Wenda20180727 14:25
Pendengar wanita: Master, Anda berkali-kali menyebutkan dalam “Bai Hua Fo Fa” bahwa “pikiran tidak terpengaruh oleh perubahan lingkungan” dan “pikiran tidak melekat”, serta “tetap tidak tergoyahkan”. Ketika mempelajarinya, semua orang juga merasa sangat terserap, tetapi ketika menghadapi kenyataan, pikiran kita dengan mudah terpengaruh oleh keadaan.
Dalam kenyataan, hutang harus dilunasi, hidup harus tetap dijalani, kartu kredit perlu dilunasi, raut wajah dan teguran dari orang tua harus dilihat setiap hari, masalah yang muncul dalam proses mengasuh dan membesarkan anak, anggota keluarga menghalangi untuk belajar Buddha Dharma, berbagai tekanan, sibuk dengan bisnis di perusahaan, tidak ada waktu … kenyataan-kenyataan ini mengakibatkan paritta PR harian diselesaikan secara kepepet setiap hari, dan Xiao Fang Zi juga tidak banyak dilafalkan.
Waktu untuk mendengarkan rekaman dan membaca “Bai Hua Fo Fa” juga tidak dapat dijamin. Kesempatan untuk berkontribusi pada semua makhluk dan melakukan jasa kebajikan juga harus ditolak karena berbagai alasan. Mohon Master welas asih memberikan wejangan, ketika kenyataan yang kejam dan tak berdaya ini muncul, bagaimana kita bisa menjaga pikiran kita tidak terpengaruh oleh perubahan lingkungan dan tetap bersikap tekun? Terima kasih Master!
Master menjawab: Saya bertanya kepadamu, selama kamu memiliki kerisauan ini, bagaimana mungkin pikiranmu bisa tidak terpengaruh oleh perubahan lingkungan? Kamu terjerumus dan dicemari dalam lima keinginan dan enam kekotoran duniawi, bagaimana kamu bisa membebaskan diri? Mengapa para biksu meninggalkan kehidupan duniawi? (Karena mereka sudah melepas dan sudah melihat dengan melampaui) Baik. Masalahnya adalah apakah kalian bisa melepas? Dapatkah kalian melihat dengan melampaui (Harus melihat melampaui dan melepaskan) Benar, sangat sederhana.
Kamu mengatakan begitu banyak, itu hanya sepersejuta dari masalah di dunia. Jika kamu ingin mengatakan tentang kerisauan seseorang, ada banyak sekali (tidak terhingga), dapatkah kamu melepaskannya? Kamu tidak bisa melepaskan, kamu tidak bisa bebas dari “kandang” di dunia ini, benar tidak? (Benar) Sebagai contoh sederhana, banyak orang yang dibeli dari Asia Tenggara untuk dijadikan budak seksual di Australia.
Banyak orang tidak berani melangkah melampaui batas yang ditentukan, dan disiksa setiap hari. Namun, ada beberapa gadis yang lebih kuat, setiap kali mereka melarikan diri dan ditangkap, kemudian dipukul. Setelah dipukul, mereka akan melarikan diri lagi. Setelah lari, mereka dipukul, dan lari lagi. Suatu kali nanti dia pasti bisa melarikan diri. Bukankah itu sama dengan kehidupan nyata kita sekarang? Kita berjuang melawan keegoisan diri kita setiap hari. Kita berjuang melawan keserakahan setiap hari.
Kita ingin melarikan diri setiap hari, ingin meninggalkannya, ingin terbebaskan. Terkadang ketika kita “ditangkap” dan kembali, kita akan lebih menderita, kita dipukuli secara mental, bukan? (Ya, benar!)Tetapi apakah kamu ingin pergi meninggalkannya? Jika kamu memiliki kemampuan, kamu melarikan diri setiap hari. Dan kamu akan berhasil melarikan diri dari cengkeraman ini suatu hari nanti. Saya berikan contoh. Apakah Kamu mengerti? (Mengerti! Terima kasih Master!)
