Berlutut di altar menempelkan lukisan pemandangan gunung dan air hanya boleh rekan se-Dharma yang pria, dan harus menggunakan kain merah 跪在佛台上贴山水画只能是男同修,而且要铺红布

 

 

Wenda20180204B 02:32

Berlutut di altar menempelkan lukisan pemandangan gunung dan air hanya boleh rekan se-Dharma yang pria, dan harus menggunakan kain merah

Pendengar pria: Seorang saudari se-Dharma yang sudah menikah berlutut di atas altar Buddha untuk menempelkan lukisan pemandangan gunung dan air. Setelah selesai menempelkannya, apakah kain penutup altar di bagian atas perlu diganti dengan yang baru? Atau boleh langsung digunakan untuk mempersembahkan altar, menyalakan dupa, dan mengundang Bodhisattva?

Master menjawab: Pria atau wanita? (Wanita) Aduh, kalau wanita, jangan naik ke sana. Harus yang pria. Kalau yang melakukannya adalah pria, tempat untuk berlutut harus diberi kain merah (Baik) Tidak boleh. Wanita tidak boleh naik ke altar Buddha untuk melakukan hal ini. Kalau wanita naik ke sana, Bodhisattva tidak akan datang. Ini tidak berdaya. Dewa Pelindung Dharma akan marah. Jadi, bagaimana kalian mengatur Guan Yin Tang ini? Jangan sembarangan. Hal-hal seperti ini semuanya harus dituliskan. Masih “wanita naik ke atas altar”. Kalian jangan bercanda. Mengapa kalian begitu tidak memahami aturan? Mengapa tidak bertanya lebih awal? (Master, mohon maaf, karena sebelumnya kami tidak terpikir akan hal ini. Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)

 

Wenda20180204B   02:32  

跪在佛台上贴山水画只能是男同修,而且要铺红布

男听众:已婚师兄跪在佛台上粘贴山水画,请问贴完以后上面的台布需要换新的吗?还是可以直接供佛台,上香请菩萨?

台长答:男的女的?(女的)唉,女的就别上去了,要男的。如果是男的,跪的地方要铺红布(好的)不可以的,女的不能上去的,上去的话菩萨都不来的,这没办法的,护法神会发怒的。所以你这个观音堂怎么弄啊?不要乱来,这些东西都要写出来的。还“女的上去”了,你们不要开玩笑,怎么这么不懂!不能早点问的?(师父,不好意思,因为没有想到。感恩师父慈悲开示)