Pembinaan diri di Alam Manusia menentukan tingkat Bodhisattva yang dicapai di masa depan 人间的修为决定将来能修成怎样的菩萨

 

wenda20150703 01:18:21 

Pembinaan diri di Alam Manusia menentukan tingkat Bodhisattva yang dicapai di masa depan 

Pendengar wanita: Setelah Master menanam bunga teratai murid di atas langit, apakah ada perbedaan? Misalnya, beberapa orang berlatih seni bela diri, dan beberapa orang berlatih sastra, apakah ada perbedaan seperti itu?

Master menjawab: Tentu saja ada, itu tergantung pada pembinaan di alam manusia. Beberapa orang sudah menjadi Bodhisattva di alam manusia, tetapi dia terutama menggunakan mulutnya untuk memperkenalkan Dharma kepada semua makhluk; Beberapa orang berdana materi  di alam manusia, dia sampai di surga, dia akan menjadi “Cai Shi Pu Sa–Bodhisattva yang berdana materi”, dan “Fa Shi Pu Sa — Bodhisattva yang berdana Dharma”. Lalu, apa lagi? Sastra, misalnya, jika kamu sering membantu orang lain, kamu menggunakan penjelasan logika kebenaran semacam ini, menjelaskan Buddha Dharma, membantu orang lain menjadi tersadarkan, itu adalah yang berlatih sastra.

Bagaimana dengan yang bela diri, banyak orang mengajari kamu cara bermain Tai Chi, mengajari kamu cara berlatih seni bela diri Shaolin, tunggu ketika kamu telah berlatih sampai titik tertentu, dan membiarkanmu pergi ke surga untuk menjadi Dewa Pelindung Dharma, bukankah itu juga sedang membina diri? Dalam seni bela diri Shaolin, dia juga menyuruh kamu untuk “Tenang”, harus “Zen”, dan “Konsentrasi”. Dia juga mengajarkan jenis Dharma ini, jadi setelah dia naik ke surga, jika dia berhasil dalam pembinaan, dia bisa menjadi Dewa Pelindung Dharma, apakah kamu mengerti? (Oh, ternyata ini adalah cara pembagiannya.

Oleh sebab itu, kita harus menggenggam baik-baik di alam manusia ini, bagaimana kita seharusnya membina diri untuk menjadi Bodhisattva yang seperti apa) Benar (Master, dapatkah Anda merasakan saya apakah saya termasuk yang sastra atau bela diri?) Kamu bisa sastra dan bisa bela diri, Ha ha… (Bisa sastra dan bela diri, terima kasih Master! Ke arah mana saya harus membina diri saya?) Kamu harus membuka kebijaksanaan dan memperkenalkan Dharma kepada orang dengan baik. Kamu tidak memiliki arah. Arah kamu adalah memperkenalkan Dharma kepada orang-orang.

Jika kamu dapat menyelamatkan orang dengan baik, maka kamu juga akan menjadi baik (saya harus memperkenalkan Dharma kepada orang?) Kamu ini tidak tersadarkan, karena orang ini meminta kamu untuk membayar uang, kamu sangat tidak rela, jadi kamu ini orangnya pelit. Hanya ketika kamu menyelamatkan orang, kamu baru akan bermurah hati. Banyaklah menyelamatkan orang. Sudahlah (baik, terima kasih, Master, mohon Master berkati kelompok belajar bersama kita) Baik, kalian kelompok belajar dari mana? (Malaysia Utara) Oh, Utara, berusaha keraslah! (Baik, terima kasih Master, terima kasih Guan Shi Yin Pu Sa) Sampai jumpa.

 

wenda20150703  01:18:21 

人间的修为决定将来能修成怎样的菩萨

女听众:师父把我们弟子的莲花种在天上之后,是不是有分别的?比如讲有些人是修武的,有些人是修文的,是不是有这样子的分别呢?

台长答:那当然有了,根据人间来定的啊。有些人在人间已经在做菩萨,但是他主要是用嘴巴去法度众生;有些人在人间是财施,他到天上还是一个财施的菩萨,法施的菩萨。那么还有的呢?文的,比方说你经常帮助别人,用这种讲道理、讲佛法,帮助别人开悟,那是文的;那武的呢,很多人教你打太极拳了,教你练练什么少林武功了,等到你练到一定的时候,让你到天上去做护法神,不是也是在修吗?在少林武功当中,他也是叫你“静”,要“禅”,要“定”。他也是教的这种佛法,所以到天上以后,修成的话他就能做护法神,听得懂了吗?(哦,原来是这样子分别的。

所以我们在人间已经把守好我们应该修怎样的菩萨)对对(师父,您可以感应一下我是属于文的还是属于武的?)你能文能武,哈哈……(能文能武啊,谢谢师父!我要向哪一个方向修行呢?)你要好好地开智慧,你要好好地度人,你没有什么方向,你的方向就是度人,把人家度好了,你也好了(我就是度人呀?)你就是不开悟,因为这个人叫你花钱,你很舍不得的,所以你这个人小气。你只有度人,你才会大方,多度人吧。好了(好,谢谢师父,请师父加持我们的共修会)好,你们是哪里的共修会啊?(马来西亚北部)哦,北部,好好努力啊!(好,感恩师父,感恩观世音菩萨)再见。