Pertanyaan di Seminar Dharma Auckland – Selandia Baru, 09 November 2019
Pertanyaan 2: Rekan se-Dharma suka berbicara tentang Dharma di depan umum, apakah hal itu sesuai aturan dan Dharma?
Tanya: Ada rekan se-Dharma yang suka berbicara tentang Dharma di depan umum. Mereka berharap melalui penjelasan mereka sendiri, orang lain bisa tertarik pada ajaran Buddha. Semakin banyak yang mendengarkan, berarti dalam satu kesempatan bisa menuntun banyak orang sekaligus. Namun, ada juga rekan se-Dharma yang berpendapat bahwa kita belum mencapai tingkat pencerahan, dan jika banyak orang mendengarkan, mudah timbul rasa angkuh dan sombong. Jika isi penjelasannya tidak sesuai dengan aturan dan Dharma, malah bisa menyesatkan orang lain. Mohon pencerahan dari Master, apakah cara berbicara tentang Dharma di depan umum seperti ini sesuai dengan aturan dan Dharma?
Jawab: Kalau penjelasannya sesuai dengan Dharma, maka tidak apa-apa. Yang penting jangan sombong dan angkuh. Saat banyak orang mendengarkan, jangan sampai menjadi “terlalu bersemangat karena banyak penonton”. Lebih baik sering mengulang perkataan Master saja, pasti tidak akan salah. Dalam ekspresi wajah juga perlu diperhatikan — tunjukkan ketulusan, jangan ada kesombongan. Orang di sekitarnya mungkin akan merasa dia pandai berbicara, tapi yang terpenting adalah bisa membimbing orang lain saja. Selama dia tidak sombong, bisa berbicara dengan benar, dan bisa menuntun orang lain, apa salahnya? Mengamalkan semua kebaikan. (Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)
191109新西兰・奥克兰弟子开示提问
提问2 同修喜欢当众讲法,是否如理如法
问:有的师兄喜欢当众讲法,希望通过自己的讲解,让别人对佛法感兴趣,听的人越多,相当于一次性度了很多人。但也有师兄认为,我们毕竟还没有达到开悟的境界,人多了容易产生贡高我慢,如果讲解的内容有不如法的地方,反而会误导别人。请师父开示,这种当众讲法的方式是否如法?
答:讲得如法一点就好了,不要贡高我慢就好了,人多不要“人来疯”,多把师父讲过的话拿出来重复重复就好了,师父讲过的话你再重复,肯定不会错的。表情上注意一点,诚恳一点,不要贡高我慢。边上的人也可能觉得他很会讲,只要度人就好了,自己不贡高我慢,自己能够讲,能够度人,有什么不好?众善奉行(感恩师父慈悲开示)