Jika tidak, Kamu akan terus menderita dalam cengkeraman ini, karena pikiran manusia yang mengganggu seperti keserakahan, kebencian, kebodohan, kesombongan, dan kecurigaan, sama seperti iblis yang mengikatmu dengan erat-erat. Kamu sama sekali tidak dapat melarikan diri dari tangan mereka. Kamu hanya dapat menggunakan kekuatan Bodhisattva. Kamu harus memiliki keteguhan hati. Mengapa banyak orang yang bisa terbebaskan? Mengapa biksu bisa terbebaskan? Apakah mereka tidak punya orang tua? Tidak punya anak? Bukankah mereka dulu juga sama seperti kamu? Semua kerisauan yang kamu bayangkan ini, juga dimiliki mereka semuanya (Benar)
Mengapa mereka tidak memilikinya lagi sekarang? (Mereka sudah melepaskan) Baik. Apakah Kamu sudah melepaskan? Saya ingin melepaskan. Saya merasa sangat bersalah, saya minta maaf Master, saya tidak membina diri dengan baik)Banyak orang yang dipukul oleh suami setiap hari. Orang lain membujuknya “kamu lepaskan saja”, tetapi dia masih mau pulang dan dipukul olehnya. Dipukuli dan dimarahi setiap hari, seperti budak. Suami sudah mengatakan padanya “Kamu keluar, jangan disisiku”, seharusnya Kamu mengambil kesempatan ini untuk “keluarlah”, tetapi dia pilih untuk pulang dan dipukul olehnya lagi. Menurut kamu, apakah kamu cemas atau tidak? (Iya, terkadang kita dibawa arus oleh kekuatan karma)Kalau begitu, itu disebut tidak bisa melepaskan. Apakah Kamu mengerti? (Sudah mengerti. Terima kasih Master.)
Wenda20180727 14:25
面对种种烦恼,怎样保持心不随境转和精进的状态
女听众:师父,您在《白话佛法》里多次讲到“心不随境转”和“无所住心”,还有“如如不动”。学习的时候大家也觉得特别入心,但是在面对现实的时候,我们的心很容易被境界所转。现实中,欠的债务,日子要过,信用卡要还,父母的脸色、责备天天要看,照顾、培养孩子过程中烦恼生起,家人阻碍学佛处处是压力,公司业务繁忙没时间……这些现实导致每天功课勉强完成,小房子也念不出来多少,听录音、看《白话佛法》的时间也不能保证,为众生付出、做功德的机会也因为各种原因多次放弃。请师父慈悲开示,当现实的残酷无奈出现的时候,我们该怎样保持心不随境转,保持精进的状态呢?
台长答:只要有这些烦恼在,你这个心怎么能不随境转呢?你在五欲六尘里这么沉沦、染着,那你怎么脱离啊?为什么法师要出家啊?(因为他放下了,看破了)好了。问题是你们放得下吗?看得破吗?(要看破,要放下)对啊,很简单了。你讲得这么多,只是人间的亿万分之一的烦恼。你要是说一个人的烦恼,有无数个呢,你放得下吗?你放不下,你逃不出这个人间的“牢笼”,对不对?(对)举个简单例子,在澳洲有很多人从东南亚被买过来做性奴,很多人在里边不敢越雷池一步,天天受折磨。但是有几个女孩子就比较坚强,逃一次抓住再打,打了再逃,逃了再打……她终有一次逃出来了。我们现在现实生活当中不也是这样吗?我们天天在跟自己的私心作斗争,我们天天在跟贪欲作斗争,我们每天要逃出,要离开它,要出离。有时候被“抓”回去了,我们更痛苦,我们精神上被打击了,对不对?(对)但是你要不要离开啊?你有本事天天逃,你终有一天会逃出这些魔掌,否则你就会继续在这些魔掌里吃苦头,因为人的杂念——贪、瞋、痴、慢、疑,就像一个魔一样,把你紧紧地扣住,你根本逃不出它们手心的,你只有用菩萨的力量(嗯)你要下狠心。很多人为什么能够解脱啊?法师为什么能解脱啊?他们没有父母亲?没有孩子?过去跟你不是一样?所有想象的这些烦恼他们全都有啊!(对的)他们现在怎么没有了?(放下了)好了。那你放了吗?(我要放。我觉得特别忏悔,对不起师父,修得不好)很多人天天被老公打,人家劝她“你放下吧”,还要回去被他打,天天打,又打又骂,像奴隶一样的。老公已经跟她说“你滚出去,不要在我身边”,那你借这个机会就“滚”出去了,她情愿再回去再被他打。你说你着急不着急?(是啊,有时候我们会受业力的牵引)那么好了,这叫放不下(明白了)
