Tubuh Dharma (Dharmakaya) yang Murni adalah Dasar dari Jasa Kebajikan
Manusia jika memiliki tubuh Dharma (Dharmakaya), tubuh Dharma jasa kebajikan, yaitu tubuh Dharma ini adalah dasar dari segala perbuatan. Tubuh Dharma ini adalah tubuh untuk melakukan jasa kebajikan, jika kamu ingin segala perbuatan yang dilakukan tubuh ini menjadi jasa kebajikan, maka adalah tubuh Dharmamu. Kamu memiliki tubuh Dharma jasa kebajikan yang sifat dasarnya baik hati, jika kamu ingin melakukan jasa kebajikan, semua hal yang kamu lakukan, sepuluh ribu perbuatanmu tidak akan terlepas dari tubuh Dharma jasa kebajikan. Dengan kata lain, apapun yang kamu lakukan, kamu akan melakukannya dengan berpegang pada konsep adanya jasa kebajikan. Master pernah mengatakan kepada kalian, apa yang dimaksud dengan konsep jasa kebajikan? Yaitu membantu orang lain dengan menggunakan pemikiran Bodhisattva, melakukan hal-hal dengan sifat dasar yang baik hati, melakukan kebaikan apa pun dengan sifat Kebuddhaan, maka akan segera menjadi jasa kebajikan. Begitulah prinsip kebenarannya, kalian harus menyadarinya dengan sungguh-sungguh, Master sekarang akan membahas secara lebih mendalam kepada kalian. Dasar dari segala perbuatan, dengan kata lain, kamu melakukan sepuluh ribu hal, puluhan ribu hal, puluhan juta hal, harus dilakukan dengan tubuh jasa kebajikan, artinya kamu harus menggunakan sifat Kebuddhaan dan Ajaran Buddha Dharma untuk mempertimbangkan diri sendiri dengan serius, maka kamu baru bisa melakukannya dengan baik, jika tidak bagaimana bisa melakukannya dengan baik? Coba pikirkan, hari ini melakukan suatu hal, memiliki sedikit keegoisan dan pemikiran yang kacau, coba kamu katakan, apakah ada jasa kebajikannya? Tidak ada jasa kebajikan lagi. Oleh sebab itu, hanya dengan menggunakan tubuh jasa kebajikan untuk menyingkirkannya, tubuh jasa kebajikan adalah sifat dasar yang paling awal, yaitu tubuh Dharma jasa kebajikan. Yaitu setiap dari kita harus memiliki tubuh jasa kebajikan, maka kamu baru bisa menghilangkan pemikiran yang kacau ini.
Jika begitu, melakukan apa pun dengan niat berbuat jasa kebajikan, mengatakan hal sesungguhnya, maka merupakan tubuh Dharma yang murni. Dengan kata lain, hal apapun yang saya lakukan, saya ingin membangun suatu patokan, yaitu menanam jasa kebajikan di dalam hati diri sendiri. Oleh sebab itu, mengapa orang yang sering melakukan jasa kebajikan, ketika berbicara dengan orang lain, begitu membuka mulutnya maka langsung akan mengucapkan: “Gong de wu liang — jasa kebajikan yang tiada tara”. Kalian yang menekuni ajaran Xin Ling Fa Men, sangat jarang mengatakan “Jasa kebajikan yang tiada tara” kepada orang lain, sesungguhnya, kamu mengucapkan sepatah “Jasa kebajikan yang tiada tara” kepada orang lain, maka di dalam hatimu akan bertambah satu jasa kebajikan, kalian tidak mengerti. Jika di dalam hatimu ada sebuah kebaikan, maka kamu akan mengatakan sebuah kebaikan, ketika kamu mengatakan sebuah kebaikan orang lain, maka kamu akan mendapatkan balasan kebaikan dari orang lain ke dalam hatimu sendiri. Jika di dalam hatimu ada jasa kebajikan, maka baru mampu mengatakan tentang jasa kebajikan, dan baru bisa mendapatkan jasa kebajikan dari jasa kebajikan orang lain, apakah kalian mengerti? Inilah yang dinamakan “Jasa kebajikan yang tiada tara”. Mengatakan hal sesungguhnya, yaitu dengan jujur dan nyata dalam mengatakan hal ini, dengan begitu, tubuhmu adalah tubuh Dharma yang murni. Dengan kata lain, jika kamu sering menaruh jasa kebajikan di dalam hatimu, maka tubuh Dharmamu sudah bersih dan murni. Karena saya telah melakukan kebaikan, semua yang saya lakukan adalah jasa kebajikan, oleh sebab itu, saya tidak akan mementingkan diri saya sendiri, tidak akan demi ketenaran dan keuntungan, maka tidak akan terjadi hal-hal yang tidak baik terhadap saya.
