Berikrar untuk berhasil membina diri dalam satu kehidupan — dalam keadaan seperti apa dianggap mengingkari ikrar? Jika seseorang berikrar “berhasil membina diri dalam satu kehidupan” hanya demi mendapatkan berkat, apakah kekuatan ikrarnya akan berhasil? 许愿一世修成,何种情况算违愿;为求加持而许愿“一世修成”,愿力成功吗

 

Pertanyaan di Seminar Dharma Auckland – Selandia Baru, 09 November 2019

Pertanyaan 7: Berikrar untuk berhasil membina diri dalam satu kehidupan — dalam keadaan seperti apa dianggap mengingkari ikrar? Jika seseorang berikrar “berhasil membina diri dalam satu kehidupan” hanya demi mendapatkan berkat, apakah kekuatan ikrarnya akan berhasil? 

Tanya: Mengenai ikrar besar untuk “berhasil membina diri dalam satu kehidupan”, Master pernah memberikan wejangan bahwa setelah seseorang berikrar, setidaknya pada saat itu hatinya harus benar-benar yakin bahwa ia pasti akan melakukannya. Kamu memiliki kekuatan tekad ini, harus memiliki keyakinan pada saat itu, barulah kekuatan ikrar tersebut bisa berhasil. Mohon bertanya kepada Master, sekarang di banyak kelompok belajar bersama, ada beberapa saudara se-Dharma yang berikrar seperti itu karena ikut-ikutan atau demi mendapatkan berkat. Apakah kekuatan ikrar mereka bisa berhasil?

Jawab: Yang paling penting adalah saat kamu berlutut di hadapan Bodhisattva. Jika pada saat itu kamu benar-benar sangat sedih, tulus, dan berkata, “Bodhisattva, saya sungguh-sungguh ingin…,” maka katakan padamu — itu semuanya nyata, dan kamu benar-benar akan mendapatkan berkat dari Bodhisattva. Itulah mengapa Bodhisattva bisa tertipu? Bahkan para Dewa Pelindung pun bisa tertipu, karena ketika kalian bersujud sambil menangis, semuanya tampak begitu tulus, bukan? Saat itu kalian memang benar-benar tulus. Masalahnya adalah manusia — setelah beberapa waktu, mereka sendiri lupa, dan setelah beberapa waktu lagi, mereka mundur. Maka ketika Bodhisattva melihat bahwa kamu telah mundur, Ubah! Begitulah. Jadi, bukankah Bodhisattva tertipu? Manusia terlalu mudah berubah. “Sekalipun laut mengering dan batu hancur, selama-lamanya tidak akan berubah” He he, belum apa-apa sudah berubah begitu saja.  (Sekarang ada beberapa saudara se-Dharma yang bahkan tidak memahami apa arti sebenarnya dari “berhasil membina diri dalam satu kehidupan”, tetapi sudah berikrar demikian. Jika terus seperti ini, mereka mudah mengingkari ikrar. Apakah ada akibat karmanya?) Berhasil membina diri dalam satu kehidupan”, saya bisa memberitahumu — apa yang disebut mengingkari ikrar? Tidak membina diri lagi baru disebut mengingkari ikrar.  Meskipun kamu memiliki kekurangan atau kesalahan, itu tidak disebut mengingkari ikrar, masih dalam pembinaan diri. Dalam proses pembinaan diri munculnya kekurangan adalah hal yang wajar. Hanya saja kamu berkata, “Saya akan berhasil membina diri dalam satu kehidupan, saya akan terus membina diri selamanya,” maka itu tidak dianggap mengingkari ikrar.  “Dalam kehidupan ini saya bertekad untuk berhasil membina diri dalam satu kehidupan,” mengingkari ikrar apa itu? Dan setelah kamu berikrar ini “berhasil membina diri dalam satu kehidupan”, banyak hal dalam hidupmu akan menjadi lebih lancar.  Hanya saja, ketika kamu membuat ikrar itu, kamu  tidak boleh berpikir, “Saya punya tujuan tertentu,” atau “Saya tidak sungguh-sungguh, hanya ingin mencoba, saya bagaimana ….” atau “ demi mendapatkan berkat.  Ikrar itu harus tulus, berkata: “saya ingin berhasil membina diri akan dalam satu kehidupan, selamany tidak akan pernah mundur. Apa pun yang terjadi, saya akan terus membina diri. Bahkan setelah mati pun, saya akan terus membina diri sampai naik ke surga.”

 

191109新西兰奥克兰弟子开示提问

提问7 许愿一世修成,何种情况算违愿;为求加持而许愿一世修成,愿力成功吗

问:关于许一世修成的大愿,师父曾经开示过:你许了之后,至少当时你的心里决定是我一定要做到,你有这个愿力,一定要当时有这个信心,这个愿力才会成功。请问师父,现在共修组很多师兄由于跟风或出于求加持,这样原因许愿的师兄愿力成功了吗?

答:你当时在菩萨那里跪的时候是最要紧的。如果你非常难过,非常真的,“菩萨,我真的要……”告诉你,全是真的,全给你加持的。所以菩萨为什么受骗?连护法神都会受骗的,因为你们磕头的时候哭的那个样,全是真的吧?你们当时自己也是真的。问题是人啊,过一段时间自己忘了,过一段时间自己退转了,所以菩萨一看你退转了,改!就这样。所以菩萨不是上当了?人太会变了,“海枯石烂永不变,什么什么永不变”,呵呵,还没有怎么样就随便了(现在有一些师兄根本就不明白一世修成意味着什么就许愿了,这样下去很容易违愿,会有什么果报吗?)一世修成,我可以告诉你,什么叫违愿,不修了才叫违愿。你就算有毛病也不叫违愿,还在修啊,修的当中出现毛病很正常,只是你说“我一世修成,我永远这么修下去”,就不叫违愿。“这辈子我要有决心一世修成”,那违什么愿了?而且你许了这个愿说“一世修成”之后,你很多事情都顺利了;只是你在许这个愿的时候,你千万不能想“我有什么目的”,或者“我不是真的,我试试看,我怎么样……”为了得到加持。要真的,说“我一世修成,永远不退转,怎么样我也修下去了,我死了也要修上去。”