Menghilangkan Ketersesatan dan Tersadarkan, Menyingkirkan Ketidaktahuan, Menghargai Jodoh Kebuddhaan, Menjalin Jodoh Baik Secara Luas ( Bagian 2 ) 破迷开悟 去除无明 珍惜佛缘 广结善缘(下)

Seminar Dharma Paris - Prancis, 29 September 2013 ( Bagian 2 )

Menghilangkan Ketersesatan dan Tersadarkan, Menyingkirkan Ketidaktahuan, Menghargai Jodoh Kebuddhaan, Menjalin Jodoh Baik Secara Luas

Saat ini banyak orang yang menganggap pujian orang lain sebagai ejekan dan selalu mencurigai orang lain. Ini adalah fobia dan kekhawatiran. Maka itu, tidak menganggap orang lain sebagai orang baik karena kamu memiliki rasa takut di dalam hatimu; ketika kamu mencurigai orang lain, sebenarnya kamu sedang mencurigai dirimu sendiri; ketika kamu membenci orang lain, kebencian di dalam hatimu akan semakin kuat. Kerusakan yang dilakukan manusia terhadap tubuhnya disebabkan oleh kebencian dan ketakutan. Pikiran orang zaman sekarang mengendalikan tubuhnya. Ketika dia tidak dapat berpikiran terbuka, dia akan mengalami gangguan endokrin. Dia tidak mau makan atau tidur, sepanjang hari memikirkan hal-hal yang menyedihkan. Dengan begitu akan merusak sistem kekebalan tubuhnya. Ketika seseorang mengatakan kamu baik, jiwamu akan sangat tegang, kamu akan memiliki banyak pemikiran: Kenapa kamu bersikap begini pada saya? Kenapa dia bersikap begini pada saya? Apa maksud dia mengatakan ini? Kenapa dia melakukan ini pada saya? Sebenarnya, inilah yang kita sebut skizofrenia dalam kehidupan nyata. Di dunia spiritual dan dunia Buddhisme, itu berarti roh luar telah menyerang pemikiranmu,  yaitu jiwamu telah dikendalikan oleh yang lain.

 

Sesungguhnya, kita manusia tidak boleh fokus pada satu hal. Mengapa banyak ibu dan ayah begitu mementingkan anak-anak mereka? Begitu mereka kehilangan anak-anak mereka, begitu mereka kehilangan sandaran mereka sendiri, mereka akan menjadi tidak layaknya seperti orang, dan kemudian mereka tidak ingin hidup di dunia ini. Kita harus memahami bahwa kita tidak boleh berkonsentrasi penuh pada suatu hal tertentu, kita harus mengabaikannya. Kita harus memahami bahwa orang bergantung pada jiwanya untuk hidup. Ketika jiwamu mendapatkan kepuasan, tubuhmu baru akan merasa puas. Kita  sekarang hidup di dunia ini, kita merasa sangat bahagia. Kita mempunyai begitu banyak teman se-Dharma dan orang-orang baik yang dapat membantu kita. Kita merasa sangat gembira sekali. Ketika kita melihat kekuatan kita sendiri, ketika kita merasakan ada cinta kasih antar manusia, maka pada saat itu, kamu akan mengalami semacam sifat Kebuddhaan, karena sifat Kebuddhaan berarti bahwa orang harus berwelas asih, harus baik hati, dan saling membantu satu sama lain. Dengan begitu, kita baru bisa melihat harapan di dunia ini.

