Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Kuala Lumpur – Malaysia, 18 Oktober 2019
Pertanyaan 44: Bagaimana membantu teman se-Dharma yang tingkat Kesadaran spiritualnya masih terbatas pada memohon berkah duniawi agar Dapat meningkatkan tingkat kesadarannya?
Tanya: Dalam proses pembinaan diri, ada banyak saydara se-Dharma yang telah belajar Buddha Dharma selama bertahun-tahun, tetapi masih berhenti pada tahap melafalkan paritta, melafalkan Xiao Fang Zi, dan memohon berkah duniawi. Mereka jarang datang ke Guan Yin Tang dan tidak bersedia mengikuti kegiatan belajar bersama Bai Hua Fo Fa. Ketika menghadapi masalah, mereka mulai merasa gelisah dan timbul kerisauan dalam hati. Lambat laun, mereka juga mudah mengalami kemunduran.
Ketika kelompok belajar bersama mengingatkan mereka, saudara-saudara se-Dharma ini sulit menerima nasihat. Bahkan, mereka terkadang menggunakan perkataan Master untuk membenarkan pandangan mereka sendiri. Menghadapi saudara se-Dharma seperti ini, bagaimana kita dapat membantu mereka meningkatkan tingkat kesadaran spiritual dengan cara yang sesuai dengan aturan dan Dharma?
Jawab: Pertama-tama, carilah saudara se-Dharma yang memiliki hubungan baik dengannya, yang memiliki keselarasan medan energi dengannya, dan yang menjalankan pembinaan diri dengan baik untuk berbicara dengannya. Jika kamu terus-menerus meminta para penanggung jawab untuk berbicara dengannya dan menasihatinya, sementara pembinaan dirimu sendiri belum baik, dia sama sekali tidak akan menganggap serius perkataanmu. Dengan demikian, terkadang jika kamu berbicara terlalu berlebihan, justru itu dapat memutus kehidupan kebijaksanaannya.
Dia menghormati dan bersedia mendengarkan siapa? Carilah orang tersebut untuk berbicara dengannya. Jika dia tidak menghormati atau bersedia mendengarkan siapa pun, itu menunjukkan bahwa jodohnya tidak mendalam. Biarkanlah dia menjalani pembinaan dirinya dengan caranya sendiri. Ketika suatu saat dia menghadapi kesulitan tertentu, dia akan kembali dengan sendirinya.
Oleh karena itu, jangan memaksakan atau memutus jodoh yang ada. Jika dipaksakan, jodoh tersebut benar-benar akan terputus. Banyak orang yang sebenarnya tidak seharusnya bercerai dalam pernikahannya, atau suatu masalah sebenarnya tidak perlu langsung menjadi begitu rumit dan tegang. Namun, karena ada orang yang dengan paksa memutus jodoh tersebut, akhirnya hubungan itu benar-benar terputus. Dengan demikian, kamu telah memutus jodoh. Ketika jodoh itu sudah kamu putus, kamu tidak lagi memiliki jodoh, dan menjadi makhluk yang tidak berjodoh.
Jadi, terkadang ketika menghadapi orang seperti ini, jangan mendesaknya atau memaksanya untuk berubah. Biarkan dia menjalani pembinaan dirinya secara perlahan-lahan. Itu lebih baik daripada tidak membina diri. Dia di rumah, dia tidak datang ke Guan Yin Tang. Itu lebih baik daripada setelah kamu menasihatinya, dia mundur dalam pembinaan diri (Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)
191018马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会提问
提问44 对境界停留在求人天福报的佛友,如何帮助其提升境界
问:在修行过程中,有很多学了很久的师兄一直停滞在念经、念小房子、求人间福报的阶段,不常来观音堂,也不愿意参加《白话佛法》共修,碰到事情起了烦恼心,慢慢地容易退转。共修组在提醒时,这些师兄很难听进去,甚至会用师父的话自圆其说。面对这样的师兄,我们该如何如理如法地帮助他们提升境界?
答:首先,要找跟他关系比较好的,就是气场比较相投的、修得好的佛友去跟他讲。如果你一味地去让一些负责人跟他讲、说教,因为你自己本身没修好,他根本不会买你账的。你这样的话,有时候讲得过分了,反而会断了他的慧命。他服谁,你去找谁跟他讲;如果谁都不服,说明他缘分不深,就让他这么修,等到他碰到一定的困难了,他会回来的。所以缘分不能去掰的,如果一掰,缘分就断缘了。很多人婚姻本来不应该离婚的,或者事情本来不会马上就搞得很僵的,就是你硬去把这个缘分掰断了,那你就是断缘。你把这个缘分断掉了,你就没缘,就无缘,就变成无缘众生了。所以有的时候碰到这种人,不要去push他——不要去推他,就让他慢慢自己修,总比不修好。他在家里,他不到观音堂来,总比你讲了他之后,他退转好(感恩师父慈悲开示)
