wenda20150130 59:03
Seorang praktisi Buddhis bagaimana caranya agar menemukan titik di mana diri sendiri bisa berhasil dalam pembinaan
Pendengar wanita: Master, dalam Seminar Dharma kali ini, Anda mengatakan bahwa harus menemukan titik di mana diri sendiri bisa berhasil dalam pembinaan, saya ingin bertanya kepada Master, bagaimana kita bisa tahu bahwa titik mana yang merupakan titik untuk kita berhasil dalam pembinaan? Apakah jalan yang kita jalani sekarang adalah jodoh yang terbaik yang diatur oleh Bodhisattva kepada kita?
Master menjawab: Benar, jodoh adalah jodoh, membina diri sampai pada akhirnya, sebenarnya adalah meminta kamu untuk bekerja keras dalam suatu aspek tertentu, yaitu menjadi ahli, bukan harus pandai dalam segala hal, mengertikah? Saya beri contoh sederhana, pikirkan mengapa begitu banyak Bodhisattva, namun memiliki nama yang berbeda?
“Na Mo Pu Jing Fo”, yaitu Bodhisattva yang sangat bersih; “Mo Ni Chuang Fo”, menunjukkan bahwa Bodhisattva ini sangat bijaksana tetapi juga sangat adil;“Na Mo Yi Qie Shi Jian Le Jian Shang Da Jing Jin Fo”, yang artinya Buddha ini asalkan melihat semua orang di dunia ini yang tekun, maka dia akan dipenuhi oleh sukacita Dharma. Dia akan membantu orang lain, inilah titiknya dia berhasil menjadi seorang Buddha; ada lagi “Na Mo Ci Zang Fo”, yang berarti dia setelah berwelas asih, yaitu seorang Buddha yang di dalam hati membantu orang lain (tanpa diketahui orang); dan ada juga “Ci Li Wang Fo”, yang berarti bahwa dia memiliki kekuatan setelah berwelas asih.
Dia pergi ke mana-mana untuk membantu orang lain. Ada banyak Buddha hanya dengan satu titik ini, dan dia akan menjadi Buddha dengan memanfaatkan satu titik yang dimilikinya sendiri. Dia bukan sepenuhnya welas asih seperti Guan Shi Yin Pu Sa; dia juga belum tentu seperti Bodhisattva Ksitigarbha atau Buddha Amitabha, tetapi selama dia memanfaatkan titik tertentu, maka dia akan menjadi seorang Buddha. Misalnya, jika “Na Mo Shan Yi Fo”, apapun yang Dia lakukan tidak ada niat buruk, semuanya adalah niat baik, maka Dia akan menjadi seorang Buddha.
(Master, lalu bagaimana kita bisa tahu bahwa itu adalah titik kelebihan kita……) Lihatlah sendiri. Dalam hidupmu, dalam belajar Buddha Dharma, apakah kamu paling suka membantu orang lain, atau paling senang menolong orang, atau paling suka menjadi sukarelawan, atau suka bekerja keras dan tidak berbicara, atau tidak membalas ketika dimarahi orang lain…… Hal-hal seperti ini akan menjadi titik tertentu yang akan kamu capai di masa depan (Oh, sudah mengerti, terima kasih Master)
wenda20150130 59:03
学佛人如何找到自己修成的切入点
女听众:这次法会您说“要找到自己能够修成的那个点”。请问师父,我们如何才能知道哪个点才是我们能够修成的点呢?现在我们走的路就是菩萨给我们安排最好的缘分啊?
台长答:对啊,缘分归缘分,修到最后的点其实就是叫你在某一方面特别下工夫,就是要成为专家,不能说什么都会,听得懂吗?我举个简单例子,你想想看这么多的菩萨为什么名字都不一样啊?“南无普净佛”什么意思啊?就是干净得不得了的菩萨;比方说“摩尼幢佛”,那说明这尊菩萨他非常拥有智慧,但又是刚正不阿的佛;“南无一切世间乐见上大精进佛”也就是说这尊佛他只要看见人间所有的人,只要你上进,他就法喜充满,他就帮助别人,就是这么个点他成佛了;还有“南无慈藏佛”,就是说他慈悲之后,藏在心里帮助别人的佛;还有“慈力王佛”,也就是说慈悲之后他拥有力量,他到处去帮助别人。有很多佛就凭一点,抓住自己的一点他就成佛了。他并不是说很慈悲,他并不是说像观世音菩萨一定慈悲,完全慈悲得像菩萨一样;他也不一定像地藏王菩萨或者像阿弥陀佛一样。但是某一点他只要抓住了,他就成佛了。比方说“南无善意佛”,他做什么事情没有恶意,全部都是善意的,他就成佛了(师父,那我们怎么知道我们……)你自己看呀,你一生当中、学佛当中,你是最喜欢帮助别人,还是最喜欢助人为乐,还是最喜欢自己做义工,还是喜欢吃苦耐劳不讲话,还是喜欢被人家骂了从来不还嘴……这些东西都是以后你修成的某一个点(哦,明白了,谢谢师父)
