Bagaimana menyeimbangkan belajar Buddha Dharma dengan olahraga dan latihan fisik 如何平衡学佛与锻炼身体、体能训练的关系

Master Lu Menjawab Surat Keraguan (350) 13-12-2019

Bagaimana menyeimbangkan belajar Buddha Dharma dengan olahraga dan latihan fisik

Tanya: Saya pribadi suka berolahraga dan melakukan latihan fisik, seperti berlari dan fitness (saya berlatih di rumah karena di tempat fitness mudah terpengaruh oleh enam kekotoran duniawi). Saya juga suka berlatih bela diri (tetapi sekarang sudah tidak berlatih lagi karena takut dalam membina pikiran saya malah menyimpang). Dalam proses melatih tubuh dan menghadapi rasa sakit serta penderitaan selama latihan, saya merasa batin saya menjadi lebih tenang dan kuat. Selama berlatih, saya terus berkomunikasi dengan batin saya sendiri, sehingga mencapai penyatuan antara tubuh, pikiran dan raga. Mohon bertanya, sebagai orang yang belajar Buddha Dharma dan membina pikiran, selain melafalkan paritta, berikrar, melakukan pelepasan makhluk hidup, dan membaca Bai Hua Fo Fa, apakah cara seperti ini juga boleh terus dilakukan?

Jawab: Jangan terlalu banyak berpikir. Belajar Buddha Dharma, menjalani kehidupan, dan menjadi manusia, semuanya harus dilakukan dengan sederhana. Jika terlalu banyak berpikir, semakin dipikirkan akan semakin rumit,  semakin dipikirkan akan semakin sedih. Orang yang mengalami gangguan mental sering kali disebabkan karena terlalu banyak berpikir. Ada seorang yang mengalami gangguan mental pernah berkata, “Orang lain tidak masuk rumah sakit, karena mereka tidak terlalu melekat dan terus-menerus menggali terlalu dalam terhadap suatu hal.

Saya karena terus memikirkan suatu hal, memikirkannya tanpa henti, akhirnya sampai berpikir hingga masuk rumah sakit jiwa…” Di dunia ini, segala sesuatu sebaiknya dipikirkan dengan lebih sederhana. Jika seorang praktisi Buddhis berlatih bela diri secara normal, ia juga tidak akan pergi memukul orang lain. Sebaliknya, orang yang tidak belajar Buddha Dharma, meskipun tidak berlatih bela diri, juga bisa saja memukul orang lain. Jadi, bukan metode atau tindakan tertentu yang menentukan semuanya, melainkan pikiran yang membimbing seseorang hingga melakukan suatu tindakan. Pikiran tersebut berasal dari jiwa. Bagaimana kamu berpikir tentang suatu hal, maka kamu akan bertindak seperti itu terhadap hal tersebut.

 

 

卢台长开示解答来信疑惑(三百五十)2019-12-13

如何平衡学佛与锻炼身体、体能训练的关系

问:我个人喜欢锻炼身体、体能训练,如跑步、健身(在家练,因为在健身房容易被六尘所染),也喜欢习武(但现在不学了,怕自己修心会走偏差),在锻炼肉体的过程中的痛苦和煎熬似乎使我的内心变得清静、坚强,锻炼的过程不断与自己的内心在沟通,达到身心、灵与肉的结合。请问作为学佛修心人,除了念经、许愿、放生、《白话佛法》,同时这种方式可以继续吗?

卢台长答: 不要想那么多。学佛、生活、做人,都要简单。想得太多,越想越复杂,越想越难受。发神经病的人都是因为想的太多。有个神经病说过:“别人不进医院,是因为没有对某件事情特别执著地钻进去;我因为对某件事情不停想、不停想,就想到精神病医院来了……”这个世界上什么事情都想得简单一点。学佛人正常习武的话,也不会去打别人,不学佛的人不习武也会去打人。不是一种方法,不是一种行为,而是促成你造成这个行为的指导思想,而这种思想就是从灵魂上来的,你怎么认为这件事情,就会怎么去做这件事情。