Praktisi Buddhis harus belajar menanggung kesulitan, orang yang tamak kesenangan akan merosot 学佛人要学会吃苦,贪图享乐人就会堕落

 

 

wenda20151225 01:18:10

Praktisi Buddhis harus belajar menanggung kesulitan, orang yang tamak kesenangan akan merosot

Pendengar wanita: Membina diri dalam kehidupan, beberapa teman se-Dharma terkadang akan tertarik perhatiannya pada kesenangan duniawi, misalnya menonton serial TV, film, novel, bepergian, dan hiburan lainnya. Tidak ada mimpi buruk yang memperingatkannya. Tetapi dibanding dengan Bodhisattva, merasa bahwa tidak boleh tertarik dengan kenikmatan duniawi, apakah ini juga akan menanam bibit karma sehingga muncul buah karma buruknya? Apa yang harus dilakukan untuk mencapai pencerahan sifat dasar yang menyeluruh?

Master menjawab: Tentu saja, sama sekali tidak boleh tamak akan kesenangan apa pun di dunia ini. Mengapa para Bodhisattva melakukan pembinaan yang keras, harus membina diri dengan suci? Mengapa Sang Buddha tinggal di bawah pohon Bodhi selama 40-an tahun? Mengapa melakukan pembinaan yang keras? Mengapa membuat dirinya tidak memiliki rumah, tidak memiliki perabot, tidak memiliki keluarga, mengapa harus membina dengan begitu keras?

Yaitu agar kamu tidak tamak akan kesenangan duniawi. Menonton film apa? Menonton TV apa? Apakah kamu masih bisa membina pikiran setelah menikmati makanan laut yang lezat? Sastrawan Lu Xun pernah berkata, “Saya tidak pintar, saya hanya menghabiskan waktu orang minum kopi untuk belajar.” Waktu harus diperas. Banyak orang yang menghabiskan waktu mereka dalam tidur.

Jika kamu bangun lebih awal, bukankah beberapa lembar XFZ sudah selesai dilafalkan? (Lalu, apakah ini juga semacam bibit karma buruk dan juga akan muncul buah karma buruknya?) Ya. Apakah kamu tidak tahu apa hasil akhir dari “tamak akan kesenangan”? Bukankah banyak pejabat korup yang tamak akan kesenangan, dan pada akhirnya mereka semua tertangkap, buah karma buruk mereka datang.

Jika kamu punya uang, kamu akan tamak akan kesenangan, karena begitu kamu menikmatinya, kamu akan merosot. Mengapa saya meminta kalian begitu banyak anak dan praktisi Buddhis untuk belajar menanggung kesulitan, mengertikah? (Saya merasa malu. Terima kasih Master memberikan wejangan. Lalu, apakah pencerahan sifat dasar secara menyeluruh berarti kita tidak boleh menikmati kesenangan?)

Memang tidak boleh menikmatinya, dan harus menahan diri. Siapa yang tidak ingin menikmati kesenangan? Berapa banyak negara yang dikunjungi Master, negara mana yang saya kunjungi untuk melihat tempat wisata mereka? Saya tidak pernah melihatnya. Saya masuk ke dalam hotel, dan setelah Seminar Dharma selesai saya langsung pergi ke bandara. Saya tidak pernah melihatnya. Untuk apa melihatnya?

Jika ingin melihat, kamu beli saja beberapa kartu pos untuk dilihat (hehe…terima kasih Master memberikan wejangan) Menjadi seorang manusia, harus belajar menanggung kesulitan. Berapa hari istirahat yang ibu korbankan untuk kebahagiaan anaknya. Seorang ibu kapan ada waktu untuk bermain di luar? (Ya, di dalam hati selalu memikirkan semua makhluk)

 

wenda20151225  01:18:10  

学佛人要学会吃苦,贪图享乐人就会堕落

女听众:在生活中修行,有些同修有时候会被一些人间的享受吸引了注意力,比如看电视剧、电影、小说、旅游等娱乐,并没有不好的梦境提示。但是对照菩萨,觉得不应被人间享受吸引,这是否也会造下恶因而出现恶果?如何做能够做到彻悟本性?

台长答:那当然了,绝对不能去贪图人间任何享乐。为什么菩萨要苦修、要清修啊?为什么佛陀在菩提树下四十几年?为什么要苦修?为什么要自己房子也没有、家具也没有、家庭也没有,为什么这么苦修啊?就是让你不要贪图人间的享乐。看什么电影?看什么电视?吃人间的山珍海味你还修心啊?鲁迅讲过一句话,“我没什么聪明,我只不过把人家喝咖啡的时间花在学习上了。”时间要挤出来的,很多人睡觉就把时间睡掉了,如果你早点爬起来,多少张小房子不就念好了吗?(那这个是不是也是一种恶因,也会出现恶果?)对。“贪图享乐”到后来是什么结局还不知道啊?很多贪官不就是贪图享乐吗,最后全抓进去了恶果来了。有钱了就贪图享乐了,因为一享受人就会堕落。我为什么让你们这么多孩子、学佛的人要你们学会吃苦,明白了吗?(惭愧。感恩师父开示。那这个彻悟本性也就是说不能享受了?)就是不能享受,就是要克制自己,谁不想享受啊?台长到了多少国家,我到哪一个国家去看看他们旅游胜景的?从来不看的,我进了酒店钻进去,法会开完我就到机场了,我从来不看的,有什么好看的?要看么,你自己买几张明信片看看好了(呵呵……感恩师父开示)要做人的,要学会吃苦的。母亲为了孩子幸福,牺牲了多少自己的休息日,母亲哪一天到外面去玩的?(是,心里想着众生)