wenda20160103B 41:56
Standar untuk mengukur jasa kebajikan dilakukan dengan menggunakan tingkat kesadaran Buddha untuk melakukan perbuatan baik atau jasa kebajikan apapun
Pendengar pria: Master, apa tolak ukur untuk mengukur jasa kebajikan? Apakah Bodhisattva akan mengukur berdasarkan dasar pembinaan dan balasan berkah setiap orang? Apakah standar jasa kebajikan mereka juga akan berbeda?
Master menjawab: Seseorang dengan jasa kebajikan besar adalah orang dengan welas asih yang besar. Seseorang dengan welas asih yang besar akan menghasilkan jasa kebajikan yang besar. Lalu apa standar pengukurannya? Harus menggunakan tingkat kesadaran spiritual Buddha untuk melakukan perbuatan baik atau jasa kebajikan apapun di dunia, maka jasa kebajikanmu benar-benar akan sangat besar. Saya sering mengatakan, jika kamu berniat hari ini, banyak orang berkata, “Saya meneladani Master, saya juga tidak tidur, saya akan baik-baik memperkenalkan Dharma kepada orang-orang”, maka niatnya hanya meneladani Master. Apabila kamu berniat “Saya meneladani Buddha, tidak hanya meneladani Master, saya akan meneladani Buddha dengan membantu para makhluk hidup, membantu orang lain baik siang maupun malam”, maka tingkat kesadaran spiritual ini berbeda.
Oleh sebab itu, harus jadikan Buddha sebagai teladan, maka jasa kebajikan ini sangat besar. Jika kamu melakukan suatu hal yang sama dengan niat pikiran seketika yang impulsif di dunia, misalnya Master akan mengadakan seminar Dharma, banyak orang yang sangat berusaha keras, lalu yang dimaksud dengan seketika yaitu“Aduh, saya sunguh ingin menyelamatkan orang!” sangat terharu sekali, sibuk selama sebulan, ketika Master menyelesaikan pekerjaan dan pergi, dia mulai tidak bekerja keras lagi, jadi jasa kebajikan orang seperti itu tidak akan besar. Orang dengan jasa kebajikan yang besar selalu memiliki Buddha dan Bodhisattva di dalam pikirannya, “Saya harus terus melakukan dan melakukan, saya harus menyelamatkan orang dan menyelamatkan orang.” Jasa kebajikan orang seperti ini akan besar, walaupun jika itu hanyalah masalah kecil, jasa kebajikannya akan mengharukan langit dan bumi, begitulah (Oh, terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)
wenda20160103B 41:56
衡量功德大小的标准,要用佛的境界来做任何善事或功德
男听众:师父,衡量功德大小的标准是什么?是不是菩萨会根据每个人的根基和福报来衡量?他们功德的标准也不同呢?
台长答:功德大这个人慈悲心大,一个慈悲心大的人做出来的功德就大。那么衡量的标准是什么?要用佛的境界来做任何人间的善事或者功德,那么你的功德真的是很大。我经常讲,如果你今天发心了,很多人说“我学师父样子,我也不睡觉,好好地度人”,那么他的发心只不过是学师父。那么你如果发心“我学佛,不是单单学师父,我要学佛日以继夜地这么去帮助众生、帮助别人”,那么这个境界就不一样了。所以,其实要以佛为榜样,这样的功德就非常大。如果你以这种人间的一时冲动同样做出某一件事情,比方说师父要来开法会了,很多人很努力,那么一时是“哎呀,我真的要救人啊!”感动得不得了,忙了一个月,等师父忙完一走,他又开始不努力了,那么这种人的功德不会很大的。功德大的人是脑子里永远有佛有菩萨,“我不停地要做啊做啊,我一定要救人啊救人啊”,这种人功德就大,哪怕一件小事情,他的功德都会震动天地的,是这样(哦,谢谢师父慈悲开示)