 

Para ilmuwan di Adelaide, Australia, melakukan percobaan pada dua orang yang menderita kanker liver yang sama. Dokter berkata kepada salah satu pasien: Meskipun kanker liver kamu saat ini masih dalam tahap awal, namun sangat berbahaya karena liver kamu telah menua dan mengeras. Umumnya, penderita kanker liver hanya dapat hidup sekitar dua tahun, dan akan menyebar. Pasien ini hidup dalam ketakutan setiap hari. Tidak sampai dua bulan, dia telah meninggal dunia. Sedangkan pasien satu lagi, dokter berkata kepadanya: Sel kanker kamu umumnya tidak akan menyebar dengan cepat. Jika suasana hatimu baik dan minum obat, sel kanker akan lebih cepat hilang. Sel kanker seperti suhu tubuh orang biasa, kadang-kadang tinggi dan kadang-kadang rendah, tidak apa-apa. Kamu sendiri harus berolahraga dengan baik, perhatikan pola makan, bersikap optimis, maka akan segera sehat kembali. Alhasil, dalam waktu setengah tahun, seluruh indeks sel kanker pasien ini menghilang. Mereka belum menekuni Dharma pada saat itu. Jika setelah menekuni Dharma, kamu memberi tahu dia, kamu berpikiran terbuka, kamu memiliki welas asih, kamu perbanyak melafalkan paritta, mungkin saja tidak sampai setengah tahun, sel kanker kamu akan hilang.

 

      “Xin Ling Fa Men” telah menyelamatkan banyak pasien yang tidak dapat disembuhkan di rumah sakit. Secara ajaib telah menghilangkan sel-sel kanker pada pasien kanker, bisa membantu pasien yang dijatuhi hukuman mati oleh dokter untuk bertahan hidup, sebenarnya ini mengandalkan suatu kekuatan spiritual. Sebenarnya, praktisi Buddhis menggunakan semacam semangat spiritual.

 

Semua orang tahu kita berada di luar negeri, kita orang-orang Tionghoa perantauan di seluruh dunia, kita memiliki pemikiran yang sama yaitu kita semua suka berjuang. Sebenarnya, kita harus memahami bahwa alasan mengapa orang bisa sukses dalam perjuangannya, sebagian besar karena kerja keras kamu, dan sebagian lagi karena peluang. Jika kamu memiliki peluang tetapi tidak bekerja keras, kamu tidak akan berhasil. Ada banyak orang yang berusaha keras sepanjang hidupnya, tetapi  mereka tidak memiliki peluang, mereka juga tidak akan berhasil. Orang-orang akan memiliki kerisauan ketika mereka tidak berhasil. Berharap semua orang harus memahami untuk menyingkirkan kerisauan. Dengan mengesampingkan kerisauan, kita baru bisa terbebas dari kerisauan.

 

Orang-orang zaman sekarang menganjurkan kenikmatan materi, tetapi mengabaikan untuk memperkaya dunia spiritual, sehingga menyebabkan terlalu banyak distorsi spiritual. Pikiran orang-orang semakin tidak bisa berpikiran terbuka. Ini karena orang-orang itu sendiri mempunyai ciri-ciri yang sama. Semakin mereka memikirkannya, semakin mereka tidak dapat memahaminya. Semakin mereka tidak bisa berpikiran terbuka, mereka akan semakin sedih. Semakin sedih semakin tidak bisa berpikiran terbuka. Ini adalah reinkarnasi. Berharap semua orang jangan berpikiran buntu. Apa pun yang terjadi, kamu harus melepaskannya. Pikirkan ketika kita masih di sekolah dasar atau sekolah menengah. Apakah kita masih memiliki kerisauan itu sekarang? Apakah kita masih tidak berpikiran terbuka?  Pikirkan semua kerisauan yang kalian miliki saat ini. Ketika kita berusia tujuh puluh atau delapan puluh tahun, ketika kita akan meninggalkan dunia ini, apakah kamu masih akan risau pada hal-hal saat ini? Lepaskan kemelekatan dan singkirkan kerisauan, inilah pembebasan.

