Wejangan Master perihal metafisika (7)
Sering mengintrospeksi diri sendiri, membandingkan diri sendiri
Tanya: Seorang praktisi Buddhis setelah melalui proses tersadarkan dan pencerahan, baru akan terbebas dari enam alam tumimbal lahir. Bagaimana kita dapat memahami proses pencerahan, bagaimana baru dapat memahami tingkat pencapaian pencerahan dalam proses pembinaan diri? Memahami pikiran dan menemukan sifat dasar adalah tingkat kesadaran spiritual yang seperti apa?
Jawab: Potensi kesadaran yaitu terlebih dahulu harus dipahami, terhadap segala hal pertama-tama kamu harus memiliki potensi kesadaran. Misalnya, ketika kejadian ini terjadi hari ini, saya pahami terlebih dahulu, memiliki sebuah proses untuk tersadarkan, ini disebut potensi kesadaran. Misalnya, kepala divisi hari ini datang bicara denganmu dan berkata, “Kamu harus menangani permasalahan ini dengan benar, sekarang ada orang yang mencurigai kamu telah melakukan sesuatu yang tidak baik.” Seketika kamu berpikir, “ Mungkin ada yang iri padaku, berniat mengacaukanku, dia datang untuk mencari masalah denganku.”
Ini adalah kesadaran, namun tidak mengetahui apakah kesadaran ini benar atau tidak. Lalu apa itu pencerahan? Setelah mendengar hal ini, yang pertama terpikir: “Apakah saya melakukan suatu kesalahan? Apakah saya masih kurang sempurna dalam beberapa hal? Mungkin saya telah menyinggung perasaan seseorang, saya harus segera perbaiki.” Ini disebut ‘you ze jie zhi, wu ze jia mian’ ( jika bersalah harus diperbaiki, jika tidak bersalah dianggap sebagai motivasi). “Zheng” adalah mengintrospeksi diri, “zheng” berarti harus mengamati diri sendiri. Ketika mobil sedang melaju ke depan, jika kamu mengarahkan setir dan mengemudi lurus ke depan, kamu pasti akan mengemudi hingga ke samping, kamu hanya dapat terus menerus mengendalikan setir, meskipun kamu mengemudi di jalan yang lurus, namun kamu sebentar ke kiri, sebentar ke kanan, kamu baru bisa benar. Tidak emosi ketika terjadi hal apapun, akan memiliki hati yang damai, memiliki kesabaran menahan hinaan, memiliki tingkat kesadaran melihat kebenaran.
Ketika masalah ini muncul , saya sama sekali tidak tanggapi dengan serius, saya baik-baik saja, jika bersalah akan diperbaiki, jika tidak bersalah saya akan menyesuaikan jodoh, ini adalah tingkat kesadaran spiritualmu. Jika seseorang sering melampiaskan emosi, pasti dia tidak memiliki tingkat kesadaran spiritual. Ketika seseorang menghadapi masalah, selalu emosional, selalu berbuat onar, orang seperti ini pasti tidak memiliki tingkat kesadaran spiritual; Ketika kamu menghadapi masalah, kamu bisa bersikap tenang, berpikir dengan bijaksana, memikirkan banyak cara, maka kamu sudah memiliki tingkat kesadaran spiritual.
Memahami pikiran dan menemukan sifat dasar, berarti pikiranmu telah memahami segalanya, “ Saya tidak boleh serakah lagi, karena saya akan menderita jika serakah terhadap hal yang tidak bisa dimiliki.” Ini yang disebut memahami pikiran. Karena pikiranmu sudah memahami, kamu bisa bersikap tenang, maka kamu bisa menemukan sifat dasarmu. “
Banyak orang sedang memperebutkan jabatan ini, saya tidak berebut, saya tidak masalah, saya tidak melakukan dengan baik, saya tidak pantas.” Sudah menemukan sifat dasar diri: Baik hati, memberi lebih banyak kepada orang lain, lebih banyak berwelas asih!
台长开示玄学问题(七)
时常反观自己、对照自己
问:一个修行人只有经过开悟和证悟,才能脱离六道轮回。我们该如何理解证悟的过程,怎样才能明白自己在修行中证悟的境界?明心见性是一种什么境界?
答:悟性就是首先要了解它,你对什么事情首先有个悟性。比方说,今天这件事情来了,我先对它有个理解,有个开悟的过程,这叫悟性。比方说,今天单位里的老总找你谈话说,“你这个事情要正确对待,现在有人怀疑你做了不好的事情。” 你马上就想到,“可能有人在嫉妒我,准备弄我了,他来找我麻烦了。”这个就是悟,但是悟得对不对不知道。那么证悟是什么呢?一听到这种事情,首先想到:“我是不是有做错的地方?我是不是在某些方面不够圆满?我可能得罪了某些人,我赶快要改正了。”这就叫有则戒之,无则加勉。“证”就是反观自己,“证”就是要来对照自己。汽车在往前开的时候,你把方向盘固定一直往前开,你一定开到边上去,你只有不断地调整方向盘,虽然你开的是条直路,但是你一会儿往左,一会儿往右,你才能正。遇事不怒,心有城府,有忍辱之心,有看穿看破的境界。这件事情来了,我根本不当回事,我自己好好的,有毛病就改,没毛病我随缘,这个就是你的境界。如果一个人经常发脾气,他一定没有境界。当一个人碰到事情的时候,动不动就跳,动不动就闹,这个人一定没有境界;当你碰到事情,你能够定下来,很有智慧地想一想,想出很多方法,那你就有境界了。明心见性,就是你的心对所有的事情都明白了,“我不能再贪了,因为对于得不到的东西我去贪就会受苦。” 这就是明心。因为你的心明白了,你定得下来,所以你会看到你的本性。“很多人都在争这个位子,我不争了,我无所谓,我做得不好,我没有资格。”就看到了自己的本性:善良,多给别人,多慈悲!
