Mengapa menggunakan telinga untuk mendengarkan paritta yang sendiri lafalkan dapat memperoleh jasa kebajikan yang sangat besar 用耳朵来听自己念的经,为什么功德会很深

Master Lu Menjawab Surat Tentang Hal Keraguan (369) 2020-03-15

Mengapa menggunakan telinga untuk mendengarkan paritta yang sendiri lafalkan dapat memperoleh jasa kebajikan yang sangat besar

Tanya: Dalam Bai Hua Fo Fa, Master menyebutkan bahwa semua praktisi Buddhis wajib menggunakan telinga untuk mendengarkan paritta yang sendiri lafalkan. Hal ini dapat memusatkan pikiran, sekaligus memperoleh jasa kebajikan yang sangat besar. Mohon bertanya, mengapa menggunakaan telinga untuk mendengarkan paritta yang sendiri lafalkan dapat memperoleh jasa kebajikan yang besar? Bukankah setiap orang pasti mendengar suara pelafalan paritta sendiri melalui telinga?

Jawab: Menggunakan telinga untuk mendengarkan paritta yang sendiri lafalkan berarti mengenal atau mendengarkan. Kata “闻Wén-mendengar”, dalamnya terdapat 耳朵 er duo – telinga, luarnya terdapat “门 men – pintu”, dengan menutup pintu, maka telinga ada didalamnya, tidak mendengarkan hal-hal yang di luar. Mengapa dikatakan mendengarkan ajaran Buddha Dharma? Ada orang yang tidak mendengarkan bunyi suara dari luar, melainkan mendengarkan dengan hati, itulah arti mendengarkan ajaran Buddha Dharma. Melafalkan dengan sepenuh hati, baru benar-benar merasakan apa yang sedang dilafalkan di dalam hatinya. Sebaliknya, orang yang hanya melafalkan tanpa diiringi kesadaran hati tidak akan mampu mendengarkan suara pelafalan sendiri.

 

卢台长开示解答来信疑惑(三百六十九)2020-03-15

用耳朵来听自己念的经,为什么功德会很深

问:师父的《白话佛法》有提到:“所有的念佛人都必须用耳朵来听自己念的经,能让自己的心集中,而且功德会很深。”请问,用耳朵来听自己念的经,为什么功德会很深?每个人不都是用耳朵听到自己念经的声音吗?

卢台长答: 用耳朵来听自己念经,就是闻。“闻”,里面一个耳朵,外面一个门,把门关起来,耳朵就在里面了,两耳不闻窗外事。为什么说“闻佛法”?有些人根本不听外在声音,而是用心在听,就是闻佛法。用心念,才能感受到自己心里在念什么,有口无心的人就听不到自己的声音。