Wenda20171015A 43:12
Perihal “Melafalkan Tanpa Pemikiran”
Pendengar wanita: Sebuah pertanyaan tentang melafalkan paritta. Dulu Master memberikan wejangan kepada kita, ketika melafalkan paritta, mulut kita harus melafalkan dengan jelas, telinga harus mendengarkan dengan jelas, harus memahaminya di dalam hati. Dalam “Bai Hua Fo Fa” jilid 2 bab 45 dikatakan bahwa ketiadaan pemikiran berarti memiliki pemikiran, dan ketiadaan kebajikan berarti memiliki kebajikan. Bab ini membahas tentang melafalnya tanpa pemikiran. Dikatakan, saat melafal paritta, yaitu kamu melafal paritta seperti kamu ada melafalkannya, melafalkan sampai pada akhirnya tidak ada pemikiran, ini disebut mempraktikkan Dharma tanpa pemikiran. Teman se-Dharma ingin bertanya, terkadang ketika kita sedang melakukan sesuatu, kita akan melafal paritta dengan lebih cepat, saat melafalkan kita juga tidak tahu arti dari paritta yang dilafalkan, melafalkan seperti tidak ada melafalkan, apakah ini juga disebut “melafalkan tanpa pemikiran”?
Master menjawab: Jika kamu melafalkan hingga pada akhirnya secara alami melafalkannya, itu juga dapat dikatakan sebagai suatu perilaku “melafalkan tanpa pemikiran”. Dengan kata lain, itu bukan dalam kesadaran, tetapi dalam perilaku. Karena “Kamu sedang melafal paritta”, ini adalah suatu perilaku, melafal paritta menjadi suatu perilaku. Jika sesuatu yang keluar dari pikiranmu secara alami, maka itu adalah melafalkan tanpa pemikiran. Misalnya, jika seseorang jatuh, kamu tidak berpikir langsung pergi membantunya, dengan kamu berpikir dulu baru pergi membantunya, yang satu memiliki pemikiran dan yang satu lagi tanpa pemikiran.
Apakah kamu mengerti? (Ya. Artinya, kadang-kadang ketika kita sedang melakukan sesuatu, kita sendiri tidak tahu bahwa diri kita sedang melafalkan paritta, kita akan melafal paritta itu dengan sendirinya. Ada teman se-Dharma yang melihat dan memberitahu baru sadar bahwa diri sendiri sedang melafal paritta. Apakah ini telah mencapai tingkat tanpa pemikiran, begitukah Master?) Ya. Kamu telah melafal paritta sampai seperti kamu menghadapi hal yang tidak menyenangkan di dalam mimpi, dikejar orang. Hal pertama yang kamu pikirkan adalah “Guan Shi Yin Pu Sa, tolong!”
Segera kamu melafalkan paritta Da Bei Zhou, kamu ini sudah melafalkan tanpa pemikiran. Pemikiranmu sudah tersimpan di dalam kesadaran kedelapanmu. Asalkan ketemu kesadaran ini, dia akan segera muncul, yang disebut sebagai metode melafal paritta yang terbentuk secara alami. Kita bilang melafalkan tanpa pemikiran adalah seperti ini, yang terbentuk secara alami (Ya. Seringkali ketika bermimpi di malam hari, akan melafal paritta di dalam mimpi, setelah bangun masih melafalkan) Wah, ini sudah mencapai tingkat kesadaran spiritual tertentu, sangat bagus.
Wenda20171015A 43:12
关于“念念无念”
女听众:关于念经的一个问题。以前师父开示我们念经的时候,嘴巴要念得清清楚楚,耳朵要听得清清楚楚,心里要明明白白。《白话佛法》第二册45篇里讲到,无念就是有念、无德就是有德。这篇讲的就是念念无念。说道,念经的时候,就是自己在念,好像有念,念念念到后来就没有念头了,这个叫无念学佛。同修想问,我们有时做事的时候念经念得比较快,念的时候也不知道念的经文是什么意思了,念了像没有念一样,这也是“念念无念”吗?
台长答:如果念到后来自然地在念了,也可以说是一种行为上的念念无念,就是说不是意识当中的,是行为上。因为“你在念经”这是一个行为,念经成为一个行为。如果你心里自然出来的东西,那就是念念无念。比方说人家摔倒了,你想都不想就去扶他,和你想一想再去扶他,一个是有念,一个是无念,明白了吗?(是。就是有时做事情的时候自己都不知道在念经,自然而然就把经文念出来了,有师兄看到提醒后才知道自己是在念经。这就是达到了念念无念,是吗,师父?)对。你已经念经念得就像你梦中碰到不开心的事情,人家追你了,你第一个想到“观世音菩萨,救命啊!”马上念大悲咒,你这个已经是念念无念了。你的念头已经储存在你的八识田中了,只要碰到这个意念,马上就跳出来,叫自然成型的一种念经法。我们说念念无念就是这样,是自然形成的(对,经常晚上做梦的时候,梦中在念经了,醒了都还在念)哎哟,这已经达到一定的境界了,很好。
