Merasa diri hebat menandakan angkuh dan sombong; harus bagaimana agar tidak keras kepala di satu sisi 自命不凡说明贡高我慢;如何做到不偏执

 

Wenda20151204 01:13:25

Merasa diri hebat menandakan angkuh dan sombong; harus bagaimana agar tidak keras kepala di satu sisi

Pendengar wanita: Master, kita tahu bahwa merasa diri sendiri lebih hebat itu tidak baik, merasa diri sendiri lebih hebat mudah keras kepala di satu sisi, benarkah?

Master menjawab: Benar, merasa diri sendiri lebih hebat menandakan angkuh dan sombong (Oh, jadi kita, para praktisi Buddhis, harus bagaimana agar pembelajaran kita tidak keras kepala di satu sisi?) Agar tidak keras kepala di satu sisi maka harus mendengarkan perkataan orang lain.

Misalnya, hari ini Master sedang membabarkan Dharma, banyak orang mengosongkan pikiran mereka untuk mendengarkan wejangan Master, dia tidak keras kepala di satu sisi, karena dia mendengarkan perkataan orang, benar tidak? Seorang yang keras kepala di satu sisi akan “Saya merasa diri saya sendiri benar, maka saya datang untuk mendengar apa yang kamu katakan”. “Hari ini Master Lu mengadakan Seminar Dharma, saya datang untuk mendengar apa yang kamu katakan”, memiliki pandangan sendiri, ini dinamakan keras kepala.

Makanya “Hari ini saya ingin mencari papa dan mama untuk bertukar pikiran, dalam hati saya berpikir saya dengan tegas… Mati pun saya tidak akan mengubah pandangan, tapi saya datang untuk berdiskusi denganmu”, bukankah kamu ini disebut keras kepala? (Benar. Sebenarnya, keras kepala juga mengandung semangat “Tidak dapat diajak kompromi, tidak menyerah”?)

Masih “semangat” pula, itu adalah  keras kepala! Aduh, masih “semangat” pula, pengungkapan kamu begitu indah. Kamu dapat mengatakan bahwa teroris itu adalah orang-orang yang keras kepala, dia merasa dirinya benar, “walau semua orang di seluruh dunia… Mereka semua hendak bertentangan dengan saya!” “Kalian berlaku demikian terhadap kita, kita akan memperlakukan kalian sedemikian juga, membalas dengan cara yang sama!” Dia itu keras kepala (Benar, benar)

“Kalian memukuli kita, mengapa kita tidak memukul balik kamu?” Dia keras kepala. Untuk apa kamu memukuli orang-orang yang tidak berdosa? (Dia menyakini hal ini, tidak peduli benar atau salah tetap mempertahankan keyakinannya hingga akhir, makanya dikatakan tidak benar) Itu dinamakan gangguan jiwa, penyakit gangguan jiwa sama dengan keras kepala, tidak berpikiran terbuka,

“Saya memang begitu! Saya memang begitu!” Sehingga dipukuli dengan tongkat polisi, benar tidak (Benar, terima kasih Master. Setiap hari dapat mendengarkan wejangan Master benar-benar adalah sebuah hal yang sukacita dalam Dharma) Dengarlah lebih banyak, gadis bodoh.

Saya beritahu kamu, sangat sulit mendengar orang seperti Master yang berkata jujur, orang zaman sekarang itu “Memakai masker mulut, lain di hati lain di mulut”, setiap orang memiliki… hal dalam hati yang tidak ingin diungkapkan, tidak bersedia berkata jujur, siapa yang rela mengajari kalian dari lubuk hati yang terdalam? Hanya saya, walau dimarahi saya tetap mengajari dengan segenap hati! (Orang yang memarahi Master berarti mereka tidak memiliki tingkat pembinaan) Baguslah jika tahu (Saya memiliki kemampuan untuk membedakan)

 

wenda20151204  01:13:25 

自命不凡说明贡高我慢;如何做到不偏执

女听众:师父,我们都知道自命不凡是不好的,自命不凡都容易偏执对吧?

台长答:对,自命不凡就是说明贡高我慢(哦,那我们学佛怎么样才能学得不偏执呢?)不偏执的话就要多听人家的。比方说今天师父在讲法,很多人把自己心里清空来听师父的话,他就不偏执了,因为他听到是别人说的嘛,对不对啊?偏执的人就是“我认为自己是对的,所以我来听听你看”。“今天卢台长开法会,我来听听你看”,自己想着自己一套,那就偏执了。所以“今天我要找爸爸妈妈谈谈话,我心中想到我坚决……我死也不改变观点,但是我来找你谈话”,你这不叫偏执了吗?(是的。其实偏执是不是还有一种“不妥协、不放弃”的精神在里面?)还“精神”了,执著!哎哟,还“精神”呢,你讲得这么好听。你可以讲恐怖分子现在就是偏执,他就觉得他是对的,“全世界的人哪怕……他们都在跟我作对!”“我是对的!我就是要这样!”“你们这么对我们,我们就要这么对你们,以牙还牙!”他就是偏执啊(对对)“你们来打我们,我们为什么不打你啊?”他偏执啊。你去打人家无辜百姓干吗?(他是认定这个事情,不管对错都会坚持到底,所以说就不对了)那就神经病了啊,神经病就是偏执,想不通,“我就这样!我就这样!”好了,进医院了。到了医院里,“我还这样!我还这样!”被人家用电棒了,好了(是的,谢谢师父。每天能听到师父开示真的是很法喜很法喜的一件事)多听吧,傻姑娘。我告诉你,很难听到像师父这种人说实话的,现在的人都是“戴个口罩,嘴上一套”,每个人都有自己的……内心世界都不肯讲出来的,都不肯讲真话的,谁肯这么掏心掏肺地教你们啊?只有我啊,被人家骂我也要掏心掏肺地教啊!(那些骂师父的人都是自己没有境界的)知道就好了(我会有分辨能力的)