Mengenai “Abhimana – seseorang yang sudah mencapai kesadaran tertentu namun dibutakan oleh kesombongan dirinya”, mempraktikkan ajaran Buddha Dharma harus melepaskan keakuan 有 关 “增上慢人”;学佛要放下自我

wenda20130809 43:19

Mengenai “Abhimana – seseorang yang sudah mencapai kesadaran tertentu namun dibutakan oleh kesombongan dirinya”, mempraktikkan ajaran Buddha Dharma harus melepaskan keakuan

 Pendengar wanita: Anda pernah mengatakan bahwa “Abhimana” yang berarti orang yang setiap hari berusaha memajukan dirinya, dia juga memiliki basis pembinaan diri, tetapi dia adalah orang yang sombong dan tinggi hati. Kelihatannya seperti memiliki kemajuan, namun sebenarnya dia sedang mengalami kemunduran. Sehingga dia menjadi “seorang abhimana”, apakah rintangan karma buruknya yang sedang menghalangi dia?

Master menjawab: Seorang abhimana berarti memiliki karma buruk. Beberapa usaha yang dia lakukan perlahan-lahan berubah menjadi karma buruk yang tidak terlihat. Berikan contoh sederhana: Ketika kamu melakukan perbuatan baik hari ini, apakah kamu mendapatkan balasan yang baik? Tetapi kamu menganggap balasan baik dari orang lain sebagai semacam beban bagi dirimu sendiri. 

Semua orang mengatakan kamu baik, kamu merasa “saya sungguh luar biasa”, nah, kamu sudah memikulnya di punggungmu.  Kemudian mereka mengatakan lagi kamu baik  dan kamu memikulnya lagi di punggungmu. Beban ini semakin dipikul semakin berat. Apakah kamu masih bisa berjalan? 

Pendengar wanita: sifat akar buruk semacam ini adalah suka melakukan hal-hal besar dan jasa yang besar, senang untuk menikmati hasil pencapaian semacam ini

Master menjawab: Ya.  Ada beberapa orang yang karena memiliki rasa puas terhadap pencapaiannya, dan ada juga beberapa orang yang suka melakukan hal-hal besar dan jasa yang besar, ada lagi orang yang menggunakan akal licik untuk mendapatkan reputasi,  berbagai jenis orang semua ada. Tetapi coba berusaha untuk menyemangati mereka, karena sudah mempraktikkan ajaran Buddha Dharma hari ini, yaitu mengajarkan mereka untuk melepaskan.

Sekarang mengikuti Master dalam menekuni ajaran Xin Ling Fa Men, yang paling penting adalah diri sendiri jangan merasa “Aku punya….aiya aku malu, aku aku….”Tidak boleh terlalu banyak “aku”, jika terlalu banyak “aku”, maka tidak akan membina diri dengan baik. Harus berani untuk mengakui kesalahan di depan orang, maka orang ini membina diri dengan baik; Jika kamu masih mementingkan gengsi di depan orang lain, maka tidak akan bisa membina diri dengan baik. Sekarang ini kamu begitu mementingkan gengsi di dunia ini, maka pada akhirnya kamu tidak akan bisa naik ke surga

Pendengar wanita: Yaitu harus melepaskan keakuan

Master menjawab: Benar

 

 

wenda20130809  43:19  

有关“增上慢人”;学佛要放下自我

女听众:您说过“增上慢人”就是天天往上走,他也有修为,但却是一个傲慢的人,表现是在进步,但实际上他是在退后。那么成为了“增上慢人”,是他的孽障在阻碍他吧?

台长答:增上慢人就是有业障,他做的一些努力已经慢慢地变成了一种看不见的业障。举个简单例子:你今天做好事的时候,是不是已经得到善报了?但是你把人家的那种善报作为自己的一种包袱了。大家都说你好,你觉得“我不得了”了,好了,你把它背在身上了。然后人家又说你好了,你又把它背在身上,这个包袱越背越重,难道你还能走得了吗?(这种劣根性就是比较好大喜功,喜欢这种成就感)对。有些人是有成就感,有些人呢好大喜功、沽名吊誉,什么样的人都有。但是尽量能够鼓励他们,既然今天学佛了,就是要叫他们放下。现在跟台长学心灵法门,最要紧的就是不要自己觉得“我有……哎呀我丢脸了,我我……”,不能“我”得太多的,“我”得太多一定修不好的。当着人家面,要勇于承认自己错误,这种人是修得好的;如果当着很多人的面,死要面子的人,这种人修不好的。今天在人间这样好面子,你最后是上不了天的(就是放下自我)对了。