dan pemilahan (pembedaan), adalah segala bentuk pemikiran baik dan buruk yang Anda pikirkan.
Kesembilan, perilaku atau tindakan. Adalah perilaku atau tindakan yang dilakukan oleh tubuh kita yang merupakan perwujudan dari pikiran kita.
Kesepuluh, kesadaran. Adalah kesadaran untuk membedakan berbagai macam keadaan atau level spiritual, sedangkan kesadaran ini akan menanamkan bibit karma di kesadaran ke-8 Anda.
Kesebelas, cinta. Hidup seseorang akan selalu berhubungan dengan cinta, perasaan cinta di sini tidak hanya merujuk pada cinta pria dan wanita, namun juga mencakup cinta dalam keluarga, cinta dalam persahabatan, cinta antara guru dan murid, dan lain-lain, adalah cinta universal yang beragam. Seumur hidup ini, seseorang tidak bisa meninggalkan cinta, sampai pada akhir hayatnya masih tetap ada cinta. Manusia hidup diawali oleh cinta, sampai cinta itu lenyap, di dalam hidup yang pendek ini, bahkan cinta akan menjadi kosong dan tidak nyata.
Keduabelas, perpisahan. Orang yang dicintai meninggalkan Anda, uang yang disukai habis terpakai, kehilangan pekerjaan yang baik, dan lain sebagainya, semua ini adalah bentuk perpisahan. Setiap perpisahan, merupakan penderitaan, terasa sangat menyedihkan.
Di dalam kedua belas siklus ini ada enam akar indrawi, juga ada enam kekotoran duniawi. Enam akar indrawi adalah mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran. Enam kekotoran duniawi, adalah rupa, suara, aroma, rasa, sentuhan, dan dharma atau benda duniawi. Manusia akan terus menderita dan mengalami kesulitan di dalam kedua belas siklus ini, sampai tua dan mati.
Kedua belas siklus yang Master bahas ini, akan menyebabkan beban psikologis bagi diri kalian, oleh karena itu, betapa sulitnya kita memperoleh sifat kosong. Hanya dengan menghilangkan kedua belas nidana ini, sifat dasar Anda baru bisa menjadi kosong. Di pertemuan selanjutnya, Master akan membahas tentang enam akar indrawi dan enam kekotoran duniawi. Salam Anjali.
