Pertanyaan pada Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Sydney – Australia, 11 Januari 2020
Pertanyaan 30: Mengapa setiap orang memiliki perasaan yang berbeda setelah berikrar untuk menghormati guru dan ajaran?
Tanya: Sama-sama berikrar untuk menghormati guru dan ajaran, beberapa orang mengalami respons spiritual yang kuat. Baru-baru ini, beberapa rekan se-Dharma melaporkan dalam program bahwa jumlah Xiao Fang Zi mereka berkurang setelah berikrar. Ada beberapa yang Master lebih ketat kepadanya, sementara yang lain tidak merasakan apa pun yang signifikan. Mengapa demikian?
Jawab: Ada yang memiliki perasaan yang signifikan dan ada yang tidak memiliki perasaan, ini karena pemahaman mereka yang berbeda terhadap kekuatan ikrar ini. Jika kamu menghormati guru dan ajaran, serta memiliki pemahaman yang baik tentangnya, kamu akan merasa bahagia, “Ada Master di sini, Master akan membantu saya! Saya menghormati guru dan ajaran, saya mengikuti Master.” Hatinya akan merasa sangat senang dan sukacita. Jika kamu berpikir bahwa berikrar adalah satu hal, dan mewujudkannya adalah hal lain, itu seperti seorang siswa, gurunya berkata, “Berbuat baiklah kepada guru, hormati guru, junjung tinggi martabat guru,” tetapi saat belajar, dia tetap makan kuaci, membaca buku, dan mendengarkan musik di kelas. Menurutmu apakah anak seperti ini disebut menghormati guru dan ajaran? (Tidak.) Baiklah kalau begitu. Bersikaplah tulus. Buatlah setiap permohonan dengan tulus. Hanya dengan tulus kamu baru bisa berhasil. Ketulusan membuahkan hasil, mengertikah? (Sudah mengerti. Terima kasih Master)
200111澳大利亚・悉尼世界佛友见面会提问
提问30 许愿尊师重道后,为何不同的人会有不同的感觉
问:同样许愿尊师重道,有的人内心有很大的感应。最近节目也有同修反映许愿后小房子变少了,有的师父对他更严厉了,而有的人没什么明显感受,这是为什么ada?
答:有的人有明显感受,有的人没感受,是自己本身对这个愿力的一种理解不同。如果你尊师重道,理解好的话,你就觉得很开心,“有师父在,师父帮助我呢!我尊师重道,我跟着师父”,心里就很开心,很法喜;如果你觉得许愿归许愿,做归做,就相当于一个小同学,老师说“要对老师好,尊重老师,师道尊严”,但是上课的时候,他照样嗑瓜子,照样看书,听耳机,你说这种孩子算不算尊重老师?(不算)那好了。用心啊,许任何一个愿都要用心的,用心你才能成功,心诚则灵,明白了吗?(明白了。感恩师父)
