Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Auckland, 8 November 2019
Pertanyaan 31: Pemahaman tentang kesetaraan hati dan pikiran
Tanya: Dalam proses pembinaan diri, ada beberapa relawan yang beranggapan bahwa “kesetaraan hati dan pikiran” berarti setiap orang harus memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan jasa kebajikan. Namun, pada kenyataannya, posisi atau tugas seorang relawan tidak terlepas dari kemampuan dan jodohnya masing-masing. Mohon bertanya kepada Master, bolehkah kami memahami bahwa kesetaraan hati dan pikiran” bukan berarti kesetaraan dalam lingkungan luar, melainkan keseimbangan batin dalam menghadapi hal baik maupun buruk?
Jawab: Pemahaman itu benar. Bukan kesetaraan dalam suatu hal tertentu. Misalnya, seseorang lahir di keluarga kaya, sementara yang lain lahir di keluarga miskin; ada yang lahir dari orang tua yang sehat, ada pula yang lahir dari orang tua yang kesehatannya lemah — tentu konsepnya berbeda. Kamu berkata, “Mengapa sejak lahir saja sudah tidak setara?” Sebenarnya, yang dimaksud hanyalah bahwa kita semua sama-sama hidup di dunia ini, kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk membina pikiran, dan di dalam batin kita pun sama-sama bisa menumbuhkan welas asih. Lihatlah, dalam hidup ini — lahir, tua, sakit, dan mati — semuanya setara. Sekaya apa pun seseorang, ia tetap akan mengalami kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian, benar tidak? Jadi, kesetaraan itu berasal dari dalam hati. Apa yang dia katakan itu benar. Kalian yang mempelajari Bai Hua Fo Fa sedang belajar hal yang benar — bukan tentang melakukan sesuatu agar tampak setara, melainkan agar hati kalian menunjukkan kesetaraan. Misalnya, orang ini cacat. Kamu bersamanya, kamu tidak cacat, tapi dia cacat. Namun dari dalam hatimu, kamu sangat menghormatinya. Kamu berpikir bahwa di masa lalu dia juga baik, dan hidupnya tidak mudah. Di dalam hatimu, kamu merasa setara dengannya, tidak memandangnya sebagai orang cacat — itulah yang disebut kesetaraan. Bukan berarti kalau kakinya cacat, kamu juga harus membuat kakimu cacat supaya kalian berdua sama-sama cacat. Mengerti maksudnya? Itu bukan kesetaraan yang dimaksud (Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)
191108新西兰・奥克兰世界佛友见面会提问
提问31 对平等心的理解
问:在修行中,有些义工认为平等心就是每个人都拥有一样的机会做功德。但实际上,每个人的义工岗位和他个人的能力和因缘都分不开。请问师父,可不可以理解平等心并不是指外环境的平等,而是指内心里面对好与坏的平衡呢?
答:是有道理的。并不是某一件事情的平等。比方说,一个人生在有钱人家里和一个没钱人家里,生在一个父母亲身体很好的和生在一个爸爸妈妈身体都不好的家里,那概念是不一样。你说生出来怎么就不平等啊?只是说我们同样在人间,同样有修心的机会,同样在内心可以慈悲。你看,我们人生老病死都是平等的,再有钱的人也要生、老、死、病,对不对?所以这个平等是从内心来的,他讲的是对的。你们学《白话佛法》学的是对的,并不是做某一件事情平等,而是说你的内心要表示平等。比方说这个人残疾,你跟他一起,你没残疾,他残疾,但是你从心里很尊重他,你觉得他过去也是好的,他也不容易,你心里跟他平等,没把他当成残疾人看,那就叫平等。并不是说他脚残了,你也去把脚残了,我们两个一起来脚残,听得懂吗?不是这种平等啊(感恩师父慈悲开示)
