Wenda20150904 10:06
“Bertekad mencapai Kebuddhaan yang paling sempurna” memiliki tingkat kesadaran spiritual yang lebih tinggi; dalam kondisi seperti apa seseorang dapat berikrar untuk berhasil membina diri dalam satu kehidupan dan terbebas dari reinkarnasi
Pendengar pria: Apakah tekad “berhasil membina diri dalam satu kehidupan” berbeda dengan “bertekad mencapai Kebuddhaan yang paling sempurna” yang terdapat dalam Empat Tekad Agung?
Master menjawab: “Bertekad mencapai Kebuddhaan yang paling sempurna”, sebenarnya tingkat kesadaran spiritualnya mungkin lebih tinggi sedikit. “Bertekad mencapai kebuddhaan yang paling sempurna” berarti: saya akan terus membina diri, terus membina diri, terus membina diri… sampai mencapai tingkat yang paling tinggi, paling tinggi, dan paling tinggi… selamanya adalah yang tertinggi. “无上 wu shang — tiada tara” berarti tidak ada lagi yang lebih tinggi; Sudah mencapai puncak, ternyata masih belum sampai puncak, masih terus naik. Baru saja sampai puncak, naik lagi… seperti kita menaiki tangga, tidak memberi tahu kamu harus naik sampai lantai berapa. “Sudah sampai belum?” Aduh, sampai lantai satu. “Masih ada lagi?” Naik lagi. “Masih ada lagi?” Naik lagi. “Jadi, sebenarnya ada ujungnya atau tidak?”Tidak ada ujungnya. Inilah yang disebut “无上” — tiada tara. (Oh. Lalu bagaimana menentukan apakah diri sendiri sudah boleh berikrar untuk “berhasil membina diri dalam satu kehidupan”? Karena baru-baru ini Sekretariat menjawab bahwa ikrar ini bukan berarti cocok untuk setiap orang. Master dulu pernah mengatakan bahwa tekad “berhasil membina diri dalam satu kehidupan” tidak cocok untuk semua orang.) Boleh berikrar untuk “berhasil membina diri dalam satu kehidupan”, tetapi bukan berarti ketika kamu mengatakan “berhasil membina diri dalam satu kehidupan”. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan mengenai makna “berhasil membina diri”. Banyak orang berkata, “Saya akan berhasil membina diri dalam satu kehidupan.” Tetapi kamu membina diri sampai ke alam mana? Benar tidak? Karena itu, banyak orang menyebarkan informasi yang keliru. Mereka mengatakan Master pernah berkata bahwa akan sampai ke alam mana, lalu mengira bahwa alam tersebut adalah alam tertinggi. Coba pikirkan, bukankah mereka bodoh tidak? Master sudah menjelaskan sampai hari ini, benarkah? (Ya) Alam Surga dalam Enam Alam, itu masih belum terbebas dari Enam Alam. Mengertikah? (Mengerti) Jadi, kamu berkata, “Hari ini saya ingin membina diri hingga keluar dari Enam Alam, dan berhasil membina diri dalam satu kehidupan,” tentu ini lebih sulit. Kalau kamu berkata, “Hari ini saya ingin berhasil membina diri dalam satu kehidupan,” dan kamu mampu membina diri hingga mencapai Alam Surga, misalnya mencapai tingkat yang tertinggi di antara tiga alam baik, seperti Alam Kammaloka, Alam Rupaloka, kamu dapat berhasil membina diri hingga mencapai Alam Arupaloka, itu juga dapat disebut sebagai “berhasil membina diri”. Benarkah? Tingkat kesadaran spiritualnya berbeda (Benar, benar)
Beri contoh sederhana, kita mengatakan ingin lulus, semua orang mengatakan “lulus”. Tetapi lulus SD atau lulus SMP? Lulus SMA atau lulus universitas? Itulah. (Oh. Master, jika diri sendiri berikrar “berhasil membina diri dalam satu kehidupan”, dengan maksud mencapai pembebasan dari Enam Alam, apakah boleh membuat tekad seperti itu? Atau…) Kalau kamu sudah bervegetarian penuh, sudah sangat tekun dan giat dalam membina diri, menurut saya tidak ada yang salah. Sebaliknya, hal itu justru dapat menambah jodoh pendukungmu.
(Ya,ya) Namun, kalau hari ini kamu masih makan daging, masih suka memarahi orang, setiap hari masih melakukan perbuatan buruk, lalu kamu membuat ikrar seperti ini, bukankah itu berarti kamu sedang berbohong? (Benar, benar. Maater, berarti ada beberapa hal: pertama, bervegetarian penuh; kedua, tekun dan giat dalam membina diri serta membimbing orang lain belajar Buddha Dharma. Dengan demikian, barulah boleh berikrar untuk “berhasil membina diri dalam satu kehidupan dan terbebas dari Enam Alam”?) Benar. Setidaknya sekarang kamu harus benar-benar berusaha keras dan tekun, barulah kamu dapat mencapai keberhasilan dalam pembinaan diri (Oh, sudah mengerti. Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)
wenda20150904 10:06
“佛道无上誓愿成”境界更高;什么条件下可以发一世修成、脱离轮回的愿力
男听众:愿力“一世修成”和四弘愿里的“佛道无上誓愿成”有区别吗?
台长答:“佛道无上誓愿成”,实际上境界可能更高一点。“佛道无上誓愿成”,也就是说我要修啊修啊修啊……修到最高最高最高……永远最高,“无上”就是没有的,已经到顶了之后没有到顶的,又上了;刚刚到顶,又上了……就像我们爬楼梯一样的,不告诉你爬几楼。“到了没有啊?”哎哟,爬到一楼了,“还有啊?”再爬,“还有啊?”再爬。“到底有没有啊?”没有底的。就这样,“无上”(哦。怎样判断自己可以发“一世修成”的愿力呢?因为最近秘书处回复了,说并不是说适合每个人。师父以前也说过“一世修成”的愿力不是适合所有的人)可以发“一世修成”的愿力,但不是说你“一世修成”,这个“修成”有很多讲究。很多人说“我一世修成”,你修到哪个天呢?对不对啊?所以很多人就是造谣,说台长说送到哪个天,老说以为这个天道就是最上面的天了。你说说看他们愚痴不愚痴?台长讲到今天了,对不对啊?(嗯)六道里边的天道,那是还没有出离六道的道,听得懂吗?(明白)那你说“我今天要修出六道,一世修成”,那就比较难一点了。你说“我今天要一世修成”,你能够修到天道去,修到我们说最高的,比方说三善道里边最高的欲界天、色界天,你能够修到无色界天,那也叫修成。对不对啊?境界不一样(对对)举个简单例子,我们说要毕业,大家都说毕业,你小学毕业还是中学毕业?高中毕业还是大学毕业?好了(哦。师父,如果自己发“一世修成”就是修到超脱六道这个愿力,可以发吗?或者是……)要是你已经吃全素了,已经很努力精进了,我觉得没什么不好,反而会增加你的增上缘(嗯嗯)如果你今天还在吃肉,嘴巴里还在骂娘,天天还在做坏事,你发这种你不就在打妄语吗?(对对。师父,就是这几点:第一,吃全素;第二,精进地修行、度人。这样就可以发“一世修成、超脱六道”的愿力了?)对啊,至少你现在拼命地在努力、精进,你才能修成(哦,明白了。谢谢师父慈悲开示!)
