Terlalu membedakan yang baik dan yang jahat, apakah akan menimbulkan kebencian dan meningkatkan halangan karma buruk? 把善恶分得太清,会否产生瞋恨心、增加业障

wenda20180909A 06:25

Terlalu membedakan yang baik dan yang jahat, apakah akan menimbulkan kebencian dan meningkatkan halangan karma buruk?

Pendengar Wanita: Ada orang yang merasa mereka bisa dengan jelas membedakan mana yang benar dan salah, membenci kejahatan bagaikan musuh, serta sangat menjunjung tinggi keadilan. Apakah ini juga merupakan dengan jelas membedakan antara yang baik dan yang jahat, namun juga mudah melahirkan kebencian dan meningkatkan karma buruk?

Master menjawab: Itu tergantung. Jika tingkat kesadaran spiritual kamu hanya sampai di tingkat Dewa Pelindung Dharma, maka kamu benar. Kamu ini sepenuhnya memiliki rasa keadilan; tetapi jika kamu ingin menjadi seorang Bodhisattva, maka kamu harus berwelas asih, jangan terlalu jelas membedakan antara yang baik dan yang jahat, anggap saja semuanya adalah jodoh.

Tingkat kesadaran yang berbeda, tentu saja pemahamanmu juga berbeda. Filsafat membicarakan tentang semua ini. Melihat masalah yang berbeda dari sudut pandang yang berbeda, inilah filsafat. Kamu adalah seorang Bodhisattva, kamu adalah seorang Buddha, tentu saja kamu akan memandang dunia ini dengan welas asih. Jika hari ini kamu adalah Dewa Pelindung Dharma, maka kamu akan memandang dunia ini dengan membenci kejahatan bagaikan musuh. Jika hari ini kamu adalah seorang manusia, maka kamu sama sekali tidak bisa melihat apa itu yang baik dan apa itu yang jahat (Sudah mengerti)

 

 

Wenda20180909A  06:25  

把善恶分得太清,会否产生瞋恨心、增加业障

女听众:有的人觉得自己黑白分明、嫉恶如仇,而且非常正义,这样是不是也算是把善恶分得很清楚?也容易产生瞋恨心,增加业障?

台长答:要看的。如果你的境界只是到护法神,你是对的,你这人是正义感十足;但是你要做菩萨的话,就要变成慈悲了,你就不要把善恶分得太清楚,把善恶一切都看成是缘分了。境界不一样,当然你的理解力也不一样。哲学就是讲这个,不同的角度看不同的问题,就是哲学。你是菩萨,你是佛,当然带着慈悲看世界了;你今天是护法神,就带着嫉恶如仇看世界;如果你今天是人,根本看不出什么叫恶、什么叫善了(明白了)