Mendirikan altar tetapi tidak menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan saat memasang dupa, dan tidak mau menjawab pertanyaan dari praktisi baru, itu tidak sesuai dengan aturan dan Dharma? 设佛台不讲解上香注意事项、不愿回答新人问题,不如理不如法

 

Pertanyaan pada Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Melbourne – Australia, 07 Desember 2019

Pertanyaan 17: Mendirikan altar tetapi tidak menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan saat memasang dupa, dan tidak mau menjawab pertanyaan dari praktisi baru, itu tidak sesuai dengan aturan dan Dharma?

Tanya: Dalam perjalanan pulang dari seminar Dharma di Malaysia, ada seorang saudara se-Dharma baru yang mengatakan bahwa ketika seorang saudara se-Dharma membantu mendirikan altar di rumahnya, orang itu tidak mengatakan apa pun. Saat saudara se-Dharma baru itu bertanya, dia hanya tersenyum samar dan tidak menjawab, karena takut menanggung karma orang lain. Setelah altar selesai didirikan, dia juga tidak menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan saat memasang dupa. Mohon bertanya, apakah cara membantu seperti ini sesuai dengan aturan dan Dharma?

Jawab: Kalau begitu, sebaiknya orang seperti itu tidak usah membantu mendirikan altar. Tentu saja itu tidak sesuai aturan dan ajaran Dharma. Setelah membantu orang lain mendirikan altar, bagaimana bisa tidak mengajarkan cara menggunakannya? Coba pikir, kalau seseorang mengantarkan sesuatu ke rumahmu, memasang sebuah kulkas, dia bahkan akan memberitahu kamu bahwa dalam dua jam pertama jangan langsung menyalakannya. Mana ada yang tidak menjelaskan? Orang seperti ini, jika kamu takut menanggung karma, takut timbul jodoh buruk, maka jangan pergi membantu orang lain mendirikan altar. Kalau kamu sudah membantu, berarti kamu harus siap menanggung tanggung jawabnya, benarkah? Seperti Master, ketika saya keluar untuk membantu orang dan membabarkan Dharma, maka saya harus siap menanggung. Kalau saya tidak mau menanggung, untuk apa saya mengadakan seminar Dharma? Bagaimana mungkin tidak memikul karma? Tadi malam ada empat arwah asing yang datang mencari saya, karena saya sempat membahas soal menyanyi. Dua di antaranya dari agama Barat, rambutnya panjang sekali, datang dan berkata, “Oh, kita kan bekerja sama, harus saling membantu.” Saya bilang, “Silakan keluar dulu.” Nah, kamu lihat, apakah saya memikul karma atau tidak? (Ya) Mana ada membantu orang tanpa merasa lelah? Coba kamu katakan, sejak kecil, apakah orang tua membantu anak tanpa merasa lelah? Coba kamu pikirkan, sekarang kamu membantu siapa yang melelahkan? Coba kamu katakan, sekarang kamu membantu siapa yang tidak merasa lelah ? Kalian sedang makan sekarang, orang lain memasak untukmu, lelah tidak? (Lelah.) Semua  pasti merasa lelah. (Terima kasih Master memberikan pencerahan.)

 

191207澳大利亚墨尔本世界佛友见面会提问

提问17 设佛台不讲解上香注意事项、不愿回答新人问题,不如理不如法

问:马来西亚法会回来的路上,有新师兄说当地助缘设佛台的师兄在帮助师兄的时候什么也不说,新师兄问问题,怕背业,只是淡淡一笑,也不回答。设完佛台,不给新师兄讲上香需要注意的事项。请问,这样的助缘如理如法吗?

答:不要他去助缘,当然不如理不如法了。给人家佛台设好之后,不教人家怎么用的?你去看看,人家给你送一个东西到家里来,装一个冰箱,他还教你两小时当中先不要开呢。哪有不讲的?这种人,你怕冤结,你怕自己背业,你就不要去帮人家设,你设了就应该承担。对不对?像师父一样,我出来帮人家,弘法,我就得背。不背,我出来开什么法会啊?怎么不背啊?昨天晚上4个灵性来找我,就是因为讲了那个唱歌的事情。两个西方教的、头发这么长的来找我,跑过来跟我说:“哎呀,我们一起合作的,我们要相互帮助。”我说:“请你先出去吧。”你看看背不背?(对)哪有帮助别人不累的?你说说看,小时候父母亲帮助孩子不累的?你说你现在帮助谁不累啊?你们现在吃饭,人家给你做饭,累不累?(累)都累的(感恩师父开示)