Acara Pertemuan Umat Sedunia – Kuala Lumpur, 18 Oktober 2018
Mana yang lebih baik antara mengubur abu di bawah pohon atau menaruh abu di pagoda
Tanya: Pertanyaan ke empat, tanah di Taiwan terbatas, cara yang paling umum ditemukan adalah mempersembahkan abu almarhum di pagoda setelah dikremasi. Sekarang kesadaran lingkungan sedang meningkat, semakin banyak orang memilih mengubur abu di pohon, artinya, tidak ada fasilitas pelestarian permanen, tidak ada batu nisan, dan tidak ada kuburan. Mohon bertanya kepada Master, apakah lebih baik menempatkan abu almarhum di pagoda untuk disembahyangi oleh generasi berikutnya, atau memilih untuk dikremasi dan dimakamkan di pohon, tanpa mendirikan batu nisan atau membangun kuburan, membiarkan abu secara alami menyatu ke bumi setelah beberapa bulan? Terima kasih Master.
Jawab: Secara teori, tentu lebih baik meninggalkan jasad. Tidak mengertikah? Tentu saja, jika ada batu nisan, kamu masih bisa pergi untuk menyembah dan memberi hormat kepada leluhurmu, benar tidak? Saya tidak membicarakan yang lain, kamu pertimbangkan saja sendiri. Jika suatu hari anak cucumu selesai kremasikan jasadmu, langsung menguburmu ke dalam tanah, dan perlahan-lahan menyatu dengan bumi, menurutmu apakah kamu merasa senang? Tentu saja harus memiliki sebuah batu nisan, betul tidak? Sudah.
Tanya: Terima kasih Master.
191018马来西亚・吉隆坡世界佛友见面会
树葬和灵骨塔,哪个更好
问:问题四,台湾土地有限,最常见的是火化后供奉在灵骨塔里。现在环保意识的抬头,越来越多人选择树葬,也就是说不做永久留存的设施,不立碑、不造坟。请问师父,是放在灵骨塔里有塔位留给后人供奉好呢,还是选择火化后树葬,不立碑、不造坟,让骨灰在几个月后自然地融于大地好呢?感恩师父。
答:从道理上来讲,当然保留尸骨好了。听不懂啊?那当然了,有个墓碑,你还能去拜拜,祭拜自己的祖先。对不对啊?我不讲其他的,你自己考虑一下,如果哪一天你的小辈让你烧烧完,埋在土里,慢慢化掉,你说你开心吗?你当然应该有个碑了,对不对?好了。
问:感恩师父。