Praktisi Buddhis harus melepaskan nafsu keinginan materiil yang tak ada habisnya, karena pengejaran orang terhadap hal-hal materiil tidak akan pernah memuaskan. Banyak orang mempunyai rumah kecil, namun masih menginginkan rumah yang lebih besar, sudah mempunyai mobil, masih menginginkan mobil yang lebih bagus. Ketika banyak pelajar pertama kali tiba di luar negeri, dia berkata selama saya punya mobil untuk dikendarai sudah cukup. Seiring peningkatan keinginan terhadap materiil dan kondisi ekonomi membaik, dia tidak akan puas dengan posisinya ini, inilah nafsu keinginan manusia. Oleh karena itu, harus mengendalikan keinginan diri dengan baik, maka orang ini tidak akan kecewa. Karena  terus menerus memiliki keinginan, maka akan terus menerus memiliki kekecewaan, dan kekecewaan yang berlebihan akan mengakibatkan keputus asaan kamu. Kita sebagai manusia dan yang menekuni Dharma tidak boleh putus asa, karena kita selamanya memiliki harapan. Kita tidak mengejar hal-hal yang kosong itu. Hari ini, kita semua yang duduk di sini apakah nyata dan benar? Saya melihat kalian mengenakan berbagai macam warna, melihat kalian semua duduk di sini, ini adalah rupa, yang saya lihat adalah dunia yang berupa, tetapi setelah dua jam kemudian, semua orang akan pergi, ini hanyalah tempat yang kosong, ini adalah kosong, jadi rupa adalah kosong; tetapi saya melihat kalian adalah nyata dan benar, jadi kosong adalah rupa. Harus memahami bahwa segala hal di dunia ini adalah sementara. Rupa ini akan selalu hilang. Berharap ketika semua orang melihatnya, harus berpikir bahwa kita akan kosong suatu hari nanti, tetapi kita berpikir bahwa itu akan kosong pada akhirnya, kita juga tidak boleh menyerah pada pengejaran di dunia. Dan pengejaran semacam ini adalah semacam pengejaran pemikiran dan tingkat kesadaran spiritual, bukan pengejaran keinginan material di dunia. Ini adalah tentang menyempurnakan dunia spiritual manusia untuk memperoleh kebahagiaan sejati dan kegembiraan dalam hidup.

 

Dulu ada seorang raja di Spanyol, bernama Ferdinand. Dia memutuskan untuk memilih salah satu dari sepuluh pangerannya untuk menjadi penerus dan pewarisnya. Dia meminta menteri untuk meletakkan batu besar di jalan yang sangat sempit. Hanya ada tiga cara bagi siapa pun untuk melewatinya: cara pertama adalah dengan mendorongnya, cara kedua adalah memanjatnya, dan cara ketiga adalah mengitarinya. Raja meminta beberapa anaknya untuk pergi dan membantunya mengantarkan surat. Para pangeran muda, anak-anak ini pergi ke tempat ini untuk mengantarkan surat dan akhirnya semuanya kembali. Ketika mereka kembali, raja bertanya kepada mereka: “Anak-anak, bagaimana cara kalian mengantar surat?” Seorang pangeran berkata kepadanya: “Ayah, aku memanjat melewatinya.” Satu lagi pangeran berkata: “Ayah, saya mendayung perahu melewatinya”. Dan satu lagi berkata: “Ayah, saya berjalan mengitari batu.” Hanya Pangeran Cilik yang berkata kepada ayahnya: “Saya berjalan langsung melaluinya.” Ayahnya berkata: “Tidakkah batu itu menghalangimu?” Pangeran Cilik berkata: “Ayah, saya mendorong dengan kuat dan batu itu menggelinding ke tepian. “Ah, mengapa kamu terpikir untuk mendorong batu ini?” “Saya mencobanya dan batu itu masih bergerak, jadi saya mendorong dengan kuat, dan mendorong batu itu ke bawah dengan dukungan kelerengan.” Sebenarnya, batu itu adalah raja sengaja meminta orang lain untuk membuat menggunakan bahan yang sangat ringan deng meniru batu besar. Pangeran yang pandai untuk mencoba ini, mewarisi takhta. Kisah ini memberitahu kita, menyerahkan takdir diri kepada orang lain, atau bahkan kepada orang tertentu, kamu sendiri sama sekali tidak mau berpikir, kamu hanya ingin percaya pada orang lain, kamu terlalu berbahaya. Harus belajar mengendalikan takdir diri sendiri, orang ini barulah orang yang mempunyai kebijaksanaan. Berharap kalian mengerti untuk mengendalikan takdir diri sendiri.