Coba pikirkan, tubuhmu harus bersih, kamu harus memikirkan dengan baik sepuluh ribu hal dan puluhan juta hal yang kamu lakukan, kamu harus “立 身 – li shen – mengembangkan diri”. Apa arti dari “mengembangkan diri”? Yaitu membangun sifat Dharma, tubuh Dharma (Dharmakaya) dan tubuh Dharma jasa kebajikan dirimu sendiri, maka segala sesuatu yang kamu lakukan akan memiliki jasa kebajikan. Oleh karena itu, jika sering menyemangati orang dengan kata “jasa kebajikan yang tiada tara”, tidak akan karena dirimu mengatakan bahwa mereka memiliki “jasa kebajikan yang tiada tara”, maka jasa kebajikannya akan tidak ada; Namun jika dirinya mengatakan bahwa ia memiliki jasa kebajikan, maka jasa kebajikannya akan tidak ada. Jika orang lain mengatakan bahwa kamu memiliki jasa kebajikan, maka jasa kebajikanmu akan banyak. Karena kamu menyemangatinya, dia telah melakukan sebuah jasa kebajikan hari ini, kamu mengatakan “Jasa kebajikannya yang tiada tara”, dia tidak merasa bangga, tetapi berkata: “Tidak, tidak”, sebenarnya dia telah mengumpulkan jasa kebajikan. Misalnya melakukan sebuah perbuatan baik, orang lain berkata “kamu melakukannya dengan sangat baik”, kamu berkata “tidak”. Hal baik telah dilakukan, tidak mungkin tidak ada, dan juga tidak merasa hal baik yang dilakukan diri sendiri terlalu besar, patut untuk dipuji. Apakah dia telah melakukan jasa kebajikan? Dia telah melakukannya, tidak masalah jika orang lain mengatakan kepadanya; Namun jika dirinya sendiri mengatakan “Saya telah melakukan banyak sekali jasa kebajikan”, sudahlah, jasa kebajikannya tidak ada lagi. “Saya menghabiskan banyak uang untuk mencetak buku ini”, sudahlah, jasa kebajikannya tidak ada lagi. Oleh sebab itu, harus memahami satu kebenaran ini, jasa kebajikan… jasa kebajikan, jika ada jasa maka adalah kebajikan, jika ada kebajikan maka tentu adalah jasa, mengumpulkan jasa secara besar-besaran, maka sama dengan memiliki kebajikan. Master terlebih dahulu memberi tahu kalian yang rumit, kemudian baru menjelaskannya kepada kalian.
Mengumpulkan jasa secara besar-besaran, maka sama dengan memiliki kebajikan. Kebajikan, kita menyebutnya dengan perbuatan baik. Mengumpulkan jasa secara besar-besaran, yang berarti setiap hari melakukan perbuatan baik sebanyak-banyaknya, jika dilakukan dalam waktu yang lama, maka bukankah moralitas orang ini akan menjadi sangat baik? Kamu melakukan perbuatan baik sepanjang hari, bukankah orang ini bermoralitas? Orang yang memiliki kebajikan, maka apa yang dia lakukan semuanya memiliki jasa, karena karakter dirinya benar, dia tidak pernah melakukan perbuatan buruk, yang dia pikirkan setiap hari adalah pemikiran yang baik, coba kamu katakan, apapun yang dia lakukan dan pikirkan, bukankah adalah jasa? Karena dia telah memiliki kebajikan, benar tidak? Orang yang memiliki moralitas, apapun yang diperbuat olehnya, bukankah memiliki jasa? Orang yang telah melakukan banyak perbuatan baik, orang yang memiliki jasa, bukankah di kemudian hari juga akan berubah menjadi kebajikan? Seorang anak kecil setiap hari berbuat baik, pada akhirnya, bukankah dia adalah seorang anak baik yang berkarakter moral? Seorang anak baik yang berkarakter moral, segala perbuatan yang dilakukannya, semuanya adalah baik, benar tidak? Jasa dan kebajikan, satupun tidak boleh kurang, mengerti? Orang yang bermoral, jika dia tidak melakukan perbuatan baik, tidak melakukan kebaikan, maka hanya ada kebajikan, tapi tidak ada jasa. Seseorang yang setiap harinya berbuat baik, namun tidak mengerti tentang moral, maka semua perbuatan baik yang dilakukannya, dalamnya terkandung keburukan, maka dari mana adanya kebajikan? Dari mana datangnya jasa kebajikan?
Jadi, tubuh Dharma yang benar-benar murni dan bersih adalah tubuh Dharma jasa kebajikan. Dengan kata lain, perbuatan yang kamu lakukan hari ini, adalah kebaikan hati yang terpancar dari sifat dasar dan sifat Kebuddhaan, ini dinamakan jasa kebajikan. Hari ini Master menjelaskan lebih mendalam kepada kalian, berharap kalian menyimaknya dengan sungguh-sungguh, mendalaminya dengan sungguh-sungguh, kalian tidak tahu, Ajaran Buddha Dharma luasnya bagaikan lautan berkabut yang tak berujung. Apa yang dimaksud dengan lautan berkabut? Coba kamu lihat laut, begitu dilihat tidak berujung, terkadang lautan ini terlihat samar-samar bagaikan lautan berkabut, kamu tidak dapat melihat ujungnya, Ajaran Buddha Dharma yang benar-benar baik adalah yang dapat membuatmu terus mendapatkan manfaat, tidak habis digunakan, bagaikan air di lautan luas, maka harus mempelajari hal-hal ini.
