wenda20150612 43:28
Mengapa tingkat kesembuhan setelah melafalkan paritta berbeda antara cerebral palsy dan autisme
Pendengar wanita: Seorang rekan se-Dharma ingin bertanya kepada Master. Untuk anak yang mengalami cerebral palsy dan autisme, setelah belajar Buddha Dharma dan melafalkan paritta, tampaknya tingkat respons atau kesembuhannya berbeda. Anak dari rekan se-Dharma A mengalami cerebral palsy, setelah melafalkan paritta kondisinya cepat membaik, tetapi masih ada sedikit gejala autisme, dan setelah dijalankan dalam jangka panjang, perubahan yang terlihat tidak sebesar sebelumnya. Selain itu, dua anak rekan se-Dharma lainnya juga mengalami autisme. Dalam prosesnya tidak terlihat perubahan yang jelas, tetapi setelah melafalkan Xiao Fang Zi sampai jumlah tertentu, anak tersebut sepenuhnya membaik dan menjadi sangat berbeda dibanding sebelumnya. Saya ingin bertanya kepada Master, mengapa dalam kondisi yang sama-sama menjalani praktik, cerebral palsy menunjukkan kesembuhan secara bertahap, sedangkan autisme selama prosesnya tampak tidak berubah? Apa penyebabnya?
Master menjawab: Sangat sederhana, Pada autisme juga ada dua faktor, yang pertama, ada faktor arwah asing di tubuh. Yang kedua, kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh hubungan karma buruk dari kehidupan lampau. Sedangkan cerebral palsy lebih bersifat bawaan sejak lahir, artinya berkaitan dengan karma dari kehidupan sebelumnya. Jadi selama karma tersebut dapat dikikis dengan baik, kesembuhannya bisa lebih cepat. Sementara autisme mencakup karma dari kehidupan ini dan juga karma dari kehidupan lampau, sehingga proses kesembuhannya tidak semudah itu. (Karena ada sebagian rekan se-Dharma yang sudah bertahan lama tetapi tidak mendapatkan banyak perubahan dan tidak melihat hasil yang jelas, sehingga keyakinannya menjadi goyah, bahkan ada yang mundur) Dokter memberi orang obat dan merawat pasien. Kalau belum sembuh, apakah orang itu langsung berkata, “Saya tidak mau berobat lagi”? Kalau tidak berobat, bukankah penyakitnya tetap ada (Sudah mengerti. Terima kasih atas wejangan Master)
wenda20150612 43:28
为何脑瘫和自闭症念经后好转程度不同
女听众:一个同修想问师父,对于脑瘫和自闭症的孩子,学佛念经后反应程度好象有所差异。A同修孩子脑瘫,念经后很快就得到了改善,但是还是有些自闭,并且长期坚持下来没有之前的反应大;另外两个同修的小孩也是自闭,过程也不是很明显,但是念到一定数量时,小孩完全得到改善,和之前判若两人。想问下师父,为什么脑瘫和自闭都是在同样的情况下进行的,脑瘫是慢慢前进变好,而自闭过程中没有改变,这个是什么原因?
台长答:很简单,自闭过程也是两个情况,第一个情况,就是有灵性上身;还有一种情况,自己到这个时候也是前世的冤结所为。而脑瘫是有点先天性的,就是说存在于上辈子的业障所为,所以只要消业障消得好,很快就会解决。而自闭症是包括着今世的业障和上辈子的业障,所以他要好就不是这么容易(因为有部分同修在长期坚持后没有得到很大的改善,看不到明显的效果而信心不坚定,甚至有些退转了)医生给人家吃药、看病,看得不好了,他就说“我不看医生了”,不看医生你自己生病呀(明白了,感恩师父开示)
