Wenda20200731 36:50
Minimalisirkan nafsu keinginan, maka tidak akan ada keserakahan
Pendengar pria: Master, Anda pernah memberikan wejangan di Seminar Dharma bahwa kita praktisi Buddhis harus meminimalisirkan nafsu keinginan dan meningkatkan rasionalitas kita ke tingkat yang tertinggi. Apakah jika kita praktisi Buddhis bisa lebih rasional, maka itu akan lebih baik bagi kita dalam menekuni Dharma?
Master menjawab: Sangat bagus, sangat penting. Meminimalisirkan nafsu keinginan, tidak ada nafsu keinginan. Kamu belajar sampai pada akhirnya, tidak peduli orang lain bertanya kepadamu: “Apakah ini bagus?” “Tidak mau, tidak apa-apa, saya tidak mau pergi”. “Mau bertamasya?” “Tidak. Saya melafal paritta di rumah saja.” “Makanlah ini lebih banyak.” Tidak apa-apa, saya sudah kenyang” …
Tidak memiliki keinginan apapun, lihatlah apakah kamu masih memiliki keserakahan? Orang yang tidak serakah akan sangat bahagia! (Ya, bisa melafalkan paritta, bisa belajar Buddha Dharma dan membina pikiran adalah berkah yang sangat besar. Benar-benar sangat berterima kasih) Ya, itu sudah merupakan berkah terbesar. Apa lagi yang kamu inginkan? (Ya, terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)
Wenda20200731 36:50
把欲望降到最低,就不会有贪心
男听众:师父,您曾经在一次法会上开示,我们学佛人要把欲望降到最低,把理性升华到最高。是不是我们学佛人更加理性对我们学佛应该更好?
台长答:非常好,非常重要。欲望降到最低,不要有欲望。你学到后来,不管人家问你:“这个好吗?”“不要,没关系,不去。”“旅游好吗?”“不去。在家里念经就好了。”“多吃点这个吧。”“没有关系,我吃饱了”……什么欲望都没有,你看看你这个人还会有贪心吗?没贪心的人很幸福啊!(对的,能念经、能学佛修心是很大的福气,真的是特别感恩)对了,已经是最大的福气了,你还要怎么样?(对,感恩师父慈悲开示)
