Perihal “Kemelekatan akan Aku” dan “Kemelekatan akan Dharma” 关于“我执”和“法执”

 

wenda20170407 24:44

Perihal “Kemelekatan akan Aku” dan “Kemelekatan akan Dharma”

Pendengar wanita: Master, dikarenakan banyak teman se-Dharma baru-baru ini dengan tekun mempelajari “Bai Hua Fo Fa”, dan mereka memiliki beberapa pertanyaan selama proses belajar, mohon Master memberikan wejangan. Dalam “Bai Hua Fo Fa” Master mengatakan: “Tersadarkan, jika seseorang ingin mencapai tingkat Kebuddhaan, maka harus menghilangkan “kemelekatan akan Aku dan kemelekatan akan Dharma.” Teman se-Dharma bertanya, apakah ada urutan dalam proses menghilangkan “kemelekatan akan Aku” dan “kemelekatan akan Dharma “?

Master menjawab: Tidak ada urutan dalam menghilangkan “kemelekatan akan Aku” dan “kemelekatan akan Dharma”.  Jika menemukan “kemelekatan akan Aku”, maka hilangkan; jika menemukan “kemelekatan akan Dharma”, maka hilangkan. Mana ada urutannya?  (Mereka merasa mungkin ada proses secara bertahap antara “kemelekatan akan Aku” dan “kemelekatan akan Dharma”) Tidak ada.

“Kemelekatan akan Dharma” dan “kemelekatan akan Aku” akan datang, karena di dalam hatimu ada kemelekatan, “kemelekatan akan Dharma” maupun “kemelekatan akan Aku” akan bertemu pada saat yang bersamaan.  Misalnya, kamu memiliki temperamen hari ini, kamu membenci semua orang yang kamu lihat, tidak ada urutannya (kemelekatan akan Aku, Master mengatakan bahwa ini berdasarkan sudut pandang “Aku” dalam melihat suatu hal, semuanya berdasarkan perasaan “keakuan”) benar, selalu mengatakan bahwa diri sendiri adalah benar, diri sendiri selalu benar, ini disebut “kemelekatan akan Aku”. (yaitu, perasaan dimana hanya melihat diriku sendiri dan tidak ada orang lain) Benar (“kemelekatan akan Dharma”, di “Bai Hua Fo Fa” Master menjelaskan bahwa itu adalah kemelekatan akan alam Dharma, akan Buddha Dharma, dan juga Kemelekatan akan pintu Dharma.

Master, apakah ada kemelekatan yang lain? Saya tidak begitu jelas tentang ini) Ada.  “Kemelekatan akan Dharma”, dari sudut pandang agama Buddha adalah memicu kepada pintu Dharma, terhadap suatu ucapan dari Buddha, terhadap cara membina diri, ketika melihat orang lain  tidak sesuai denganmu, kamu langsung berkata: “Kamu salah!” Itu adalah “kemelekatan akan Dharma”.

Jika dikatakan dalam Alam Manusia, Dharma duniawi, dalam melakukan suatu hal dimana yang baru dikatakan tadi tentang kemelekatan akan Aku adalah kemelekatan akan Dharma yang mengutamakan manusia, ketika suatu hal yang tidak enak dipandang mata, atau sesungguhnya barang ini harus diletakkan begini, namun orang lain meletakkannya dengan begitu, maka banyak orang akan ada kemelekatan akan dharma, “memang seharusnya diletakkan begini, dan merupakan kesalahan jika diletakkan di sini”, ini juga disebut “kemelekatan akan Dharma”. Mengertikah? (Mengerti, kami masih memiliki sedikit pikiran sempit, berpikir sangat mudah)

 

wenda20170407  24:44  

关于“我执”和“法执”

女听众:师父,因为最近很多同修都在精进地学习《白话佛法》,他们在学习过程中有一些疑问请师父开示一下。师父《白话佛法》里说:“开悟,一个人要想成佛,就要破除我执和法执。”同修问,在破除我执和法执的过程中有先后顺序吗?

台长答:破除我执和法执,没有先后次序。碰到我执,就破除;碰到法执,就破除。有什么先后?(他们感觉我执和法执可能有一个递进的过程,有一个渐进的过程)没有。法执跟我执都会来的,因为你心中有执著,法执、我执同时都会碰到。就比方说你今天有脾气,看见谁都讨厌,没有先后的(我执,师父说就是以“我”的角度看问题,什么都是自我感觉怎么样)对,自己总是说自己是对的,自己永远是正确的,就叫我执(就是眼里只有自己,没有别人的那种感觉)对(法执,师父在《白话佛法》讲是对法界的一种执著,还有对佛法、法门的执著。

师父,还有其他的执著吗?我不是太清楚这一点)有。法执,从佛法界来讲是对法门、对佛的一句话、对修行的方法,一看人家跟你不对,马上说:“你不对的!”就是法执了。要是说到人间,人间世间法,做一件事情刚刚说的我执是以人为主这个法执,一件事情看不顺眼了,或者这件事情本来应该是这样放的,人家把你那么放了,很多人就法执了,“就应该那么放,这个事情放在这里是错的”,这也叫“法执”。明白了吗?(明白。我们还是有点狭隘,想得太简单了)