26. Menggunakan 5 Kekuatan untuk Menemukan Kembali Sifat Dasar 用 “五力” 来寻找自己的本性

26. Menggunakan 5 Kekuatan untuk Menemukan Kembali Sifat Dasar

Hari ini kita akan membahas tentang “5 kekuatan”. Kita menekuni Ajaran Buddha Dharma, membina diri dan pikiran adalah demi menemukan kembali sifat dasar kita. Dengan mengandalkan diri sendiri untuk menemukan sifat dasar ini, kita harus menggunakan lima macam kekuatan, untuk menemukan kembali sifat dasar kita.

1)  Keyakinan – xin li, atau kekuatan dari kesungguhan untuk percaya, dikatakan bahwa kepercayaan atau keyakinan adalah “induk” dari segala jasa kebajikan. Sumber kekuatan untuk melakukan jasa kebajikan itu adalah keyakinan, percaya bahwa segalanya pasti bisa berhasil, percaya bahwa Guan Shi Yin Pu Sa pasti bisa menyelamatkan kita, “induk” jasa kebajikan ini merupakan sumbernya, adalah akarnya. Jika Anda percaya, Anda baru bisa meraih akar ini, Anda baru bisa mencapai sumber jasa kebajikan ini. Dalam melakukan segala hal, apabila seseorang tidak memiliki kepercayaan diri, tidak memiliki keyakinan, maka segala hal yang dilakukannya tidak akan berhasil. Keyakinan bisa menghapus keraguan, tidak akan tergoyahkan olehnya.

2) Keuletan, atau kekuatan untuk maju. Jika pada hari ini, Anda sudah percaya kepada Buddha dan Pu Sa (Bodhisattva), namun Anda tidak melafalkan paritta dengan baik; Anda percaya bahwa “Buddha dan Bodhisattva pasti akan menolong saya”, namun Anda tidak memiliki keyakinan, juga tidak berusaha untuk maju. Selain itu, di dalam proses memajukan diri ini, tidak boleh ada kerancuan sedikitpun, kalau tidak maka sama dengan tidak maju. Apabila semua hal ingin dipelajari, maka tidak akan mencapai keberhasilan dalam hal apapun. Keuletan sendiri masih harus disertai dengan keberanian dan ketekunan, Anda benar-benar harus membina diri dengan gigih. Contohnya: jika seseorang yang sudah mengidap penyakit kronis, maka ia harus melafalkan {Da Bei Zhou} dalam jumlah banyak secara terus-menerus, karena penyakit yang dideritanya sekarang bukan penyakit biasa orang-orang pada umumnya, kalau memang ingin sembuh, berarti harus bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang-orang biasa, Anda harus sanggup menanggung beban yang tidak bisa dipikul orang lain, penyakit ini baru bisa sembuh.

3) Kekuatan pikiran, atau dikenal juga dengan pemikiran. Pemikiran seseorang teramat sangat penting, jika ingin melakukan jasa kebajikan pada hari ini, harus dilakukan sepenuh hati, disertai dengan pemikiran yang benar, maka semua perbuatan ini adalah jasa kebajikan. Jika dilakukan dengan pikiran yang bercampur dengan perasaan egois dan hal-hal lainnya, maka kekuatan pemikiran ini akan hilang, maka tidak akan bisa menemukan sifat dasar diri sendiri, ini sama dengan tidak bisa memperoleh pembuktian dari sifat dasar diri sendiri.

4) Konsentrasi, atau dikenal juga sebagai konsentrasi benar. Berdasarkan apa kebenaran ini diukur? Dari kekuatan keyakinan dan pemikiran untuk menenangkan pikiran Anda sendiri. Contoh: hari ini saya memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, pikiran saya sudah tenang, karena saya percaya kepada Guan Shi Yin Pu Sa, saya harus memiliki konsentrasi yang benar. Saya percaya bahwa segala perbuatan baik yang saya lakukan berasal dari dalam pikiran saya, semuanya benar adanya. Kekuatan konsentrasi bisa menghapuskan segala pemikiran yang mengganggu, dan menenangkan pikiran kita.

