Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan hidup; jika berusaha keras melakukan hal pembabaran Dharma tetapi pada akhirnya gagal, apakah ada jasa kebajikannya 浪费时间就是浪费生命;努力做弘法的事但最终没成功,是否有功德

 

Wenda20171105A 06:02

Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan hidup; jika berusaha keras melakukan hal pembabaran Dharma tetapi pada akhirnya gagal, apakah ada jasa kebajikannya?

Pendengar pria: Ada teman se-Dharma menghadapi hal-hal yang tampaknya hanya menyia-nyiakan waktu dalam hidup mereka, misalnya, kadang-kadang mereka berusaha keras untuk melakukan sesuatu, namun pada akhirnya mereka menemukan bahwa semua usaha mereka sia-sia. Mohon bertanya kepada Master, apakah yang disebut menyia-nyiakan waktu ini dikarenakan oleh sebab dan jodoh, lalu sebab dan jodoh yang seperti apa?

Master menjawab: Tidak ada istilah yang disebut dan yang  tidak disebut dalam menyia-nyiakan waktu. Menyia-nyiakan waktu adalah membuang-buang waktu. Orang yang menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan hidupnya. Coba kamu pikirkan, berapa banyak waktu yang tersia-siakan seseorang dalam seumur hidupnya?  Sudah tidak ada, 1 hari yang berlalu sudah tidak ada lagi, benar tidak?  (Ya) Sayang sekali, sangat kasihan. Jadi kadang-kadang seseorang yang tidak menghargai hidupnya, perlahan-lahan menguras dan menyia-nyiakan hidup,  membiarkan hidupnya berlalu begitu saja (benar. Master, selama demi menekuni Dharma dan menyebarkan Dharma, kadang-kadang tampaknya hanya menyia-nyiakan waktu, tetapi selama kamu telah berusaha keras dalam prosesnya. Meskipun hasilnya tidak terlalu memuaskan, namun masih ada jasa kebajikan, hanya saja jasa kebajikannya kecil. Benarkah pemahaman seperti ini?)

Selama kamu menekuni Dharma dan melakukan jasa kebajikan, maka kamu tidak menyia-nyiakan waktu.  Ibarat seorang pelajar, bagaimana kamu bisa katakan dia menyia-nyiakan waktunya?  Seorang pelajar setelah lulus dia mendapat hasil pencapaiannya. Kita para praktisi Buddhis, bukankah kita dalam membina diri adalah sedang belajar? Sama juga. (Ya. Misalnya, jika dia melakukan satu jasa kebajikan, meskipun dia tidak berhasil, tetapi dia telah berusaha sekuat tenaga. “hasilnya” adalah dia tidak berhasil, namun dalam prosesnya dia berusaha keras, dan ini juga termasuk melakukan jasa kebajikan?) Seseorang sedang belajar dengan giat, dan akhirnya dia tidak lulus ujian, apakah dia telah belajar dengan giat?  Apakah dia bekerja keras saat menabur benih?  (Bekerja keras) Surga akan tahu kerja kerasnya, oleh sebab itu, surga tidak akan mengecewakan orang yang berusaha. Banyak orang yang lulus ujian setelah mengikuti ujian dua atau tiga kali.  Ibarat mengikuti tes SIM, terkadang tidak bisa lulus dalam satu tes (ya, saya beberapa kali mengikuti tes SIM)

 

Wenda20171105A   06:02  

浪费时间就是浪费生命;努力做弘法的事但最终没成功,是否有功德

男听众:有的同修在生活中会遇到看似浪费时间的事情,比如有时努力做一件事情,最后发现都是白费劲。请问师父,这种所谓的浪费时间是否也是因缘导致,是何种因缘呢?

台长答:浪费时间没有什么所谓不所谓的,浪费时间就叫浪费时间,浪费时间的人就在浪费生命。你想想看,一个人一辈子浪费了多少时间?没了,过去的一天就没有了,对不对?(嗯)真的很可惜,很可怜。所以人有时候在不珍惜自己的生命当中慢慢地消耗和挥霍着自己的生命,让自己的生命慢慢地流逝(对。师父,只要是为了学佛弘法,有时看似浪费时间,但是只要过程中你用心了,虽然那个结果不怎么样,但是也有功德,只是功德小而已,是这样理解吗?)你只要学佛做功德,你就不浪费时间了。就像读书的人,你怎么可以说他浪费时间?读书的人他毕业之后有成果了啊。我们学佛的人在学习当中不就是读书吗?一样的(嗯。那比如他做一个功德,虽然没有成功,但是他已经尽力做了,“果”是没有成功,但是他用心的过程也是在做功德吗?)一个人在拼命地读书,最后没考上,他用功了吗?他这个因种下去的时候在用功吗?(用功)用功嘛,天上都知道的,所以皇天不负苦心人,很多人考两次、三次就考出来了。就像考驾照一样,有时候一次考不出来的(是的,我的驾照就考了好几次)