Bagaimana menjaga batas hubungan antara teman se-Dharma? 如何把握同修之间相处的尺度

 

20 Juni 2015 Pertanyaan di Pertemuan Umat Buddhis Hong Kong,Tiongkok

Bagaimana menjaga batas hubungan antara teman se-Dharma?

Tanya: Seiring dengan meningkatnya waktu kita bersama-sama membina perilaku, teman se-Dharma lebih sering saling berinteraksi dibanding sebelumnya. Kita semua mengerti bahwa dalam menangani hubungan antara sesama teman se-Dharma harus menjaga moderasi di tengah, hanya membahas mengenai hal-hal pembinaan diri dan pembabaran Dharma, namun ketika benar-benar menemui masalah yang sangat sulit, terkadang kita masih tidak bisa menangani dengan menjaga moderasi di tengah, sesekali masih akan membawa jalinan jodoh masing-masing dalam menangani masalah. Mohon Master welas asih memberi wejangan, harus bagaimana menjaga batasan hubungan antara teman se-Dharma?

Jawab: Sebenarnya di antara teman-teman se-Dharma semuanya memiliki jalinan jodoh dari kehidupan lampau. Saya sering melihat banyak di antara teman se-Dharma yang sama-sama menjadi biksu di kehidupan lampau, hubungan mereka sangat baik, oleh sebab itu, begitu bergabung dalam kelompok belajar bersama, begitu bertemu, “Aduh, mengapa saya begitu berjodoh denganmu!” Sangat wajar. Namun harus ingat, itu adalah jodoh dari kehidupan lampau, kamu tidak boleh datang ke kelompok belajar bersama, lalu “saya datang untuk meneruskan jalinan jodoh ini denganmu”, maka akan terjadi kekacauan, ini yang pertama;

Kedua, harus diingat, di antara teman se-Dharma hanya membahas ajaran Buddha Dharma, kurangi membahas hal duniawi. Karena jika terdapat pandangan tentang“benar”dalam pikiran, maka akan menimbulkan“salah”, karena pikiranmu sering tidak tenang, merasa “Ini seharusnya begini, itu seharusnya begitu”. Oleh sebab itu tidak boleh berpikir, setiba di Guan Yin Tang, setiba di tempat orang mempelajari Buddha Dharma, harus baik-baik melafalkan paritta, hanya membicarakan pengalaman, tidak membahas hal-hal bisnis apapun. Umat se-Dharma, itu sahabat Buddha, teman Buddha, oleh sebab itu, tidak boleh campur aduk dengan gosip duniawi apapun. Ingatlah, siapa yang membicarakan gosip di Guan Yin Tang atau di dalam kelompok belajar bersama, dia adalah penggosip.

 

2015-06-20 中国•香港佛友见面会共修组提问 

如何把握同修之间相处的尺度

问:随着大家在一起修行的时间增长,同修在一起接触比以前频繁。大家都明白处理同修之间的关系要中庸,只谈修行和弘法上的事情,但在真正遇到实际困难问题时,大家有时候还是做不到中庸,偶尔还会带各自的缘分在处理事情。请师父慈悲开示,同修之间相处的尺度该如何把握?

答:实际上同修和同修之间前世都有缘分的。我经常看见很多同修之间上辈子都是在一起出家的人,他们的感情很好,所以一进共修会,一看见,“哎呀,我跟你怎么这么有缘分啊!”很正常。但是要记住,那是上辈子的缘,你不能跑到共修会来,“我来跟你继续这个缘分”,那就天下大乱了,这是第一;

第二,要记住了,同修之间只讲佛法,少讲人间事。因为心中有“是”才会产生“非”,因为你的心经常不安定,觉得“这个是应该这样,那个是应该这样”。所以不能想,到了观音堂,到了学佛人的地方,就要好好地念经,只谈体会,不讲任何生意上的事情。佛友,那是佛的朋友,佛的友爱,所以不能掺杂着任何人间的是非。记住了,谁在观音堂、在共修会说是非者,他就是是非人。