Apa yang perlu diperhatikan oleh orang lansia dalam menekuni Dharma dan membina pikiran 老年人学佛修心需要注意什么

 

Pertanyaan di Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Auckland, 8 November 2019

Pertanyaan 15: Apa yang perlu diperhatikan oleh orang lansia dalam menekuni Dharma dan membina pikiran

Tanya: Ada beberapa orang lansia yang sangat bersemangat dalam belajar Dharma, tekun melafalkan paritta, giat membabarkan Dharma, menolong sesama, dan aktif mengikuti berbagai kegiatan. Mereka tidak ingin tertinggal dari para praktisi yang lebih muda. Namun, hukum alam tidak bisa diabaikan, usia mereka memang sudah lanjut. Rekan-rekan se-Dharma kadang merasa khawatir, karena tujuan akhir kita adalah pulang bersama Pu Sa mama. Mohon bertanya kepada Master, apa saja yang perlu diperhatikan oleh para lansia agar benar-benar sesuai dengan standar yang benar dalam belajar Buddha Dharma dan membina diri?

Jawab: Baik Buddhisme Hinayana maupun Mahayana semuanya bisa dijalankan. Orang lansia yang membina diri dengan sungguh-sungguh, melafalkan paritta di rumah pun sudah sangat baik. Asalkan tidak melakukan perbuatan buruk dan tidak menciptakan karma baru, orang lansia tetap bisa naik ke surga — hanya saja tingkat surga yang dicapai itu yang mana. Maka itu, jangan memberi tuntutan terlalu tinggi kepada para lansia. Jika mereka masih bisa keluar menolong orang lain, itu yang terbaik. Jika tidak bisa, cukup menjaga diri sendiri dan membina diri dengan tekun pun sudah patut diberi ucapan selamat. Semuanya menyesuaikan jodoh. (Terima kasih, Master)

 

191108新西兰奥克兰世界佛友见面会提问

提问15 老年人学佛修心需要注意什么

问:有些老人家非常发心,精进念经,弘法度众,以及参加各种活动,他们不甘落在年轻人后面。但自然规律不可否定,毕竟年迈。师兄们有时会担心,因为我们的最终目的是要跟着菩萨妈妈回家。请问师父,老年人在学佛修心中,究竟还需要注意些什么才算是真正符合学佛修行的正确标准?

答:小乘、大乘都可以。老年人好好修,在家里念经也可以的。只要不去做坏事,不造新业,老年人照样能够上天,只是这个天是哪一层。所以对老年人要求不要太高,能帮忙出来度人最好;不能帮忙,保证自己,好好修,也恭喜他。一切随缘(感恩师父)