Selanjutnya, Master memberitahukan kepada semua orang, hendaknya menghapus karma buruk. “Menghapus karma buruk” tiga kata ini, Master telah mengatakannya kepada kalian selama beberapa tahun, benar tidak? Akan tetapi, menghapus karma buruk, jika “orang yang tidak menemukan sifat dasar, maka tidak akan terhapuskan”. Master menjelaskan kepada kalian satu per satu. Jika ingin menghapus karma buruk yang ada dalam diri sendiri, tetapi kamu adalah orang yang belum menemukan sifat dasar. Hari ini kamu ingin berkata, saya bertobat akan suatu hal, namun kamu tidak menemukan sifat dasar diri sendiri yang bertobat, dinamakan “Orang yang tidak menemukan sifat dasar”, maka kamu tidaklah menggali keburukan diri sendiri dari akar. “Belum terhapus sepenuhnya”, artinya karma buruk masih belum terhapuskan. Mengertikah? Jika dikatakan dengan bahasa zaman sekarang, kamu ingin menghapus karma buruk dalam diri sendiri, maka kamu harus mengintrospeksi diri dari akar dasar, bertobat atas diri sendiri, sebenarnya kesalahan apa yang telah saya perbuat. Jika tidak habis pikir, maka pikirkanlah secara perlahan, yang sudah terpikirkan, maka cari solusinya, berpikir hingga akhirnya menemukan sifat dasar, yaitu berhasil menemukan sifat dasar dirimu sendiri, maka kamu baru dapat benar-benar menghapus karma buruk dirimu sendiri. Di masa lalu, dikatakan jika anak melakukan kesalahan dan berkata “maaf” dengan santai, orang tua akan berkata, “kamu tidak memiliki pemahaman yang mendalam terhadap masalah ini. Hari ini kamu memecahkan perabotan ini, kamu sudah memecahkan berapa kali, kamu tidak memahaminya dari sifat dasar, karena kamu selalu ceroboh, jadi kamu sering memecahkan.” Jika kamu memahaminya dari sifat dasar, “Oh, saya tidak boleh ceroboh lagi di kemudian hari.” Kamu telah mengetahui arti sebenarnya dari masalah ini, maka kamu tidak akan memecahkan barang ini lagi di kemudian hari.
Kamu selalu memiliki pemikiran di dalam hati, dapatkah halangan karma burukmu dihapuskan? Misalnya, hari ini mengatakan tentang masalah pada dirimu, mengapa temperamen kamu begitu buruk, ketika sedang berbicara tentang keburukanmu, kamu masih belum menemukan sifat dasar dirimu, maka kamu tidak memiliki keinginan untuk mengubahnya. Sebenarnya sifat dasar diri dan hati nurani seseorang pada awalnya sangat baik, dia bisa berpikir, “Oh, temperamen saya tidak baik, saya benar-benar harus memperbaikinya”, menggalinya dari dalam hati, maka kamu akan sepenuhnya menerima pendapat orang lain tentang dirimu. Jika kamu sudah memiliki sebuah pendapat di dalam hatimu dan memasang lapisan demi lapisan dinding penghalang di hatimu, tidak peduli apapun yang dikatakan orang lain terhadap dirimu, akan dihalangi oleh lapisan pertama, kedua, ketiga dan keempat dari hatimu, keempat lapisan semuanya akan menghalangi. Kamu adalah orang yang tidak dapat menemukan sifat dasar, tidak menemukan sifat dasar dirimu sendiri, maka (karma buruk) dirimu belum dilenyapkan, artinya, halangan karma burukmu tidak dapat dihapuskan. Mengapa banyak orang akan menangis ketika melakukan kesalahan? Itu karena benar-benar membenci diri sendiri, setelah benar-benar membenci diri sendiri, barulah akan benar-benar berubah, jika tidak menanggapinya dengan serius, maka tidak akan pernah berubah.
Kalimat kedua adalah “Orang yang menemukan sifat dasar”, jika kamu menemukan sifat dasar dirimu sendiri, itu bagaikan matahari dan bulan yang menyinari es salju. Apakah mengerti kalimat ini? Jika kamu telah menemukan sifat dasarmu sendiri dan kamu memperbaiki keburukanmu sendiri, itu seperti matahari dan bulan, matahari dan bulan di langit menyinari es salju. Apa artinya? Apakah salju akan mencair di bawah sinar matahari? Bulan menyinari pegunungan salju, apakah salju akan perlahan mencair di malam hari? Master memberi tahu kalian bahwa itu bagaikan matahari dan bulan yang mencairkan es salju, artinya keburukan dalam diri kita, jika kita dapat menemukan sifat dasar, sebenarnya kita telah mengendalikan matahari. Setelah memiliki matahari dan bulan ini, maka kamu senantiasa dapat memperbaiki kebiasaan buruk dalam dirimu.