 

Orang yang benar-benar bijaksana mengandalkan kebijaksanaan orang lain untuk mencegah dirinya tertipu. Ini membutuhkan potensi kesadaran. Harus memahami bahwa hidup adalah dalam tangisan membawa kerisauan dan pada akhirnya meninggalkan dunia dalam ketidakberdayaan. Maka itu, kita terobsesi dengan kehidupan. Obsesi artinya tidak memahami diri sendiri, lingkungan hidup kita, dan kebenarannya, sehingga kamu akan terobsesi, yaitu memikirkannya dengan salah, kamu melihat dengan salah. Banyak pria dan wanita jatuh cinta itu karena tidak memahami satu sama lain. Sehingga kamu akan terobsesi. Setelah terobsesi, kamu paham dia, dan kamu terobsesi. Pada akhirnya kamu tahu kalau dia punya banyak tabiat buruk dan tidak layak untuk kamu cintai, tetapi kamu masih mencintainya, ini disebut terus terobsesi dan tak tersadarkan. Berharap setiap orang tidak melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Jika kita melakukan kesalahan, kita akan menderita. Itu sebabnya Sang Buddha berkata menghilangkan ketersesatan dan tersadarkan, yaitu jangan menderita lagi. Master berharap semua orang melafalkan paritta adalah agar kalian tidak lagi menderita, karena jiwa kita sangat menderita, ketila kita tidak menderita lagi, maka kita akan terbebas dari penderitaan dan memperoleh kebahagiaan.

 

Master memberi tahu semua orang dalam bahasa sehari-hari apa itu sebab dan akibat. Dalam bahasa sehari-hari artinya kita harus berhati-hati dalam berperilaku, harus mendisiplin diri, jangan sering melakukan kesalahan, jika tidak, maka akan ada balasannya. Ini disebut karma (sebab  akibat) Apa itu reinkarnasi? Kita harus memberi pelajaran pada diri kita sendiri dalam segala hal yang kita lakukan. Ketika kita memahami pelajaran ini, kita tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Mengapa banyak wanita yang menikah sekali, menikah lagi, menikah lagi, dan masih bercerai lagi? Itu karena dia bereinkarnasi. Dia tidak tahu bagaimana memperbaiki temperamen dirinya. Dia tidak dapat memahami apa yang orang lain pikirkan, jadi dia akan selamanya dalam kehilangan.

 

Setiap orang mempunyai tujuan, kita terus bekerja keras untuk mencapainya, akan tetapi setelah mengalami banyak kegagalan dan pukulan, kita akan menyerah. Master memberi tahu semua orang bahwa ada lima alasan utama mengapa orang gagal untuk sukses:

 

Pertama, ketika seseorang menyerah, itu karena ia memiliki rasa takut di dalam hatinya.

 

Kedua, sifat malas manusia. Jika tidak berusaha keras, kamu tidak akan berhasil. Semua orang tahu kebenaran ini. Kemalasan bisa menghancurkan kegigihan orang. Ketika seseorang terus menerus malas, maka dia akan kehilangan kegigihan. Jika ingin sukses, kamu harus menghentikan kemalasanmu. Setelah melewati angin dan hujan barulah kamu bisa melihat pelangi.

