Wenda20160205 01:43:08
Memiliki tato tidak dapat naik ke Surga menjadi Bodhisattva
Pendengar pria: Master mengatakan bahwa orang yang belajar Buddha Dharma dan membina pikiran, jika memiliki tato maka tidak bisa naik ke alam Surga menjadi Bodhisattva, hanya bisa menjadi binatang surga. Harus menghapus tato terlebih dahulu baru bisa menjadi Bodhisattva. Saya ingin bertanya, jika karma buruk seseorang sudah berkurang hingga di bawah 10%, apakah tetap tidak bisa menjadi Bodhisattva jika masih memiliki tato?
Master menjawab: Tentu saja. Sederhana sekali: jika tingkat kesadaran spiritualmu sudah tinggi, maka tato seharusnya sudah tidak ada lagi. Harus dihilangkan. Walaupun sakit, itu juga akibat dari perbuatan yang dilakukan sendiri (Oh, mengerti. Master, jika seseorang hanya fokus pada pembinaan diri sendiri dan karma buruknya berkurang hingga 5%, maka dia hanya bisa disebut mencapai tingkat Arahat; sedangkan orang lain mempraktikkan ajaran Bodhisattva, menyelamatkan dan membimbing makhluk hidup, meskipun karma buruknya berkurang hingga 8%—yang berarti karmanya lebih besar dibanding orang pertama—tetap bisa menjadi Bodhisattva. Apakah seperti itu?) Tentu saja. Ini tergantung pada pintu Dharma mana yang kamu bina. Saya beri contoh sederhana: ada orang yang lulus dari sekolah perwira, setelah keluar dia menjadi perwira; ada orang yang lulus dari sekolah prajurit, setelah keluar dia menjadi prajurit (Oh, sudah mengerti. Terima kasih Master welas asih memberikan wejangan)
wenda20160205 01:43:08
有纹身不能上天做菩萨
男听众:师父说学佛修心的人,有纹身不能上天做菩萨,只能做瑞兽,要去掉纹身才能做菩萨。请问一个人的业障消到10%以内,有纹身也不能成为菩萨吗?
台长答:当然了!很简单,你境界高了,纹身就不应该有了,必须去掉,再痛也是你自己造的(哦,明白。师父,一个人只管自修,业障消到5%也只能称为阿罗汉;另一个人行菩萨道,救度众生,业障消到8%,后者的业障比前者的业障大,却能成为菩萨,是这样吗?)那当然了,这就是看你自己修的哪个法门。我举个简单例子,有的人是军官学校毕业的,他出来就是军官;有的人士兵学校出来,他出来就是士兵(哦,明白了。谢谢师父慈悲开示)
