Bagaimana menyeimbangkan pembinaan diri dengan perhatian terhadap perkembangan masyarakat 如何平衡修行和对社会发展的关注

 

 

Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Kuala Lumpur – Malaysia, 19 Oktober 2019

Pertanyaan 2: Bagaimana menyeimbangkan pembinaan diri dengan perhatian terhadap perkembangan masyarakat

Tanya: Ada sebagian rekan se-Dharma yang masih muda, dalam proses menjalankan pembinaan diri, juga akan memperhatikan Weibo atau Facebook dari beberapa tokoh yang sering diberitakan. Di situs media sosial para tokoh tersebut, sebagian besar berisi analisis dan pandangan pribadi mereka mengenai ekonomi, politik, dan sebagainya. Di antaranya terdapat tokoh-tokoh yang sangat kontroversial, dan juga tidak sedikit pandangan yang bersifat sepihak. Namun, ada rekan se-Dharma yang cukup tertarik terhadap hal-hal tersebut, bahkan membicarakannya dengan teman-teman di sekitarnya. Mohon bertanya kepada Master, apakah ini dapat menyebabkan kebocoran dalam pembinaan diri? Jika bertemu dengan rekan se-Dharma seperti ini, bagaimana sebaiknya kita membimbingnya? Dalam pembinaan diri di tengah kehidupan masyarakat, bagaimana kita menyeimbangkan antara pembinaan diri dengan perhatian terhadap perkembangan dan kecenderungan masyarakat?

Jawab: Menurutmu, apakah para biksu akan melakukan hal seperti ini? Karena mungkin dia merasa bahwa waktunya masih panjang, perjalanan hidupnya masih panjang, dan dia merasa bahwa jasa kebajikannya sudah penuh? (Tidak) Baik, ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran spiritualnya masih belum tinggi, dan dia masih terjerumus ke dalam lima nafsu keinginan dan enam kekotoran duniawi. Seseorang yang tingkat kesadaran spiritualnya tinggi, bagaimana mungkin masih memiliki begitu banyak waktu untuk memperhatikan begitu banyak hal? Secara umum, melihat sekilas dan mengetahui sedikit saja sudah cukup. Mengapa masih harus mempelajarinya dan mendiskusikannya secara mendalam? Apakah dia seorang politikus, filsuf, ahli teori, atau komentator? Sebenarnya dia ingin menjadi “ahli” dalam bidang apa? Kita yang belajar Buddha Dharma, pada hakikatnya adalah tubuh masih berada di dunia keduniawian, tetapi hati telah meninggalkan keduniawian. Kita harus sungguh-sungguh memanfaatkan waktu untuk belajar Buddha Dharma dan melafalkan paritta. Bagaimana mungkin kita masih memiliki begitu banyak waktu untuk ikut terlibat dalam berbagai kerisauan dunia? Dari mana datangnya berbagai kerisauan di dunia? Berdiskusi, membicarakan, melihat, mendengar, dan menyerap berbagai hal, barulah timbul berbagai macam kerisauan. Karena itu, kamu hanya dapat menunggu hingga tingkat kesadaran spiritualnya perlahan-lahan meningkat. Jangan terlalu terburu-buru menjelaskan kepadanya. Dia menggunakan cara berpikir duniawi untuk berbicara denganmu, sehingga kamu tidak dapat membuatnya terbebas dari pemikiran tersebut. Dia berkata, “Memangnya saya tidak boleh membaca berita?” Sama seperti sekarang banyak orang berkata, “Memangnya saya tidak boleh menikah?” “Memangnya saya tidak boleh begini atau begitu?” “Kalau saya tidak punya uang di dunia ini, bagaimana saya bisa hidup?” Lalu, bagaimana para biksu bisa hidup? Mengapa dahulu Sang Buddha meminta para biksu menjadi teladan yang baik? Yaitu agar semakin banyak para biksu yang memiliki tingkat kesadaran spiritual yang tinggi dapat memahami bahwa kehidupan ini tidak kekal, dan segala sesuatu harus dijalani sesuai jodoh. Sebanyak apapun yang kamu miliki, apa gunanya? Kalian sebaiknya membaca 《Bai Hua Fo Fa》 dengan baik. Hafalkan kalimat-kalimat yang terdapat di dalam Bai Hua Fo Fa tersebut (Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)

 

191019马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会提问

提问2 如何平衡修行和对社会发展的关注

问:有些年轻同修在修行过程中也会关注一些新闻人物的微博或Facebook[脸谱网]等,这些新闻人物的社交网站上大多是他们对经济、政治等方面的分析和个人观点,其中不乏一些备受争议的新闻人物,也不乏一些片面的观点。但有同修比较热衷于此,甚至会与周围的朋友谈论。请问师父,这是否会导致修行有漏?如果遇到这样同修,我们该如何开导他?我们在世间修行,该如何平衡修行和对社会发展趋势的关注?

答:你觉得法师他们会这么做吗?因为他可能觉得时间还多,他的人生还有很长的路要走,他觉得他功德已经满了吗?(不是)好了,就说明他的境界还不高,还沉迷在五欲六尘当中。一个境界高的人哪会有时间再去关心这么多的事情?大概地看一看,知道一下就可以了,还要去研讨?他是政治家,还是哲学家,还是理论家,还是评论家?他到底想做什么“家”呢?我们学佛的人,实际上就是身未出家心出家,好好地抓紧时间学佛念经,哪有这么多时间参与人间的这种烦恼?人间的烦恼怎么来的?讨论、商量、看了、听了、闻了之后,才会产生各种各样的烦恼。所以,这些你只能等他的境界慢慢提高,而不能过急地去跟他讲。他用人间的思维跟你讲,你没有办法来解脱他的。他说:“难道新闻我不要看吗?”就像现在很多人说“难道我不要结婚吗?”“难道我不要怎么怎么”“人间我如果不要钱,我怎么活啊?”那么法师怎么活的?佛陀当年为什么要让法师做个好榜样?就是让更多更多的那些境界高的法师们,让他们知道,人生无常,一切都要随缘,你拥有了再多,有什么用呢?你们好好地把《白话佛法》看一看,把《白话佛法》里面那些语句背下来(感恩师父慈悲开示)