 

Ketiga, tidak tahu, karena kita tidak mengerti dan pura-pura mengerti adalah kebodohan. Kita hidup di dunia ini, ada banyak hal yang tidak kita pahami tapi kita pura-pura mengerti. Sebenarnya, kita benar-benar tidak tahu, dalam dunia Buddhisme ini disebut ketidaktahuan, karena orang yang memiliki ketidaktahuan setelah waktu yang lama akan mempunyai kebiasaan buruk. Ketika tidak mengerti dan berpura-pura mengerti, dia merasa dirinya mengerti, maka dia akan memiliki kebiasaan buruk. Hal ini harus dilakukan dengan cara ini, tidak masalah, saya pasti akan berhasil. Nah sudahlah, sesuatu terjadi padanya, dia tidak berhasil. Karena dia tidak mengerti, maka dia baru akan tidak tahu. Harus memahami bahwa ketidaktahuan akan membuat kamu memiliki pemahaman setengah terhadap apa pun di dunia ini, dan membentuk kebiasaan, yang disebut kebiasaan buruk ketidaktahuan, yang akan mempengaruhi karir kamu, membuatmu tidak bisa  sukses. Pakar komputer era baru ini Bill Gates pernah berkata bahwa ketidaktahuan seseorang sama dengan ketidakmampuan. Jika kamu tidak mengerti, berarti kamu tidak kompeten. Saat ini kita harus  banyak berkontak dengan berbagai ilmu pengetahuan, harus mempelajari pengetahuan spiritual. Kita harus banyak belajar dari orang lain, belajar lebih giat, melihat lebih banyak, mendengarkan lebih banyak dan berpikir lebih banyak, maka kamu akan memiliki ilmu pengetahuan. Kamu berkontak dengannya, maka kamu akan memilikinya. Hari ini kita mengenal ajaran Buddha Dharma, besok kita akan menggunakan ajaran Buddha Dharma. Semua orang tahu bahwa kebijaksanaan Buddha adalah tidak terbatas. Kita harus mempelajari kebijaksanaan Buddha dan Bodhisattva, agar kita dapat melayang, berkelana, dan menjadi alami di lautan dunia ini.

 

Keempat, orang yang gagal memiliki satu kebiasaan buruk, seperti bermain mahjong, menonton TV, minum minuman keras, berteman dengan teman buruk, dan lain-lain. Karena kamu telah memilih hidup dan kehidupanmu sendiri, kamu sebenarnya telah memilih untuk gagal. Pilihan seseorang adalah suatu kemajuan dalam karirmu, kamu akan mendapatkan suatu kesuksesan. Ketika kamu memilih teman yang buruk, sebenarnya kamu telah memiliki faktor kegagalan.

 

Kelima, kurangnya platform juga merupakan faktor yang sangat penting mengapa orang tidak bisa sukses. Banyak orang yang sangat unggul, tetapi mereka tidak memiliki kesempatan seumur hidup mereka. Tidak memiliki satu pun dari empat faktor di atas, namun mengapa mereka masih tidak bisa berhasil? Itu karena kurangnya kesempatan. Hari ini kita telah menekuni Dharma, mengerti bagaimana untuk menjalin jodoh secara luas. Banyak orang memiliki kebijaksanaan dan kemampuan. Hari ini kita menjalin jodoh baik secara luas, berteman dengan semua orang. Kita bersedia membantu semua makhluk, dan semua makhluk akan membantu kita. Ini adalah jodoh. Master berharap semua orang dapat memanfaatkan jodoh Kebuddhaan, meneladani kebijaksanaan Bodhisattva dengan baik. Di dunia, kita makhluk yang berjodoh bertemu bersama dan mengatasi segala macam kesulitan dan segala macam kerisauan. Jadi kita akan memiliki jodoh baik. Memiliki jodoh baik berarti memliki jodoh Kebuddhaan.

