Tingkat ketekunan dalam pembinaan diri menentukan tempat tujuan di masa depan dan buah hasil pembinaan (Ariya Phala) 修行的精进程度决定以后的去处和果位

wenda20131025  9:17  

Tingkat ketekunan dalam pembinaan diri menentukan tempat tujuan di masa depan dan buah hasil pembinaan (Ariya Phala)

Pendengar Wanita: Ada beberapa teman se-Dharma, mungkin juga mewakili keadaan sekelompok praktisi Buddhis, yaitu: setelah pembinaan dirinya lumayan lama, setiap hari tekun melafalkan paritta, melafalkan Xiao Fang Zi, tetapi mereka biasa-biasa saja, tidak tekun tetapi tidak malas;

belajar Dharma bagi mereka tidak perlu memperkenalkan Dharma kepada orang lain, tidak memperluas pengetahuan tentang Dharma, hanya sibuk membaca paritta, juga tidak memiliki minat untuk berpartisipasi seminar Dharma, Mereka adalah tipe orang yang tidak malas tetapi juga tidak aktif, hidup sederhana dan tidak ada malapetaka, Mereka percaya tapi tidak tekun. Apa hasil dari pembinaan diri yang seperti ini? Apakah ada kemungkinan membina diri mencapai tingkat Arahat?

Master menjawab: Sangat mungkin. Mereka yang tidak tekun akan mendapatkan hasil yang tidak tekun, dan mereka yang tekun mendapatkan buah dari ketekunan. Bukankah ada perbedaan tingkat di surga? Pertanyaan seperti ini kamu bisa ketahui sendiri setelah memikirkannya. Apa yang terjadi pada orang yang tidak rajin belajar di perguruan tinggi? Sederhana saja; Orang yang ujiannya mendapatkan nilai baik adalah siswa berprestasi tinggi, direkrut oleh perusahaan yang baik, dan yang buruk untuk bekerja sebagai staff; siswa yang berprestasi di sekolah, melakukan tugas dengan baik, nilai yang baik, dan memiliki keterampilan berorganisasi, ketika masuk di suatu perusahaan akan menjadi manager. 

Mana yang lebih baik, manager atau staff biasa? Dia mengatakan “terserah, saya bersedia menjadi kelompok umum”, masalah pilihan individu. Mereka yang secara aktif berpartisipasi dalam acara seminar Dharma, orang yang giat memperkenalkan Dharma kepada orang lain, dia akan menjadi Bodhisattva setelah tiba di surga; Orang yang hanya mengurus diri sendiri, orang yang menjaga agar diri sendiri tidak melakukan kesalahan, maka akan mencapai tingkat Arahat.

Diri sendiri tidak giat dalam memperkenalkan Dharma kepada orang, dan terkadang dibicarakan oleh orang dan membuat karma ucapan, diri sendiri juga berbuat sedikit kesalahan, maka menjadi manusia surgawi; Melakukan kesalahan lebih buruk sedikit, setelah berbuat kesalahan, maka akan menjadi manusia awam; berbuat kesalahan lagi setelah menjadi manusia di dunia, maka akan menjadi wanita; setelah menjadi wanita lalu melakukan banyak perbuatan buruk lagi, mungkin akan terlahir di Negara yang mengalami peperangan, ke Afrika menjadi orang miskin; berperang di antara orang miskin, jika melakukan perbuatan buruk lagi, maka akan terlahir menjadi binatang, menjadi anjing, dan begitulah tingkat penurunannya.

(Ya. Jika dia melafalkan paritta dan tersadarkan, maka mungkin akan mencapai tingkat Arahat di masa depan, namun jika tidak tersadarkan, hanya melafalkan paritta, dan tidak membina pikiran, maka akan terus bereinkarnasi.) Benar, Jika tidak giat, maka dia tidak memiliki modal untuk mengikis karma. Jika tidak memiliki tabungan, ketika kamu melakukan kesalahan, rumah bocor, lantai rusak, atau AC rusak, awalnya kamu merasa tidak ada pengeluaran untuk semua ini, dan kamu tidak memiliki tabungan, ketika beberapa hal tersebut dikerjakan, bukankah pengeluarannya telah melebihi?

Ketika berlebihan, bukankah kamu akan defisit? (benar) Bagaimana boleh tidak tekun? Tidak tekun mengumpulkan jasa kebajikan, jika kamu tidak memiliki jasa kebajikan bagaimana untuk memperoleh balasan baik? Contoh sederhana: hubungan kamu dengan orang ini tidak baik, hubungan perasaan juga tidak baik, sehari-hari tidak pernah memperdulikan orang lain. Ketika kamu menghadapi masalah dan meminta pertolongan kepadanya, apakah dia bersedia membantumu? Logikanya sama (Benar)

 

 

wenda20131025  9:17  

修行的精进程度决定以后的去处和果位

女听众:有一些同修,可能也代表了一批学佛人的一种状态,就是修的时间挺长了,每天都坚持念经、念小房子,但是他们非常中庸,不精进但也不偷懒;学佛对他们来说是不度人、不学佛法,就光念经,也没有强烈的意愿去参加法会。他们就是那种不懈怠但是也不积极,生活平平淡淡没有什么大灾大难的,他信但是信得不精进。像这种人他修到最后是什么样的结果呢?有可能修成阿罗汉果位?

台长答:完全可能。不精进得到的是不精进果,精进的人得到精进果。在天上不是分级别的嘛,这种问题你自己想一想就知道了,在大学里不努力读书的人最后怎么样?平平淡淡啊;人家考试考得好的人、高材生,被好的单位请去了,差的去做科员;在学校已经是出类拔萃的学生,功课好、成绩好、又有组织能力,到了一个公司里不就是经理嘛。经理好还是普通群众好?他说“随便的,我愿意做群众”,个人的选择问题。那些积极参加法会的人、拼命度人的人,他以后到了天上可以成菩萨;就管管自己,让自己从来不犯错误的人,那么阿罗汉果。自己在度人当中不努力,有时还被人家讲讲造口业,自己还做错点事情,那么成天人了;再做得差一点,犯错误了成凡人了;做人之后又在人间再犯错误的话,那么变女人了;变了女人又做很多坏事,可能就到一个战争国家、到非洲去做穷人;穷人里边再打仗、再做坏事,那么就变畜生、变狗了,不就这么下来的嘛(是。他要是念经开悟了,以后也可能成阿罗汉果,但是如果不开悟只念经不修心那就继续轮回了)就是,不精进他没有消除业障的本钱了。家里没有积蓄的话,当你做错事情了、家里房子漏了、地板坏了或者空调坏了,本来你觉得这些不要开支的,你家里要没有存款,这些事情一弄不就透支了吗?一透支你不就下去了吗?(对)怎么能不精进呢?不精进积累功德,你没有功德怎么能够得到回报?举个简单例子:你跟这个人关系不好、感情不好、平时也不理人家,到了有事情的时候你求人家,人家会帮你吗?一样道理(对的)