17. Tubuh Kosong yang Palsu & Kesadaran Delusi
Tubuh Dharma – fa shen *法身 atau Dharmakaya, Tubuh Cahaya – bao shen *报身 atau Sambhogakaya, Tubuh Perubahan – hua shen *化身 atau Nirmanakaya.
Ketiga tubuh (Trikaya) ini memang sudah ada semenjak kita lahir, tubuh yang suci bersih tanpa cacat disebut dengan Tubuh Dharma. Tubuh daging kita atau raga ini adalah tubuh yang akan menerima pembalasan karma (Tubuh Cahaya). Sedangkan dinamakan sebagai Tubuh Perubahan, karena raga yang kita miliki sekarang ini, bukanlah tubuh daging yang dimiliki jiwa kita dari semula, namun hanyalah wujud penjelmaan dari jiwa utama, yang muncul sebagai raga ini untuk menerima jiwa kita sekarang, maka disebut dengan Tubuh Perubahan.
Tubuh Dharma, Tubuh Cahaya, dan Tubuh Perubahan ini sebenarnya adalah satu tubuh yang sama.
Bila tidak memiliki Tubuh Dharma, bagaimana Anda bisa menerima buah karma buruk? Jika tidak memiliki raga ini, bagaimana Anda menerima balasan karma buruk?
Di dunia roh, menerima buah karma buruk berarti menghukum jiwa Anda, sedangkan buah karma buruk akan diterima manusia dengan menghukum Tubuh Dharma-nya. Mengapa tubuh ini disebut juga sebagai Tubuh Perubahan? Karena di kehidupan sebelumnya dia bukan Anda, tetapi menjelma menjadi Anda yang sekarang.
Contohnya: di kehidupan sebelumnya Anda adalah Li XX, tapi di kehidupan ini Anda terlahir menjadi Wang XX.
Di dalam Ajaran Buddha Dharma dikatakan bahwa: “Tubuh ilusi yang kosong adalah Tubuh Dharma” *幻化空身,即法身, artinya tubuh ini adalah kosong, sebenarnya dia hanyalah ilusi semata, merupakan gabungan dari lima bentuk kemelekatan (wu yun 5 – panca khandha) yang membentuk tubuh yang palsu ini, setelah Anda meninggal maka semuanya akan hilang. Tubuh ilusi yang sebenarnya kosong inilah, yang dikenal sebagai Tubuh Dharma di dunia ini.
Apabila sudah mengosongkan lima bentuk kemelekatan ini, maka empat unsur dasar (catur mahabhuta) juga akan hilang, berarti raga kita sudah menjadi kosong.
Ada satu cara agar kalian bisa merasakan kalau tubuh kalian itu kosong, yakni dengan cara analisis, dengan menganalisa untuk mem-bebaskannya, dengan demikian barulah Anda akan tahu kalau tubuh ini kosong.
Contohnya: kecelakaan di lapangan kerja menyebabkan tangan seseorang diamputasi, kecelakaan lalu lintas menyebabkan seseorang kehilangan kakinya, dan sebagainya, tubuh ini semuanya palsu, yang hilang akan hilang selamanya, maka jangan terlalu melekat pada tubuh yang palsu ini,
mengapa Anda tidak melatih sesuatu yang nyata? Ketahuilah bahwa jiwa itu nyata, bisa dibina untuk mencapai penerangan sempurna dan dibawa pergi pada saat ajal tiba.
Apabila menekuni aliran Mahayana, menghadapi berbagai macam permasalahan, harus dipahami bahwa semuanya adalah palsu, tidak perlu dianalisa lagi.
Sewaktu kita melihat puluhan ribu perubahan di dunia ini, dan memahami bahwa segala benda yang terlihat mata ini sebenarnya hanya ilusi saja, maka sudah tidak perlu menganalisanya lagi, atau mencari cara untuk mengatasinya.
Sifat dasar kita berasal dari Buddha, lalu mengapa Tubuh Dharma kita yang alami memiliki lima bentuk kemelekatan dan tiga racun (trivisa)? Mengapa kita harus “mengosongkan” lima bentuk kemelekatan ini? Bagaikan sinar matahari yang menyinari dunia, membawa terang bagi manusia, mengapa masih ada awan hitam?
Karena tubuh kita adalah kesatuan dari raga, lima bentuk kemelekatan, dan tiga racun. Kita yang terlahir di Alam Manusia ini pasti memiliki lima bentuk kemelekatan dan tiga racun (ketamakan, kebencian, kebodohan).
Pikiran kalian itu sebenarnya baik, namun pada saat Anda membenci seseorang, maka pikiran Anda sudah tertutupi oleh awan hitam. Seperti pada saat Anda menyukai satu benda, hasrat keinginan Anda yang sangat kuat untuk mendapatkan benda tersebut, akan menyesatkan Anda.