 

Master pergi ke Kaohsiung, Taiwan, untuk memberikan pidato kali ini. Sebelum pergi, mereka telah menerima laporan cuaca yang mengatakan bahwa ada topan kuat tingkat 17. Kita tahu bahwa topan tingkat 8 sudah sangat dahsyat dan kali ini di Kaohsiung, levelnya 17. Kebetulan itu waktu Master pergi untuk mengadakan Seminar Dharma. Master juga sangat cemas, jadi Master memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, karena kita mengadakan pertemuan doa di Stadiun Olahraga Sepuluh Ribu Orang, berharap tidak ada angin topan. Saat itu, Kaohsiung telah memberitahukan toko-toko untuk tutup, pabrik-pabrik untuk berhenti bekerja, semua transportasi untuk berhenti, dan sekolah-sekolah libur. Master dengan tulus memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa: “Guan Shi Yin Pu Sa, mohon Anda menunjukkan kemanjuran. Mari kita berdoa untuk masyarakat Taiwan, agar kebahagiaan datang kepada mereka, jangan ada topan yang kuat.” Pu Sa lebih awal memberi tahu bahwa topan tidak akan datang ke Kaohsiung. Master telah memberitahu kepada Media. Memang benar, topan yang kuat itu berjarak lima puluh kilometer dari Kaohsiung, jadi Kaohsiung tidak terpengaruh sama sekali.

 

Banyak orang yang merasa aneh, namun sebenarnya tidak ada hal yang aneh, karena kita mempunyai orang-orang yang membantu kita, kita mempunyai Guan Shi Yin Pu Sa Yang Maha Welas Asih dan Maha Penyayang, jasa kebajikan tiada tara. Kita memiliki energi Guan Shi Yin Pu Sa yang sangat besar. Hari ini, Master telah mengundang Guan Shi Yin Pu Sa ke Prancis, agar Guan Shi Yin Pu Sa dapat berwelas asih kepada semua orang, agar kalian memiliki kesehatan yang baik, bekerja dengan baik, dan belajar dengan baik, agar kalian mendapatkan kebahagiaan tubuh dan pikiran, agar kalian hidup di dunia ini tidak bersedih dengan masa lalu dan juga jangan khawatir tentang masa depan, karena kita mempunyai Guan Shi Yin Pu Sa yang melindungi kita. Kita akan menyingkirkan semua rintangan di dunia, memiliki dunia spiritual kita, dan mencapai ke puncak kehidupan kita.

 

Berharap semua orang menekuni Dharma dengan baik. Keyakinan akan menghasilkan kekuatan tekad, karena kekuatan tekad kita sangatlah penting. Ketika kamu yakin pada sesuatu, kekuatan tekadmu adalah tidak terbatas. Ketika saya percaya bahwa hal ini pasti akan berhasil, kamu akan menghasilkan banyak kekuatan tekad. Ketika kamu memiliki kekuatan tekad, kamu akan menghasilkan tindakan. Saya sangat gemuk hari ini. Saya harus menurunkan berat badan. Pertama-tama, harus memiliki keyakinan bahwa saya pasti bisa menurunkan berat badan. Kedua, saya memiliki kekuatan tekad sekarang. Saya makan sangat sedikit, saya minum air saja dan makan lebih banyak buah-buahan. Ketiga, saya harus berolahraga setiap pagi. Ini adalah tindakan. Sebenarnya, percaya pada Bodhisattva juga seperti ini, yang penting adalah keyakinan, tekad, dan tindakan.

 

Sangat senang bisa menjalin jodoh dengan banyak teman Prancis kita. Sangat senang bisa berbagi manfaat Dharma dengan semua orang di sini. Berharap semua orang dapat mengikuti Master untuk baik-baik memohon kepada Guan Shi Yin Pu Sa, agar Guan Shi Yin Pu Sa bisa mengabulkan semua permohonan kalian, karena Buddha tidak berbohong, Guan Shi Yin Pu Sa telah mengatakan mengabulkan permohonan semua orang. Kalian bisa memohon, lihat apakah terkabulkan atau tidak. Master memberi tahu kalian,  selama kalian memohon, Guan Shi Yin Pu Sa pasti akan mengabulkan permohonan kalian.