Pertanyaan pada Acara Pertemuan Umat Buddhis Sedunia di Sydney – Australia, 10 Januari 2020
Pertanyaan 14: Membantu melafalkan paritta untuk orang yang meninggal, mengapa tubuhnya bisa lembut?
Tanya: Ketika kita membantu membacakan doa bagi seseorang yang telah meninggal dunia, tubuh orang tersebut kadang menjadi lembut. Mohon Master memberikan wejangan, mengapa hal ini bisa terjadi?
Jawab: Sangat sederhana. Ketika roh seseorang telah meninggalkan tubuhnya, aliran darah berhenti, dan ujung-ujung sarafnya perlahan mati. Setelah meninggal, biasanya tubuh manusia akan menjadi kaku. Begitu darah berhenti mengalir, kulit, sel-sel tubuh, serta seluruh sistem kerja dan hormon berhenti berfungsi, sehingga tubuh menjadi kaku. Namun, kamu harus tahu, rohnya masih di dalam, belum sepenuhnya meninggalkan tubuhnya, maka tubuhnya tidak akan sepenuhnya menjadi kaku. Jadi, ketika roh seseorang masih berada di dalam tubuhnya, ia mudah menjadi sangat lembut. Bagaimanapun kamu melafalkan paritta, setelah satu tahun, kamu lihat dia lembut atau tidak? Tentu pasti akan keras (Terima kasih Master)
200110澳大利亚・悉尼世界佛友见面会提问
提问14 为往生的人助念,为何其身体会发软
问:为往生的人助念的时候,往生的人会出现身体柔软的状况。请师父开示,为什么会出现这样的现象?
答:很简单,灵魂走了,血液停止了,他的神经末梢慢慢地全部死掉了;死掉之后,一般的人都会发硬。只要血液一停,人的皮肤、细胞,整个的运作,内分泌全部停止,所以人就会发硬。但是你要知道,他的灵魂还在里面,还没完全走掉,他的身体就不会完全发硬。所以当一个人灵魂还在身体上的时候,很容易发软的。你再怎么念经,一年之后,你看看他软不软?肯定硬邦邦了(感恩师父)