Kesadaran, delusi (khayalan), pemikiran yang membeda-bedakan.
Kesadaran adalah hal yang ada dalam pikiran kita.
Khayalan, adalah mengejar sesuatu yang tidak nyata tanpa akal sehat, menginginkan hal-hal yang tidak nyata.
Contohnya: tidak punya uang, tapi setiap hari berangan-angan untuk bisa memenangkan lotre, ini dinamakan khayalan.
Saat terjadi perubahan pada kesadaran Anda, maka Anda akan berjalan di dalam kepalsuan, yang akan menyeret Anda masuk ke dalam alam ilusi yang tidak nyata. Kesadaran delusi seringkali menimbulkan pemahaman yang salah.
Bagaimana cara mengetahui kalau diri Anda suka berkhayal? Anda harus mencapai tingkatan tertentu baru bisa menyadari kesalahan Anda sendiri,
bila hari ini Anda sudah menekuni Ajaran Buddha Dharma, maka Anda akan mengetahui bahwa berjudi itu tidak benar, tidak seharusnya main saham … Tidak semestinya mencari uang atau menjadi kaya raya dengan cara-cara seperti itu, seharusnya mengumpulkan uang dengan bekerja dengan wajar, mengandalkan kedua tangan Anda sendiri, bukannya mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Cara-cara ini di dalam Ajaran Buddha Dharma, xiang xue *相学 – ilmu perajahan muka, yi jing *易经 – Kitab Perubahan, dan lainnya, tergolong sebagai pendapatan sampingan. Pendapatan seperti ini bukanlah penghasilan benar– zheng ye *正业, pendapatan yang didapatkan tanpa kerja keras sendiri hanya bersifat sementara.
Jika orang ini belum mencapai satu tingkat kesadaran tertentu, maka dia akan mengira kalau berjudi, membeli saham, dan lain sebagainya juga merupakan salah satu jenis penghasilan.
Menekuni Ajaran Buddha Dharma seperti menanam pohon, harus memiliki akar. Mendalami Ajaran Buddha Dharma harus memiliki dasar, dengan dasar yang kuat, perlahan- lahan baru Anda bisa membuahkan hasil yang bagus, baru bisa tumbuh ranting dan daun yang baik.
Jika Anda hanya berpikir untuk mengejar ketenaran dan keuntungan, maka ini seperti membangun sebuah piramida, jalan yang ditempuh semakin lama semakin sempit, terakhir pada saat Anda mencapai puncak tertinggi, sudah tidak akan ada jalan keluar lagi.
Menekuni Ajaran Buddha Dharma akan memperoleh kebijaksanaan, me-ngajarkan kalian untuk membangun dasar yang kokoh, bagaikan menanam pohon yang tumbuh semakin lama semakin tinggi dan rimbun, buahnya pun juga akan bertambah banyak, jangan seperti sebuah piramida yang berakhir sampai di puncak tanpa ada apa pun.
Oleh karena itu, sebagai praktisi Buddhis kita harus banyak menanam pohon kebajikan, agar bisa me-ngumpulkan jawa kebajikan yang tak terhingga, jasa kebajikan yang luar biasa besarnya.
Berasal dari manakah jasa kebajikan yang tak terhingga ini?
Dari keyakinan, rasa simpati, dan perasaan bersyukur.
Yang pertama, jasa kebajikan yang tak terhingga ini diperoleh dari keyakinan, saat Anda melakukan jasa kebajikan, Anda harus memiliki keyakinan, Anda yakin akan diri Anda sendiri, dan percaya kepada Guan Shi Yin Pu Sa.
Yang kedua, rasa simpati, jika melihat kesempatan untuk melakukan kebaikan, maka harus dilakukan, di mana pun dan ke mana pun kita berada, selalu melakukan kebaikan dengan rasa simpati.
Yang ketiga, rasa syukur atau terima kasih, apabila ingin melakukan jasa kebajikan yang tak terhingga, kita harus memiliki keyakinan dalam melakukan segala hal, dan dalam kondisi apa pun yang baik maupun buruk,
terakhir kita juga harus berterima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa, atas berkat yang membuat kita bisa menjalani hidup yang baik dan tenang setiap hari, juga atas tubuh yang sehat ini.
Oleh karena itu, orang yang hidup di dalam keselamatan harus memiliki perasaan bersyukur.
Ajaran Buddha Dharma yang tak terhingga, kebijaksanaan yang tak terhingga, jasa kebajikan yang tak terhingga, semuanya dipupuk sedikit demi sedikit, sehingga pada saat terakhir bisa mencapai pencerahan yang sempurna.