5) Kekuatan kebijaksanaan, yakni kebijaksanaan. Di dalam kebijaksanaan ini terkandung kebijaksanaan yang benar, banyak orang yang memiliki kepandaian, akan tetapi tidak digunakan pada hal-hal yang baik. Contoh: seorang ilmuwan yang sangat pintar, meneliti dan menciptakan atom, bom virus dan lain-lain. Bukankah orang ini sangat pandai sekali? Namun jika tidak memiliki pikiran yang benar, tidak bisa menemukan sifat dasar diri sendiri, maka kepandaian yang dimilikinya tetap bukan kebijaksanaan yang benar, malah akan membuahkan karma buruk yang besar.

Dengan memiliki 5 kekuatan ini, seseorang baru bisa menemukan sifat dasarnya, baru bisa membuktikan apakah pembinaan pikiran yang dilakukan selama ini benar atau tidak?  Jika Anda tidak bisa merasakan benar atau tidaknya, maka Anda bisa menggunakan pikiran Anda untuk berspekulasi, ditambah dengan lima kekuatan ini, maka Anda bisa mengetahui apakah apa yang Anda lakukan itu benar. Apabila seseorang tidak memiliki 5 kekuatan ini, bagaikan melihat bayangan Anda sendiri pada sebuah cermin. Kelihatannya bayangan yang terpantul pada cermin bentuknya sama dengan diri Anda, namun sebenarnya yang terlihat pada cermin bukanlah diri Anda yang sesungguhnya. Setiap orang yang melihat dirinya sendiri di dalam cermin, sesungguhnya itu bukan dirinya sendiri, tetapi disebut sebagai dari pandangan jiwa utama, mungkin saja Anda itu orang lain di kehidupan sebelumnya, atau juga orang yang lainnya lagi di dua kehidupan sebelumnya, coba Anda pikirkan, yang manakah diri Anda yang sebenarnya? Yang terpantul di dalam cermin itu hanya sebuah bayangan, hanya sebuah rupa luar dari sebuah benda. Itu hanya ada bayangan, tidak terlihat sifat dasarnya.

Jika ingin menemukan kembali sifat dasar yang sesungguhnya, bukan dengan melihat bayangan seseorang, bukan dengan mendengar apa yang Anda ucapkan, bukan dengan melihat penampilan dan wujud luar Anda, akan tetapi dengan “menangkap” sifat dasar Anda sendiri. Dan satu hal lagi, bila ingin menemukan sifat dasar dan menekuni Ajaran Buddha Dharma, bukan hanya dengan membaca kitab-kitab Dharma klasik lalu bisa mendapatkannya. Banyak orang yang mengira dengan membaca banyak kitab Dharma klasik, lalu bisa memahami Ajaran Buddha Dharma yang sesungguhnya, mendapatkan kembali sifat dasar dan jiwa utama diri sendiri, namun itu tidak mungkin. Karena Ajaran Buddha Dharma itu luar biasa teramat sangat dalam, dengan kebijaksanaan kita yang sekarang tidak akan bisa memahaminya. Seperti, setiap ilmuwan yang hanya bisa meneliti sebagian subjek dari alam semesta manusia, dia tidak mungkin bisa meneliti semua fenomena alam semesta secara menyeluruh.

Kalian mengikuti Master menekuni dan membina pikiran dalam Ajaran Buddha Dharma, jika kalian sedikit-sedikit “melirik” ke sana kemari, maka yang kalian lihat akan semakin bercampur-aduk, semakin dilihat semakin bingung, semakin dilihat semakin buram, paling akhir malah menggunakan hal yang takabur ini untuk membingungkan orang lain, sedikit keteledoran saja akan menimbulkan kesalahan. Maka, baik buruknya pembinaan diri seseorang semuanya dikendalikan oleh dirinya sendiri.