Apakah perlu menjelaskan secara terperinci hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberikan buku paritta kepada teman se-Dharma Baru? 结缘经书给新佛友时,是否要详细讲解使用经书的注意事项

 

Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Kuala Lumpur – Malaysia, 18 Oktober 2019

Pertanyaan 13: Apakah perlu menjelaskan secara terperinci hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberikan buku paritta kepada teman se-Dharma Baru?

Tanya: Dalam kegiatan pembabaran Dharma, beberapa saudara se-Dharma memiliki pendapat yang berbeda mengenai metode pembabaran Dharma. Ketika teman se-Dharma baru ingin menerima buku paritta yang diberikan secara gratis, ada saudara se-Dharma yang berpendapat bahwa kita harus menjelaskan dengan sungguh-sungguh dan terperinci kepada teman se-Dharma baru mengenai cara menggunakan dan menyimpan buku paritta, serta hal-hal yang perlu diperhatikan.

Misalnya, buku paritta tidak boleh diletakkan di kamar suami istri atau di tempat yang tidak bersih, dan sebagainya. Namun, ada pula saudara se-Dharma yang berpendapat bahwa kita sebaiknya tidak langsung menyampaikan terlalu banyak ketentuan kepada teman se-Dharma baru sejak awal. Hal itu dapat menimbulkan kerisauan dan rasa takut dalam hati mereka, sehingga beberapa teman se-Dharma baru menjadi tidak berani menerima buku paritta.

Menurut pendapat mereka, kita cukup memberi tahu teman Buddhis baru bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pada halaman pertama buku paritta, kemudian meminta mereka membacanya dengan saksama setelah pulang ke rumah. Mohon Master welas asih memberikan wejangan. Di antara kedua cara tersebut, cara manakah yang lebih sesuai dengan aturan dan ajaran Dharma?

Jawab: Cara kedua pada dasarnya merupakan suatu bentuk penghindaran tanggung jawab. Cara kedua berarti: kamu menyuruh orang tersebut membaca sendiri, karena di bagian depan buku sudah tertulis hal-hal yang perlu diperhatikan. Jika hari ini kamu tidak mampu melakukannya, maka karma burukmu sendiri yang harus kamu tanggung. Cara pertama adalah berusaha untuk membantunya dan menjelaskan kepadanya. Saya berikan sebuah contoh sederhana, maka kamu akan mengerti. Ketika seorang anak baru dilahirkan ke dunia ini, bukankah kita harus mengajarkan banyak aturan kepadanya? “Anakku, ketika kamu sudah besar nanti, kamu harus bersikap seperti ini. Anakku, setelah besar nanti, kamu tidak boleh menyeberang jalan sembarangan, tidak boleh mencuri, tidak boleh merampas barang orang lain, dan tidak boleh melakukan hal-hal seperti ini….” Apakah perlu dikatakan kepadanya? (Perlu) Ketika teman se-Dharma yang baru datang dan belum memahami apa-apa, bukankah seharusnya kamu menjelaskannya kepada mereka? (Benar) Apakah kamu akan membiarkan anak yang baru lahir itu hingga berusia lima atau enam tahun, lalu berkata, “Nanti gurumu akan mengajarkannya kepadamu”? Apakah ayah dan ibu akan bersikap seperti itu? Tentu tidak, bukan?

 

191018马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会提问

提问13 结缘经书给新佛友时,是否要详细讲解使用经书的注意事项

问:在弘法当中,有些师兄在弘法的方法上有一些意见不一致。当新佛友想要结缘经书的时候,有师兄认为应该认真详细地给新佛友讲解如何使用、保存经书,以及相关的注意事项,比如不能把经书放在夫妻房,不能放在不干净的地方,等等。然而有的师兄却认为不应该一开始就向新佛友提那么多的要求,会让新佛友起烦恼心、恐惧心,造成有些新佛友不敢结缘经书。他们的观点是告知新佛友在经书的第一页有一些注意事项,让新佛友回家后自己认真阅读。请问师父,这两种方式哪一种更加如理如法?

答:第二种方法本身就是一种逃避。第二种方法就是说:你去看,书前面都写着注意事项的,如果你今天做不到,你自己的业障自己背。第一种就是尽量能够帮助他,跟他讲。我举个简单例子你就知道了,当一个孩子刚刚出生到人间的时候,你是不是要跟他讲很多规矩?“孩子,你以后长大了,你应该怎么样。孩子,长大了,你不能过马路乱穿,你不能偷东西,不能抢东西,你不能怎么样……”要讲吗?(要讲)新佛友来了,不懂,你是不是应该要给他讲?(对)你让新生出来的孩子到了五六岁的时候,“以后老师会教你的”,你说妈妈爸爸会这么做吗?不会,对不对?