Wenda20160925B 36:16
Bagaimana menangani buah yang telah dipersembahkan kepada orang yang telah meninggal dunia
Pendengar pria: Master, biasanya pada saat Hari Raya Cheng Beng atau Hari Raya Ulambana, kami mempersembahkan makanan dan buah-buahan di rumah untuk orang tua kami yang telah meninggal dunia. Setelah selesai, bagaimana sebaiknya buah persembahan dan makanan tersebut ditangani? Master sebelumnya memberi tahu kami, jika pergi ke makam, buah dan makanan tersebut bisa langsung ditinggalkan di sana. Kalau sembahyangnya di rumah, bagaimana, Master?
Master menjawab: Juga kurang baik. Yaitu makanan yang sudah dipersembahkan kepada orang yang telah meninggal dunia sebaiknya jangan dimakan lagi. Kalian tidak dapat melihatnya. Ada hal-hal yang tidak bisa Master ceritakan kepada kalian. Orang yang telah meninggal dunia itu adalah arwah. Terkadang mereka menjulurkan lidah dan air liur mereka sampai menetes ketika sedang makan. Setelah buah-buahan tersebut dimakan oleh mereka, kemudian kamu memakannya lagi… Kamu makanlah (Saya tidak akan memakannya, Master) Kalau begitu, buang saja (Baik) Kalau buah yang telah dipersembahkan kepada Bodhisattva, kamu boleh memakannya. Yang itu bagaimana kamu bisa memakannya? (Ya, Master)
wenda20160925B 36:16
供过亡人的水果如何处理
男听众:师父,一般清明节、中元节我们在家里供奉我们去世的父母,结束以后,那些供果,还有些吃的该怎么处理?师父原来跟我们讲过,如果是去墓地,就直接把那些供果什么的放在那了。如果在家呢,师父?
台长答:也不大好,就是给亡人吃过的东西最好不要吃。你们看不见的,师父不能讲给你们听的,那些亡人是鬼,有的时候舌头伸得……吐沫……那种哈喇子都流下来,吃得那个鬼样,吃过那些水果,你再吃……你去吃吧(我是不吃的,师父)就扔了(好的)你供过菩萨的可以吃,这个你怎么吃啊?(是,师父)
